RuangInvest.com, Jakarta – Pendapatan RMKO menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat pada semester I 2026. PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp181,2 miliar hingga Juni 2026 atau naik 89,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya permintaan jasa pendukung industri batu bara. Selain itu, kinerja segmen hauling, pemuatan batu bara ke kereta api, dan konstruksi menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan perseroan.
Manajemen juga optimistis tren positif tersebut masih akan berlanjut pada semester II 2026. Keyakinan itu didukung meningkatnya aktivitas pertambangan serta arah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin jelas sehingga dapat memberikan kepastian bagi pelaku industri.
Pendapatan RMKO Tumbuh Berkat Lonjakan Permintaan Batu Bara
Direktur Keuangan RMKO, Elbert, mengatakan pertumbuhan kinerja perseroan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan jasa pendukung sektor batu bara sepanjang kuartal kedua tahun ini.
Menurutnya, peningkatan permintaan tersebut berhasil mendorong pendapatan perusahaan secara signifikan. Kontribusi terbesar berasal dari jasa hauling, layanan pemuatan batu bara ke kereta api, serta proyek konstruksi yang tengah berjalan.
Elbert menyampaikan perseroan semakin optimistis menghadapi semester kedua tahun ini. Pasalnya, kebijakan pemerintah di sektor pertambangan dinilai semakin memberikan kepastian bagi dunia usaha sehingga aktivitas operasional berpotensi meningkat.
Di sisi lain, permintaan batu bara yang tetap tinggi menjadi faktor pendukung bagi keberlanjutan pertumbuhan bisnis RMKO. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perseroan untuk meningkatkan utilisasi aset dan kapasitas operasional.
Volume Operasional Meningkat Tajam
Tidak hanya dari sisi pendapatan, kinerja operasional RMKO juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat.
Volume loading batu bara ke kereta api melonjak 277,9 persen secara tahunan menjadi 1,4 juta ton. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi batu bara melalui jalur kereta api.
Sementara itu, volume hauling naik 107,9 persen menjadi 557,5 ribu ton. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas logistik perusahaan semakin tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada segmen konstruksi, pendapatan ikut terdongkrak oleh progres pembangunan berbagai fasilitas pendukung milik grup di wilayah operasional Sumatera Selatan. Proyek tersebut menjadi salah satu penopang tambahan bagi pertumbuhan pendapatan perseroan.
Profitabilitas dan Arus Kas Terus Membaik
Meski masih mencatatkan rugi bersih, RMKO berhasil memperbaiki kualitas kinerjanya selama semester I 2026.
Kerugian perusahaan berhasil ditekan 14,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp47,4 miliar. Penurunan rugi tersebut menunjukkan efisiensi operasional mulai memberikan hasil positif.
Selain itu, arus kas dari aktivitas operasional berhasil mencatatkan nilai positif sebesar Rp42,8 miliar. Capaian ini menjadi sinyal bahwa aktivitas bisnis inti perusahaan semakin sehat.
Kondisi keuangan juga tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari rasio debt-to-equity ratio (DER) sebesar 0,45 kali yang masih berada pada level relatif konservatif.
Struktur permodalan yang sehat memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus melakukan ekspansi sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan apabila terdapat peluang bisnis baru.
Target Semester II 2026 Semakin Optimistis
Direktur Utama RMKO, William Saputra, mengatakan pertumbuhan volume angkutan batu bara terus berlanjut sepanjang kuartal kedua tahun ini.
Menurutnya, penggunaan Train Loading System (TLS) menjadi salah satu pendorong utama peningkatan volume pemuatan batu bara ke kereta api yang telah mencapai 1,4 juta ton.
Manajemen menargetkan volume pemuatan batu bara ke kereta api dapat mencapai 3,6 juta ton hingga akhir 2026. Target tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya aktivitas pertambangan dan kebutuhan distribusi batu bara nasional.
Selain itu, keberhasilan pelaksanaan Right Issue I juga memperkuat posisi likuiditas dan struktur modal perusahaan. Tambahan modal tersebut diharapkan mampu mendukung ekspansi bisnis pada periode mendatang.
Prospek Pendapatan RMKO dan Peluang bagi Investor
Prospek RMKO pada semester II 2026 dinilai masih cukup menarik. Permintaan jasa hauling dan logistik batu bara diperkirakan tetap solid apabila produksi batu bara nasional terus meningkat.
Beberapa faktor yang layak diperhatikan investor antara lain:
- Pertumbuhan pendapatan mencapai 89,1 persen secara tahunan.
- Volume loading kereta api meningkat hampir tiga kali lipat.
- Arus kas operasional sudah kembali positif.
- Rasio DER berada di level sehat sebesar 0,45 kali.
- Dana hasil Right Issue memperkuat modal kerja dan ekspansi.
- Target volume pemuatan batu bara 3,6 juta ton hingga akhir tahun.
Namun, investor juga perlu memperhatikan beberapa risiko. Harga batu bara global masih berpotensi berfluktuasi. Selain itu, perubahan regulasi pertambangan maupun perlambatan permintaan komoditas dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
Meskipun begitu, apabila target operasional berhasil tercapai dan permintaan batu bara tetap kuat, RMKO memiliki peluang melanjutkan perbaikan profitabilitas pada paruh kedua tahun ini. Konsistensi pertumbuhan volume operasional juga menjadi indikator penting yang patut dicermati oleh investor dalam menilai prospek jangka menengah perseroan.
Secara keseluruhan, kinerja semester I 2026 menunjukkan bahwa RMKO sedang berada dalam fase pemulihan operasional yang cukup positif. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi, peningkatan volume angkutan, arus kas operasional yang sehat, serta struktur modal yang semakin kuat menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.





