RuangInvest.com, Jakarta – MDIY suntik modal TPS menjadi langkah strategis terbaru yang dilakukan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) untuk memperkuat ekspansi bisnis di sektor ritel. Melalui anak usahanya, PT Tunas Pradana Sejahtera (TPS), perseroan akan menerima tambahan modal secara bertahap dari MDIH (Singapore) Pte Ltd senilai maksimal Rp122,50 miliar.
Langkah tersebut dilakukan melalui penerbitan saham baru TPS sebanyak-banyaknya 1.225.000 saham. Setelah transaksi selesai, MDIH akan menguasai hingga 49 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh di TPS.
Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (27/6/2026). Manajemen menyatakan bahwa tambahan modal tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan investasi perusahaan di luar bisnis inti MR DIY.
Alt Text Gambar: MDIY suntik modal TPS melalui penerbitan saham baru senilai Rp122,5 miliar.
MDIY Suntik Modal TPS Lewat Penerbitan Saham Baru
Transaksi MDIY suntik modal TPS diatur dalam Perjanjian Utama Pengambilbagian Saham yang ditandatangani pada 26 Juni 2026. Dalam perjanjian tersebut, MDIH (Singapore) Pte Ltd bertindak sebagai investor, sedangkan TPS menjadi pihak penerbit saham baru.
TPS akan menerbitkan hingga 1.225.000 saham baru secara bertahap. Seluruh saham tersebut akan diambil oleh MDIH dengan nilai investasi maksimal Rp122,50 miliar.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan MDIH di TPS akan mencapai maksimal 49 persen. Sementara itu, MDIY tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengendali di anak usahanya tersebut.
Manajemen MDIY menjelaskan bahwa setiap penambahan modal berikutnya akan dilakukan secara proporsional. Karena itu, sepanjang tidak terdapat kesepakatan lain di kemudian hari, komposisi kepemilikan saham kedua pihak dipastikan tidak mengalami perubahan.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan struktur kepemilikan sekaligus memastikan arah pengembangan bisnis TPS tetap berjalan sesuai rencana jangka panjang perseroan.
Dana Investasi Digunakan untuk Pengembangan Bisnis Ritel
Tambahan modal yang diterima TPS tidak digunakan untuk memperluas jaringan toko MR DIY. Sebaliknya, dana tersebut akan diarahkan guna mendukung investasi strategis pada PT KKV Trading Indonesia.
Menurut manajemen, investasi tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha perusahaan. PT KKV Trading Indonesia merupakan entitas milik pihak ketiga yang akan mengoperasikan jaringan toko ritel di luar merek MR DIY.
Langkah ini menunjukkan bahwa MDIY mulai memperluas portofolio investasinya ke segmen ritel yang berbeda. Selain memperkuat sumber pertumbuhan baru, strategi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai jangka panjang bagi perusahaan.
Di sisi lain, ekspansi melalui investasi pada bisnis ritel non-MR DIY memberikan peluang bagi perseroan untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan jaringan toko MR DIY.
Alasan Strategis Penambahan Modal
Manajemen MDIY menilai tambahan modal tersebut memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain:
- Mendukung investasi pada PT KKV Trading Indonesia.
- Memperluas portofolio bisnis ritel di luar merek MR DIY.
- Menyiapkan sumber pertumbuhan usaha baru.
- Memperkuat struktur pendanaan TPS.
- Mendorong pengembangan bisnis jangka panjang.
Transaksi Tergolong Afiliasi
Meski memiliki tujuan strategis, transaksi ini juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. Hal tersebut karena MDIH merupakan pemegang saham utama MDIY.
Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Mei 2026, MDIH menguasai sebanyak 8.953.524.000 saham atau setara 35,54 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh MDIY.
Sementara itu, TPS saat ini merupakan anak usaha MDIY. Perseroan memiliki sebanyak 534.600 saham atau sekitar 99 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh TPS.
Selain hubungan kepemilikan tersebut, terdapat kesamaan pengendali. Tan Yu Yeh, yang merupakan penerima manfaat akhir sekaligus pengendali MDIY, juga menjabat sebagai Direktur di MDIH (Singapore) Pte Ltd.
Karena adanya hubungan kepemilikan dan pengendalian tersebut, pengambilbagian saham TPS oleh MDIH memenuhi kriteria sebagai transaksi afiliasi sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal Indonesia.
Meskipun begitu, manajemen menegaskan bahwa transaksi dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan bisnis perusahaan. Selain itu, tambahan modal diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi strategis yang telah direncanakan.
Ke depan, investor diperkirakan akan mencermati implementasi investasi tersebut, khususnya terhadap perkembangan bisnis PT KKV Trading Indonesia. Jika ekspansi berjalan sesuai target, langkah MDIY suntik modal TPS berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis perseroan di luar jaringan ritel MR DIY. Dengan strategi diversifikasi tersebut, perusahaan berupaya menciptakan peluang pertumbuhan baru sekaligus memperkuat daya saing di industri ritel yang semakin kompetitif.





