PGEO Mulai Pengeboran PLTP Lumut Balai Unit 3

Dwi Prakoso

Aktivitas pengeboran pertama PLTP Lumut Balai Unit 3 oleh PGEO di Muara Enim, Sumatera Selatan.

RuangInvest.com, Muara Enim – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi memulai pengeboran perdana atau spud-in untuk proyek PLTP Lumut Balai Unit 3. Langkah ini menjadi bagian penting dalam pengembangan energi panas bumi nasional sekaligus memperkuat pasokan listrik bersih di Indonesia.

Pengeboran perdana tersebut menjadi tonggak baru bagi PGEO dalam mendukung transisi energi. Selain meningkatkan kapasitas pembangkit, proyek ini juga memperkuat komitmen perusahaan terhadap pengembangan energi baru dan terbarukan yang berkelanjutan.

Sementara itu, proyek ini turut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mencapai target kapasitas panas bumi hingga 3 gigawatt (GW). Kehadiran unit baru diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat sekaligus mendukung target bauran energi nasional.

PGEO Resmi Tajak Sumur Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3

Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani, mengatakan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 menjadi tonggak penting dalam upaya perusahaan mempercepat transisi menuju energi bersih. Proyek tersebut juga dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional menjelang 100 tahun pengembangan panas bumi di Indonesia.

Menurut Ahmad Yani, sebagai salah satu produsen panas bumi terbesar di dunia, PGEO memahami bahwa ketahanan energi memerlukan pasokan listrik yang bersih, stabil, dan andal. Oleh karena itu, pengeboran sumur pertama menjadi langkah nyata untuk menghadirkan energi ramah lingkungan yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Tajak perdana dilakukan di sumur LMB 19-3 yang berada di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proses pengeboran menggunakan rig GDAP#123 dengan target kedalaman mencapai 2.500 meter.

Selain itu, proses pengeboran diperkirakan berlangsung selama 44 hari. Seluruh tahapan eksplorasi dilakukan dengan mengedepankan standar teknis, operasional, serta penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara ketat.

PLTP Lumut Balai Unit 3 Tambah Kapasitas Listrik Bersih

PLTP Lumut Balai Unit 3 berada di kaki Bukit Lumut Balai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek ini merupakan kelanjutan pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur yang telah dikembangkan PGEO selama beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, PGEO telah mengoperasikan PLTP Lumut Balai Unit 1 sejak September 2019. Selanjutnya, Unit 2 mulai beroperasi pada Juni 2025. Kedua unit tersebut memiliki kapasitas gabungan sebesar 2 x 55 megawatt (MW).

Dengan pembangunan Unit 3, kapasitas pembangkit akan bertambah 55 MW. Targetnya, pembangkit ini mulai beroperasi pada 2030 sehingga mampu memperkuat sistem kelistrikan di Muara Enim maupun wilayah Sumatera Selatan secara keseluruhan.

Di sisi lain, tambahan kapasitas tersebut juga mendukung target pemerintah dalam meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan. Energi panas bumi dinilai memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara stabil tanpa bergantung pada kondisi cuaca.

Bagian Roadmap Pengembangan Panas Bumi PGEO

Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari roadmap jangka panjang PGEO. Perusahaan menargetkan pengembangan potensi panas bumi hingga mencapai total kapasitas sekitar 3 GW pada masa mendatang.

Strategi tersebut juga selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang menempatkan energi baru dan terbarukan sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan kapasitas listrik nasional.

Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Angka tersebut menjadikan perusahaan sebagai salah satu pengembang panas bumi terbesar di Indonesia.

Selain proyek Lumut Balai Unit 3, PGEO juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain:

  • PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW.
  • PLTP Lahendong Unit 7 dan Unit 8 dengan kapasitas total 50 MW.
  • PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW.
  • Eksplorasi wilayah panas bumi Gunung Tiga.
  • Proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.

Keberlanjutan berbagai proyek tersebut diharapkan mempercepat pertumbuhan kapasitas listrik berbasis panas bumi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Prospek untuk Investor

Dari perspektif investasi, dimulainya pengeboran PLTP Lumut Balai Unit 3 menjadi sinyal positif bagi prospek jangka panjang PGEO. Meskipun proyek panas bumi membutuhkan investasi besar dan waktu pengembangan yang relatif panjang, aset yang telah beroperasi umumnya mampu menghasilkan arus kas yang stabil selama puluhan tahun.

Selain itu, meningkatnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan energi baru dan terbarukan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi PGEO. RUPTL 2025-2034 juga memberikan ruang ekspansi yang luas bagi proyek-proyek panas bumi.

Di sisi lain, portofolio proyek PGEO yang terus bertambah menunjukkan perusahaan memiliki pipeline pertumbuhan yang cukup kuat. Jika seluruh proyek berjalan sesuai target, kapasitas pembangkit akan meningkat secara bertahap sehingga berpotensi mendukung pertumbuhan pendapatan dan laba dalam jangka panjang.

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah faktor risiko. Di antaranya adalah proses eksplorasi yang memiliki tingkat ketidakpastian, kebutuhan belanja modal yang besar, serta potensi perubahan regulasi sektor energi.

Secara keseluruhan, dimulainya pengeboran PLTP Lumut Balai Unit 3 memperlihatkan komitmen PGEO dalam memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri panas bumi nasional. Dengan meningkatnya kebutuhan listrik bersih dan dukungan kebijakan pemerintah, proyek ini berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu