Pemilik Saham BBCA di Atas 1%, Siapa Saja?

Dwi Prakoso

Pemilik saham BBCA dengan kepemilikan di atas 1 persen

RuangInvest.com, Jakarta – Pemilik saham BBCA menjadi salah satu informasi yang menarik perhatian investor. Data kepemilikan dapat menunjukkan pihak yang memiliki kepentingan besar di Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Bagi trader dan investor yang aktif mencermati sektor perbankan, struktur kepemilikan saham dapat menjadi informasi tambahan. Data tersebut membantu melihat siapa saja pemegang saham dengan porsi signifikan.

Berdasarkan data Ajaib Terminal per 8 Juli 2026, terdapat sejumlah pemegang saham BBCA dengan kepemilikan di atas 1%. Selain itu, data tersebut juga menampilkan informasi mengenai pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficiary Owner (UBO).

Daftar Pemilik Saham BBCA di Atas 1%

Bank Central Asia Tbk. merupakan salah satu emiten perbankan yang banyak diperhatikan di Bursa Efek Indonesia. Karena itu, perubahan struktur kepemilikan BBCA menjadi informasi yang relevan bagi pelaku pasar.

Data kepemilikan saham menunjukkan besarnya porsi yang dimiliki suatu pihak. Semakin besar kepemilikan, semakin besar pula kepentingan pihak tersebut terhadap perusahaan.

Berdasarkan data Ajaib Terminal per 8 Juli 2026, terdapat empat pemegang saham BBCA yang memiliki lebih dari 1% saham.

Berikut daftar pemilik saham BBCA tersebut:

  • PT Dwimuria Investama Andalan: 67,73 miliar saham atau 54,94%.
  • Anthoni Salim: 1,42 miliar saham atau 1,15%.
  • PT Tricipta Mandhala Gumilang: 1,31 miliar saham atau 1,07%.
  • PT Caturguwiratna Sumapala: 1,26 miliar saham atau 1,02%.

PT Dwimuria Investama Andalan tercatat sebagai pemegang saham dengan porsi terbesar. Kepemilikannya mencapai 54,94% atau sekitar 67,73 miliar saham.

Sementara itu, tiga nama lainnya memiliki porsi yang jauh lebih kecil. Masing-masing berada sedikit di atas ambang kepemilikan 1%.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai konsentrasi kepemilikan BBCA. Mayoritas saham yang tercatat dalam daftar major berada pada PT Dwimuria Investama Andalan.

UBO BBCA: Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono

Selain menampilkan pemegang saham langsung, data Ownership Mapping juga memberikan informasi mengenai Ultimate Beneficiary Owner atau UBO.

UBO merujuk pada pihak yang menjadi penerima manfaat akhir dari suatu kepemilikan. Informasi ini dapat membantu investor memahami hubungan antara pemegang saham berbentuk badan usaha dan pihak di baliknya.

Dalam data BBCA yang ditampilkan Ajaib Terminal, UBO yang tercantum adalah Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Informasi tersebut memberikan konteks tambahan terhadap struktur kepemilikan saham. Investor tidak hanya melihat nama perusahaan yang tercatat sebagai pemegang saham.

Namun, investor juga dapat melihat pihak yang berada pada tingkat kepemilikan akhir. Dengan begitu, struktur kepemilikan dapat dipahami secara lebih menyeluruh.

Perlu dicatat, data kepemilikan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, investor sebaiknya memperhatikan tanggal pembaruan data sebelum menggunakan informasi tersebut sebagai dasar analisis.

Komposisi Investor Asing dan Domestik BBCA

Selain melihat pemilik saham BBCA berdasarkan nama, investor juga dapat mencermati asal pemegang saham. Data Ajaib Terminal menunjukkan perbandingan antara investor asing dan domestik.

Per 30 Juni 2026, komposisi kepemilikan BBCA tercatat sebagai berikut:

  • Investor asing: 68,92%.
  • Investor domestik: 31,08%.

Data tersebut menunjukkan porsi investor asing lebih besar dibandingkan investor domestik.

Komposisi ini juga dapat memberikan gambaran mengenai struktur investor BBCA. Namun, data tersebut tidak secara otomatis menunjukkan arah pergerakan harga saham.

Investor perlu menggabungkannya dengan indikator lain. Misalnya, volume transaksi, laporan keuangan, valuasi, kinerja laba, serta kondisi industri perbankan.

Sementara itu, tren kepemilikan asing dan domestik dapat dipantau dalam periode tertentu. Ajaib Terminal menyediakan rentang waktu seperti 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, year to date, dan 1 tahun.

Dengan grafik tersebut, trader dapat melihat apakah terjadi perubahan komposisi. Perubahan porsi investor asing juga dapat menjadi bahan untuk mengamati dinamika minat pasar.

Apa Itu Ownership Mapping?

Ownership Mapping merupakan dashboard Shareholders yang menyajikan informasi kepemilikan saham secara interaktif.

Fitur ini memberikan alternatif bagi investor yang ingin melihat struktur pemegang saham. Informasi tidak hanya disajikan dalam bentuk daftar, tetapi juga dilengkapi visualisasi.

Beberapa informasi yang tersedia dalam Ownership Mapping meliputi:

  • Tren komposisi pemegang saham berdasarkan investor domestik dan asing.
  • Perubahan komposisi dalam periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, YTD, dan 1 tahun.
  • Daftar pemegang saham Major dengan kepemilikan lebih dari 1%.
  • Informasi UBO dari entitas pemegang saham.
  • Peta Investor atau Investor Map.
  • Keterkaitan suatu entitas dengan kepemilikan saham lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, investor dapat memperoleh gambaran struktur kepemilikan secara lebih cepat.

Selain itu, fitur ini dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk mencari data dari berbagai dokumen secara terpisah.

Peta Investor Membantu Melihat Jaringan Kepemilikan

Salah satu fitur yang menarik dalam Ownership Mapping adalah Peta Investor.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna menelusuri keterkaitan suatu entitas dengan saham lain. Caranya dapat dilakukan dengan memilih salah satu pemegang saham yang tersedia dalam daftar Major.

Setelah pemegang saham dipilih, sistem akan menampilkan visualisasi jaringan kepemilikan.

Informasi yang dapat dilihat antara lain:

  • Persentase kepemilikan entitas pada saham yang sedang dianalisis.
  • Saham lain yang memiliki keterkaitan dengan entitas tersebut.
  • Jaringan kepemilikan suatu investor pada emiten lain.
  • Hubungan antara entitas pemegang saham dan investasi lainnya.

Peta tersebut dapat memberikan sudut pandang berbeda bagi trader. Mereka tidak hanya melihat siapa pemegang saham terbesar.

Di sisi lain, trader juga dapat menelusuri apakah sebuah entitas mempunyai kepemilikan signifikan pada perusahaan lain.

Hal ini dapat membantu investor memahami pola kepemilikan secara lebih luas. Namun, informasi jaringan kepemilikan tetap perlu dibaca secara hati-hati.

Kepemilikan saham bukan satu-satunya faktor yang menentukan prospek sebuah emiten. Kondisi fundamental perusahaan tetap menjadi bagian penting dalam analisis.

Cara Melihat Pemilik Saham BBCA di Ajaib Terminal

Investor yang ingin mengecek struktur pemegang saham BBCA dapat menggunakan fitur Ownership Mapping.

Berdasarkan materi yang tersedia, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Cari ticker BBCA
    Ketik kode saham BBCA pada kolom pencarian Ajaib Terminal.
  2. Buka halaman Profile
    Setelah halaman detail emiten terbuka, pilih tab Profile pada bagian navigasi.
  3. Buka panel Pemegang Saham
    Pada bagian tersebut tersedia daftar pemegang saham. Pilih filter Major (>1%) untuk melihat pemegang saham dengan porsi signifikan.
  4. Cek komposisi investor
    Gunakan widget Komposisi Pemegang Saham untuk melihat perbandingan investor domestik dan asing.
  5. Pilih rentang waktu
    Pengguna dapat menyesuaikan periode pengamatan. Pilihannya mencakup 1M, 3M, 6M, YTD, hingga 1Y.
  6. Eksplorasi Peta Investor
    Klik salah satu nama pemegang saham untuk melihat jaringan kepemilikan pada saham lainnya.

Dengan langkah tersebut, informasi mengenai pemilik saham BBCA dapat dilihat dalam satu tampilan.

Apa Arti Data Kepemilikan bagi Investor?

Data pemegang saham dapat menjadi informasi pendukung dalam proses analisis. Struktur kepemilikan membantu investor memahami konsentrasi saham pada pihak tertentu.

Kepemilikan mayoritas juga dapat memberikan gambaran mengenai struktur pengendalian perusahaan. Namun, investor tetap perlu melihat konteks perusahaan secara keseluruhan.

Misalnya, kinerja laba dan pendapatan dapat menjadi indikator fundamental. Investor juga dapat mencermati pertumbuhan kredit, kualitas aset, margin, serta rasio keuangan bank.

Selain itu, kondisi ekonomi dan kebijakan suku bunga juga dapat memengaruhi sektor perbankan. Karena itu, data kepemilikan sebaiknya tidak digunakan secara terpisah.

Perubahan komposisi asing dan domestik juga perlu dibaca berdasarkan periode pengamatan. Pergerakan dalam satu bulan belum tentu menunjukkan tren jangka panjang.

Meskipun begitu, informasi tersebut tetap berguna untuk melengkapi analisis. Terutama bagi trader yang membutuhkan gambaran mengenai struktur investor suatu saham.

Kesimpulan

Pemilik saham BBCA dengan kepemilikan di atas 1% terdiri dari beberapa pihak. PT Dwimuria Investama Andalan menjadi pemegang saham dengan porsi terbesar, yakni 54,94%.

Selain itu, terdapat Anthoni Salim dengan kepemilikan 1,15%. PT Tricipta Mandhala Gumilang memiliki 1,07%, sedangkan PT Caturguwiratna Sumapala mencapai 1,02%.

Data Ajaib Terminal juga mencantumkan Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono sebagai Ultimate Beneficiary Owner. Informasi ini membantu memberikan gambaran mengenai pihak di balik struktur kepemilikan.

Sementara itu, komposisi kepemilikan BBCA per 30 Juni 2026 terdiri dari 68,92% investor asing dan 31,08% investor domestik.

Data pemilik saham BBCA tersebut dapat menjadi bahan tambahan bagi trader dan investor. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan fundamental, valuasi, kondisi pasar, dan risiko.

Karena itu, Ownership Mapping sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu analisis. Dengan menggabungkan data kepemilikan dan informasi fundamental, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap sebelum mengambil keputusan.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Menabung di Bank BRI untuk Pemula

Cara Menabung di Bank BRI untuk Pemula

Kunjungi Artikel