RuangInvest.com – Jakarta – Pendapatan WIFI Semester I menjadi sorotan setelah PT Solusi Sinergi Tbk (WIFI) atau Surge membukukan pertumbuhan kinerja yang sangat kuat sepanjang enam bulan pertama 2026. Perseroan berhasil mencatat lonjakan pendapatan hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut turut mendorong pertumbuhan laba bersih dan memperbesar nilai aset perusahaan. Meski sejumlah beban operasional dan biaya keuangan ikut meningkat, kinerja keuangan emiten ini tetap menunjukkan tren positif.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan maupun profitabilitas. Di sisi lain, kenaikan aset dan liabilitas juga menjadi perhatian investor dalam mencermati arah pertumbuhan perseroan ke depan.
Pendapatan WIFI Semester I Melonjak Lebih dari 200 Persen
PT Solusi Sinergi Tbk (WIFI) membukukan pendapatan usaha bersih sebesar Rp1,57 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 207,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp513,46 miliar.
Pertumbuhan pendapatan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar perusahaan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis yang cukup agresif sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor yang digelutinya.
Selain pendapatan yang melonjak, laba kotor juga mengalami kenaikan signifikan. Perusahaan mencatat laba kotor sebesar Rp950,58 miliar, naik sekitar 142,27 persen dibandingkan Rp392,35 miliar pada semester I 2025.
Namun demikian, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp620,31 miliar dari sebelumnya Rp121,10 miliar. Meskipun begitu, lonjakan pendapatan mampu mengimbangi kenaikan biaya tersebut sehingga margin usaha tetap terjaga.
Laba Bersih WIFI Tumbuh Kuat
Kinerja positif juga tercermin dari laba bersih perusahaan. WIFI mencatat laba bersih sebesar Rp331,16 miliar, meningkat sekitar 45,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp227,91 miliar.
Sementara itu, laba bersih periode berjalan mencapai Rp496,78 miliar, atau naik sekitar 118,1 persen dibandingkan Rp227,77 miliar pada semester I 2025.
Laba usaha turut mengalami pertumbuhan yang impresif. Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp773,22 miliar, meningkat sekitar 104 persen dibandingkan Rp378,96 miliar pada periode sebelumnya.
Di sisi lain, penghasilan keuangan meningkat tajam menjadi Rp39,99 miliar dari hanya Rp1,79 miliar. Namun, biaya keuangan juga naik cukup tinggi menjadi Rp274,21 miliar dari Rp87,24 miliar seiring meningkatnya aktivitas pembiayaan perusahaan.
Menariknya, laba bersih per saham dasar justru turun menjadi Rp90,08 dari sebelumnya Rp99,58. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh perubahan jumlah saham beredar meskipun laba perusahaan secara nominal mengalami kenaikan.
Beban Operasional Ikut Naik
Seiring ekspansi usaha, sejumlah pos pengeluaran perusahaan juga mengalami peningkatan.
Beberapa komponen biaya yang tercatat antara lain:
- Beban pemasaran mencapai Rp13,14 miliar dari sebelumnya nihil.
- Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp150,81 miliar dari Rp72,09 miliar.
- Beban lain-lain tercatat Rp13,39 miliar setelah sebelumnya perusahaan membukukan surplus Rp58,69 miliar.
- Biaya keuangan meningkat menjadi Rp274,21 miliar.
Meskipun berbagai beban meningkat, pertumbuhan pendapatan yang jauh lebih tinggi berhasil menjaga kinerja perusahaan tetap positif. Karena itu, laba usaha maupun laba bersih masih mampu mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan.
Total Aset WIFI Tembus Rp20,94 Triliun
Selain pertumbuhan pendapatan dan laba, neraca keuangan perusahaan juga menunjukkan ekspansi yang cukup besar.
Total aset PT Solusi Sinergi Tbk hingga akhir semester I 2026 mencapai Rp20,94 triliun. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp15,16 triliun.
Sementara itu, total ekuitas naik menjadi Rp9,01 triliun dari sebelumnya Rp8,51 triliun. Peningkatan ekuitas mencerminkan bertambahnya nilai perusahaan yang berasal dari akumulasi laba maupun faktor lainnya.
Di sisi lain, jumlah liabilitas juga meningkat menjadi Rp11,93 triliun, dibandingkan Rp6,65 triliun pada akhir tahun lalu. Kenaikan kewajiban tersebut menjadi salah satu aspek yang akan terus diperhatikan investor, terutama terkait kemampuan perusahaan menjaga struktur keuangan di tengah ekspansi bisnis.
Prospek Kinerja WIFI Masih Menarik
Capaian Pendapatan WIFI Semester I yang menembus Rp1,57 triliun memperlihatkan pertumbuhan bisnis yang sangat kuat sepanjang paruh pertama 2026. Selain itu, kenaikan laba usaha, laba bersih, serta total aset menunjukkan bahwa ekspansi perusahaan mulai memberikan hasil positif.
Meskipun biaya operasional dan biaya keuangan meningkat cukup tajam, perseroan masih mampu menjaga pertumbuhan profitabilitas. Sementara itu, peningkatan aset hingga hampir Rp21 triliun memperkuat posisi perusahaan dalam mendukung pengembangan bisnis pada periode berikutnya.
Ke depan, investor diperkirakan akan terus mencermati kemampuan WIFI mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus mengendalikan beban keuangan agar kinerja perusahaan tetap berlanjut secara berkelanjutan.





