RuangInvest.com, Jakarta – IHSG pekan depan rawan koreksi setelah mengakhiri perdagangan Jumat (26/6/2026) dengan penurunan tajam. Pelaku pasar masih dibayangi tekanan jual sehingga peluang pelemahan lanjutan dinilai masih cukup besar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,72 persen ke level 5.896. Penurunan tersebut sekaligus mengonfirmasi meningkatnya tekanan jual yang terjadi di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Di tengah kondisi tersebut, MNC Sekuritas menilai investor tetap memiliki peluang memanfaatkan momentum melalui sejumlah saham pilihan. Strategi yang disarankan pun beragam, mulai dari trading buy, buy on weakness, hingga sell on strength sesuai karakter pergerakan masing-masing saham.
IHSG Pekan Depan Rawan Koreksi, Waspadai Area Support
Dalam riset terbarunya, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. Kondisi tersebut membuat indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.
Tim analis memperkirakan IHSG akan menguji area support pada kisaran 5.723 hingga 5.784. Sementara itu, apabila terjadi penguatan, ruang kenaikan diperkirakan hanya menuju area 5.912 sampai 5.937.
Selain itu, level support penting IHSG berada di 5.784 dan 5.594. Adapun resistance utama diperkirakan berada di level 6.286 dan 6.459.
Dengan kondisi tersebut, investor disarankan lebih selektif dalam memilih saham. Manajemen risiko juga menjadi faktor penting mengingat volatilitas pasar masih cukup tinggi.
Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas
Di tengah proyeksi IHSG pekan depan rawan koreksi, MNC Sekuritas tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang layak dicermati.
BULL, CUAN, dan JSMR Masih Menarik
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) – Trading Buy
Saham BULL terkoreksi 4,89 persen ke level Rp350. Penurunan tersebut disertai tekanan jual dan harga telah menembus area MA20 serta MA200.
Secara teknikal, posisi BULL diperkirakan sedang berada di akhir wave (A) dari wave [B].
- Trading Buy: Rp324–Rp336
- Target Price: Rp364 dan Rp378
- Stoploss: di bawah Rp316
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Buy on Weakness
CUAN melemah 9,60 persen ke Rp565. Tekanan jual masih mendominasi sehingga saham ini diperkirakan sedang berada pada bagian wave B dari wave (A).
Meskipun begitu, analis melihat peluang akumulasi ketika harga berada di area yang lebih rendah.
- Buy on Weakness: Rp520–Rp550
- Target Price: Rp720 dan Rp830
- Stoploss: di bawah Rp482
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) – Buy on Weakness
JSMR turun 6,96 persen menjadi Rp2.940. Pergerakan saham kembali berada di bawah MA60 dan diperkirakan sedang membentuk wave (2) dari wave [A].
Kondisi tersebut membuka peluang bagi investor yang ingin melakukan akumulasi bertahap.
- Buy on Weakness: Rp2.770–Rp2.930
- Target Price: Rp3.170 dan Rp3.410
- Stoploss: di bawah Rp2.770
WIIM Disarankan Sell on Strength
Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi sell on strength untuk saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
WIIM terkoreksi 1,49 persen ke level Rp1.655. Tekanan jual masih terlihat sehingga peluang kenaikan dinilai relatif terbatas.
Analis memperkirakan posisi WIIM sedang berada di akhir wave A dari wave (B). Karena itu, saham ini berpotensi kembali terkoreksi membentuk wave B.
Area koreksi diperkirakan berada pada kisaran Rp1.520 hingga Rp1.575. Sementara itu, investor dapat mempertimbangkan aksi jual ketika harga bergerak di area Rp1.725 sampai Rp1.755.
Strategi Investor Menghadapi Pelemahan IHSG
Prospek IHSG pekan depan rawan koreksi menunjukkan bahwa kehati-hatian masih menjadi strategi utama. Investor sebaiknya tidak terburu-buru mengejar saham yang sedang mengalami kenaikan tajam.
Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Fokus pada saham dengan rekomendasi buy on weakness.
- Gunakan batas stoploss secara disiplin.
- Hindari membeli saham saat terjadi lonjakan harga yang berlebihan.
- Perhatikan level support dan resistance sebagai acuan transaksi.
- Lakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko.
Sementara itu, investor jangka pendek juga perlu memperhatikan perkembangan sentimen pasar yang berpotensi memengaruhi arah IHSG dalam beberapa hari perdagangan mendatang.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, penerapan manajemen risiko menjadi kunci agar keputusan investasi tetap terukur. Selain itu, disiplin mengikuti target harga dan stoploss dapat membantu meminimalkan potensi kerugian apabila tekanan jual kembali meningkat.





