Laba Bersih DYAN Melonjak 122 Persen pada Semester I-2026

Dwi Prakoso

Kinerja laba bersih DYAN semester I-2026 meningkat didukung bisnis event dan exhibition.

RuangInvest.com, JakartaLaba bersih DYAN semester I-2026 mencatat pertumbuhan yang sangat kuat. PT Dyandra Media International Tbk (Kode Saham: DYAN) membukukan laba bersih sebesar Rp42,7 miliar hingga akhir Juni 2026. Capaian tersebut meningkat 122 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp19,2 miliar.

Peningkatan laba tersebut turut didorong oleh pertumbuhan pendapatan di hampir seluruh lini usaha. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap industri penyelenggaraan event, pameran, konferensi, hingga konser masih tetap tinggi sepanjang paruh pertama tahun ini.

Manajemen menilai hasil tersebut merupakan buah dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten. Selain memperkuat portofolio event milik sendiri atau intellectual property (IP), perseroan juga terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas kerja sama strategis untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pendapatan DYAN Tumbuh 17 Persen pada Semester I-2026

Direktur Utama PT Dyandra Media International Tbk, Daswar Marpaung, mengatakan peningkatan pendapatan dan profitabilitas merupakan hasil dari inovasi serta keberhasilan pelaksanaan strategi bisnis perusahaan.

Sepanjang semester I-2026, pendapatan konsolidasi DYAN mencapai Rp780,8 miliar. Angka tersebut naik sekitar 17 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp668,3 miliar.

Kontributor terbesar masih berasal dari segmen Event & Exhibition Organizer melalui PT Dyandra Promosindo beserta anak usahanya. Segmen ini menghasilkan pendapatan Rp703 miliar atau sekitar 90 persen dari total pendapatan perusahaan.

Sementara itu, kontribusi segmen usaha lainnya meliputi:

  • Convention & Exhibition Hall melalui PT Nusa Dua Indonesia sebesar Rp40,2 miliar atau sekitar 5 persen.
  • Bisnis Hotel melalui PT Graha Multi Utama sebesar Rp24,6 miliar atau sekitar 3 persen.
  • Supporting Event melalui PT Dyamall Graha Utama sebesar Rp14,6 miliar atau sekitar 2 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa bisnis penyelenggaraan event masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Namun, lini usaha lainnya juga terus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja secara keseluruhan.

Profitabilitas Semakin Kuat Berkat Tingginya Aktivitas Event

Selain kenaikan pendapatan, perusahaan juga mencatat peningkatan profitabilitas yang cukup signifikan.

Operating profit DYAN mencapai Rp60,2 miliar atau meningkat 93 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp31,2 miliar.

Sementara itu, EBITDA naik 37 persen menjadi Rp99,9 miliar dari sebelumnya Rp72,7 miliar.

Manajemen menegaskan akan terus memperkuat portofolio IP Event, meningkatkan kualitas layanan di seluruh lini bisnis, serta memperluas kolaborasi strategis. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Corporate Secretary DYAN, Mirna Gozal, menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan penyelenggaraan pameran, konferensi, konser, hingga berbagai event berskala nasional menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan perusahaan.

Menurutnya, Dyandra kini memiliki lebih dari 15 IP Event yang telah dikenal luas di Indonesia.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Indonesia International Motor Show (IIMS)
  • Indonesia International Furniture Expo
  • Halal Indo
  • Projek D
  • Indo Wood Expo
  • Deep Extreme Indonesia
  • Sunset di Kebun
  • Sunset di Pantai
  • FLOII Expo
  • Indonesia Woman Fest
  • Jakarta International Pet Show
  • Indonesia Coffee Expo

Keberadaan berbagai event tersebut memberikan sumber pendapatan yang lebih stabil karena sebagian besar merupakan agenda rutin yang memiliki basis pengunjung dan peserta yang terus berkembang.

Bisnis Pariwisata Ikut Mendukung Pertumbuhan DYAN

Tidak hanya bisnis event, segmen tourism dan leisure juga menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang semester pertama tahun ini.

Melalui PT Mitra Natura Raya, perusahaan mencatat kenaikan jumlah pengunjung di unit bisnis pengelolaan Kebun Raya.

Jumlah kunjungan mencapai lebih dari 1,36 juta orang atau meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas wisata dan rekreasi mulai kembali meningkat. Selain itu, kenaikan jumlah pengunjung turut memperkuat sumber pendapatan di luar bisnis event sehingga struktur bisnis perseroan menjadi lebih beragam.

Diversifikasi ini dinilai penting karena dapat membantu menjaga stabilitas pendapatan ketika salah satu segmen menghadapi perlambatan.

Prospek DYAN Menarik Seiring Pertumbuhan Industri Event

Prospek PT Dyandra Media International Tbk masih terlihat positif hingga akhir 2026. Tingginya permintaan terhadap penyelenggaraan pameran, konser, konferensi, hingga berbagai IP Event diperkirakan tetap menjadi motor pertumbuhan perusahaan.

Selain itu, tren meningkatnya aktivitas pariwisata domestik juga berpotensi memberikan tambahan kontribusi terhadap bisnis pengelolaan destinasi wisata yang dimiliki perseroan.

Bagi investor, pertumbuhan laba bersih hingga 122 persen menjadi sinyal bahwa strategi bisnis DYAN berjalan efektif. Peningkatan operating profit dan EBITDA juga menunjukkan kualitas pertumbuhan yang semakin baik, bukan hanya berasal dari kenaikan pendapatan semata.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, serta keberlanjutan penyelenggaraan event berskala besar. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi laju pertumbuhan pendapatan pada periode berikutnya.

Apabila perusahaan mampu mempertahankan momentum penyelenggaraan IP Event, memperluas kolaborasi strategis, serta menjaga efisiensi operasional, DYAN memiliki peluang untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri event dan exhibition di Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu