RuangInvest.com, Jakarta – IPO RANS memasuki tahapan akhir setelah masa penawaran umum (offering) dijadwalkan berakhir pada Rabu, 8 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Tahapan tersebut menjadi salah satu proses penting sebelum saham perusahaan resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Antusiasme investor terhadap penawaran saham perdana PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk terlihat sangat tinggi. Hingga pagi hari, jumlah investor yang mengikuti proses penawaran telah melampaui 1 juta Single Investor Identification (SID). Angka tersebut mencerminkan besarnya perhatian pasar terhadap emiten yang berada di bawah naungan Raffi Ahmad.
Setelah masa penawaran ditutup, perusahaan akan melanjutkan proses penjatahan efek pada hari yang sama. Selanjutnya, distribusi saham dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026, sementara pencatatan perdana saham RANS di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 10 Juli 2026.
IPO RANS Masuki Tahap Akhir Sebelum Listing
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan Initial Public Offering (IPO).
Harga penawaran final ditetapkan sebesar Rp170 per saham. Dengan harga tersebut, perusahaan berhasil menghimpun dana segar dari pasar modal yang nantinya akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis serta memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Sementara itu, proses IPO RANS berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setelah penjatahan dilakukan pada 8 Juli, investor akan menerima distribusi saham pada 9 Juli sebelum akhirnya saham resmi diperdagangkan sehari berikutnya.
Tahapan tersebut menjadi penutup rangkaian IPO yang cukup ramai sepanjang awal Juli 2026. Di sisi lain, RANS juga menjadi emiten terakhir yang mencatatkan sahamnya pada periode tersebut.
Valuasi Premium Dinilai Masih Wajar
Dengan harga IPO Rp170 per saham, valuasi perusahaan tercatat memiliki Price Earning Ratio (PER) sebesar 28,33 kali. Selain itu, Price Book Value (PBV) mencapai 5,03 kali.
Meski tergolong premium dibanding sejumlah perusahaan media konvensional, valuasi tersebut dinilai masih masuk akal. Alasannya, RANS mengembangkan model bisnis berbasis ekosistem konten digital yang mengandalkan intellectual property (IP) sebagai aset utama.
Selain memiliki lini bisnis media digital, perusahaan juga mengembangkan berbagai aktivitas komersial yang terintegrasi. Mulai dari produksi konten, manajemen talenta, hiburan, pemasaran digital, hingga kolaborasi dengan berbagai merek nasional.
Model bisnis tersebut dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang berbeda dibanding perusahaan media tradisional. Karena itu, sebagian investor melihat potensi pertumbuhan laba masih cukup terbuka dalam beberapa tahun ke depan.
Raffi Ahmad Tetap Menjadi Pemegang Saham Pengendali
Usai IPO selesai dilaksanakan, Raffi Ahmad diproyeksikan tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 62,93 persen.
Selain Raffi Ahmad, beberapa nama publik juga tercatat sebagai pemegang saham perusahaan. Di antaranya Dony Oskaria, Sutanto Hartono, Kaesang Pangarep, serta Nagita Slavina. Meski demikian, porsi kepemilikan mereka relatif kecil dibandingkan kepemilikan pendiri perusahaan.
Kehadiran sejumlah tokoh tersebut turut meningkatkan perhatian publik terhadap proses IPO RANS. Tidak sedikit investor ritel yang mengikuti perkembangan perusahaan sejak masa bookbuilding hingga penawaran umum.
Besarnya eksposur media yang dimiliki perusahaan juga menjadi salah satu faktor yang membuat saham ini banyak diperbincangkan menjelang pencatatan perdana.
Prospek IPO RANS untuk Investor
Tingginya jumlah investor yang berpartisipasi menunjukkan bahwa minat terhadap IPO RANS sangat besar. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.
Beberapa faktor yang dapat menjadi perhatian antara lain:
- Pertumbuhan industri media digital dan ekonomi kreatif di Indonesia.
- Kemampuan perusahaan memperluas monetisasi intellectual property (IP).
- Diversifikasi sumber pendapatan di luar bisnis konten digital.
- Kinerja keuangan setelah memperoleh dana hasil IPO.
- Strategi ekspansi perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Di sisi lain, investor juga perlu memperhatikan risiko yang melekat pada industri media digital. Persaingan konten yang semakin ketat serta perubahan tren konsumsi masyarakat dapat memengaruhi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Namun, apabila RANS mampu mempertahankan basis audiens yang besar sekaligus mengembangkan berbagai lini bisnis baru, peluang peningkatan pendapatan dinilai masih cukup terbuka.
Dengan dukungan ekosistem hiburan yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir, perusahaan memiliki modal untuk memperluas kerja sama komersial dan meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham.
Menjelang pencatatan saham pada 10 Juli 2026, perhatian pelaku pasar diperkirakan masih akan tertuju pada pergerakan harga saham RANS. Tingginya jumlah investor yang mencapai lebih dari 1 juta SID menjadi salah satu indikator besarnya ekspektasi pasar terhadap emiten media tersebut. Meski demikian, investor tetap disarankan mengedepankan analisis fundamental, profil risiko, dan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan membeli ataupun menambah kepemilikan saham.





