RuangInvest.com – Jakarta – IPO BACH dan EMMI resmi mengakhiri masa penawaran umum (offering) pada Senin (6/7/2026) pukul 09.00 WIB. Tahapan tersebut menjadi penutup proses penawaran saham kepada investor sebelum kedua emiten melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Setelah masa offering selesai, proses penjatahan efek dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama. Selanjutnya, distribusi saham kepada investor akan dilakukan pada 7 Juli 2026 sebelum resmi diperdagangkan di BEI pada 8 Juli 2026.
Kehadiran dua emiten baru dari sektor yang berbeda ini menarik perhatian pelaku pasar. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) bergerak sebagai distributor genset untuk kebutuhan industri, sedangkan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) berfokus pada penyediaan peralatan kesehatan. Perbedaan sektor usaha tersebut memberikan pilihan investasi yang beragam bagi investor.
IPO BACH dan EMMI Masuki Tahap Akhir
IPO BACH dan EMMI memasuki tahap akhir setelah menjalani periode penawaran umum selama tiga hari kerja, yakni pada 2 hingga 6 Juli 2026. Tahapan berikutnya adalah penjatahan saham kepada investor sesuai hasil pemesanan yang masuk.
Apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal, saham kedua perusahaan akan didistribusikan pada 7 Juli 2026. Setelah itu, BACH dan EMMI dijadwalkan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penawaran saham perdana. Investor yang memperoleh penjatahan nantinya dapat mulai memperdagangkan sahamnya pada hari pertama pencatatan di pasar reguler.
Selain itu, pasar juga akan mencermati besarnya tingkat permintaan selama masa penawaran. Tingginya minat investor sering menjadi indikator awal terhadap antusiasme pasar, meskipun tidak selalu menjamin pergerakan harga setelah listing.
Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
PT Bach Multi Global Tbk merupakan perusahaan yang bergerak sebagai distributor generator set atau genset untuk kebutuhan industri. Perseroan diketahui memiliki afiliasi dengan Grup Djarum.
Martin Basuki Hartono dan Viktor Rahmat Hartono tercatat sebagai ultimate beneficial owner (UBO) BACH melalui PT Global Telekomunikasi Prima (GTP). Keterkaitan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian investor menjelang pencatatan saham.
Dalam penawaran umum perdana, BACH menetapkan harga final IPO sebesar Rp442 per saham. Harga tersebut berada di kisaran tengah dari rentang book building yang sebelumnya dipatok Rp400 hingga Rp500 per saham.
Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp271,8 miliar. Dana hasil IPO umumnya dimanfaatkan perusahaan untuk mendukung ekspansi usaha, memperkuat modal kerja, maupun meningkatkan kapasitas operasional.
Ke depan, permintaan genset diperkirakan masih didukung oleh pertumbuhan kawasan industri, proyek infrastruktur, pusat data, hingga sektor manufaktur yang membutuhkan pasokan listrik cadangan. Namun, kinerja perusahaan tetap bergantung pada realisasi proyek dan kondisi ekonomi nasional.
EMMI Fokus Peralatan Medis dan Layanan Rumah Sakit
Sementara itu, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menawarkan sekitar 522,8 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Perseroan menetapkan harga final sebesar Rp470 per saham. Dengan harga tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp245,7 miliar.
EMMI dikenal sebagai produsen sekaligus penyedia berbagai peralatan kesehatan, khususnya untuk ruang perawatan kritikal. Produk yang dipasarkan meliputi mesin anestesi, monitor pasien, instrumen bedah, hingga infusion pump.
Saat ini, perusahaan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan pelanggan tersebut menjadi salah satu kekuatan bisnis EMMI dalam memperluas pangsa pasar alat kesehatan nasional.
Selain itu, EMMI mengoperasikan dua fasilitas produksi. Pabrik utama berada di Cikupa, Tangerang, Banten dengan luas sekitar 3.000 meter persegi. Perseroan juga memiliki fasilitas produksi di Solo, Karanganyar, Jawa Tengah seluas sekitar 200 meter persegi.
Keberadaan fasilitas produksi dalam negeri memberikan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Prospek IPO BACH dan EMMI untuk Investor
IPO BACH dan EMMI menawarkan karakter bisnis yang berbeda sehingga dapat menjadi pertimbangan investor sesuai profil risiko masing-masing.
BACH memiliki eksposur terhadap sektor industri yang erat kaitannya dengan investasi, pembangunan kawasan industri, serta kebutuhan energi cadangan. Apabila aktivitas industri terus bertumbuh, permintaan genset berpotensi meningkat.
Di sisi lain, EMMI bergerak di sektor kesehatan yang cenderung lebih defensif. Kebutuhan rumah sakit terhadap peralatan medis relatif berkelanjutan, terutama seiring peningkatan layanan kesehatan dan modernisasi fasilitas medis di Indonesia.
Bagi investor, terdapat beberapa hal yang layak diperhatikan sebelum memutuskan investasi, antara lain:
- Mencermati penggunaan dana hasil IPO oleh masing-masing emiten.
- Memantau pertumbuhan pendapatan dan laba setelah menjadi perusahaan publik.
- Mengamati valuasi saham dibandingkan perusahaan sejenis.
- Memperhatikan likuiditas perdagangan saham pada awal masa listing.
- Mengikuti keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan secara berkala.
Meskipun begitu, investor tetap perlu memahami bahwa harga saham setelah IPO dapat bergerak sangat fluktuatif. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan fundamental perusahaan, prospek industri, serta strategi investasi jangka panjang.
Dengan berakhirnya masa penawaran umum hari ini, perhatian pasar kini beralih pada proses penjatahan dan perdagangan perdana saham BACH serta EMMI di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Kedua emiten diharapkan dapat memanfaatkan status sebagai perusahaan terbuka untuk mempercepat ekspansi bisnis dan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham.





