RuangInvest.com, Jakarta – IHSG hari ini diperkirakan masih bergerak terbatas setelah mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar diprediksi masih mencermati sentimen global maupun pergerakan dana asing yang memengaruhi arah indeks.
Pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,72 persen ke level 5.896,13. Penurunan tersebut terjadi seiring aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai Rp302 miliar.
Meski demikian, analis menilai peluang pemulihan masih terbuka. Namun, pergerakan indeks diperkirakan cenderung sideways karena pasar masih menunggu katalis baru yang mampu mendorong minat beli investor.
IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak Sideways
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG hari ini bergerak di area 5.850 hingga 6.000. Menurutnya, pelaku pasar masih akan mengamati berbagai sentimen eksternal maupun domestik sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.
Selain itu, tekanan jual asing pada akhir pekan lalu masih menjadi perhatian. Arus keluar dana asing tersebut turut membebani pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Sementara itu, level support IHSG berada di kisaran 5.750 hingga 5.850. Adapun level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.000 sampai 6.100.
Dengan rentang tersebut, investor disarankan tetap disiplin dalam mengatur strategi transaksi. Penggunaan batas kerugian atau cut loss dinilai penting untuk mengantisipasi volatilitas pasar yang masih tinggi.
Aksi Jual Asing Masih Membayangi Pasar
Pada perdagangan sebelumnya, investor asing membukukan net sell sebesar Rp302 miliar. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat indeks belum mampu bergerak lebih kuat.
Beberapa saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi:
- BMRI
- EMAS
- ASII
- BRPT
- TLKM
Meskipun begitu, tidak semua sektor mengalami tekanan yang sama. Sejumlah saham lapis kedua masih menunjukkan peluang teknikal yang menarik sehingga layak dicermati oleh investor jangka pendek.
Strategi Menghadapi Pergerakan Sideways
Dalam kondisi pasar yang bergerak mendatar, investor dapat lebih selektif memilih saham yang memiliki sinyal teknikal positif. Selain itu, disiplin pada area beli dan batas cut loss menjadi kunci untuk mengurangi risiko.
Investor juga disarankan tidak terburu-buru mengejar harga ketika saham mengalami kenaikan tajam. Sebaliknya, pembelian secara bertahap pada area support dapat menjadi pilihan yang lebih bijak.
Enam Saham Pilihan BNI Sekuritas
BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai memiliki peluang menarik pada perdagangan IHSG hari ini. Berikut rincian rekomendasinya.
1. HRTA
Rekomendasi: Buy on Weakness
- Area beli: Rp1.700-Rp1.740
- Cut loss: di bawah Rp1.690
- Target terdekat: Rp1.820-Rp1.900
Saham HRTA dinilai masih memiliki peluang rebound selama mampu bertahan di area support yang telah ditentukan.
2. BUMI
Rekomendasi: Spec Buy
- Area beli: Rp140-Rp141
- Cut loss: di bawah Rp136
- Target terdekat: Rp145-Rp150
BUMI masih menarik bagi trader jangka pendek karena berpotensi melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan di atas area beli.
3. BIPI
Rekomendasi: Buy on Weakness
- Area beli: Rp120-Rp126
- Cut loss: di bawah Rp115
- Target terdekat: Rp130-Rp140
Pergerakan BIPI diperkirakan masih memiliki ruang kenaikan apabila tekanan jual mulai mereda.
4. BNBR
Rekomendasi: Spec Buy
- Area beli: Rp90-Rp93
- Cut loss: di bawah Rp86
- Target terdekat: Rp100-Rp106
BNBR menjadi salah satu saham yang dinilai menarik bagi investor dengan profil risiko agresif.
5. INDY
Rekomendasi: Buy on Weakness
- Area beli: Rp1.800-Rp1.845
- Cut loss: di bawah Rp1.790
- Target terdekat: Rp1.885-Rp1.940
INDY dinilai masih memiliki peluang menguji area resistance apabila sentimen pasar membaik.
6. SCMA
Rekomendasi: Spec Buy
- Area beli: Rp202-Rp206
- Cut loss: di bawah Rp200
- Target terdekat: Rp210-Rp218
SCMA juga masuk dalam daftar saham pilihan karena menunjukkan peluang teknikal untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.
Prospek IHSG Hari Ini Masih Menunggu Sentimen Baru
Secara keseluruhan, IHSG hari ini diperkirakan masih bergerak terbatas di kisaran 5.850 hingga 6.000. Aksi jual asing serta minimnya sentimen positif membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati.
Namun, peluang transaksi tetap terbuka pada saham-saham yang memiliki momentum teknikal positif. Karena itu, investor disarankan fokus pada manajemen risiko, disiplin terhadap area beli, serta menerapkan cut loss sesuai rencana investasi masing-masing.
Dengan strategi yang tepat, pergerakan sideways tidak selalu menjadi hambatan. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang pada saham-saham yang masih memiliki potensi kenaikan dalam jangka pendek.





