IHSG Hari Ini Berpotensi Koreksi, Cermati AMRT dan TINS

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – IHSG hari ini masih dibayangi tekanan jual setelah menutup perdagangan sebelumnya di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (17/6/2026) terkoreksi 0,55 persen ke level 6.220.

Tekanan jual yang muncul pada perdagangan sebelumnya membuat pelaku pasar perlu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi jangka pendek. Meskipun demikian, sejumlah saham masih dinilai menarik untuk dicermati karena memiliki peluang teknikal yang cukup baik.

Berdasarkan riset terbaru MNC Sekuritas, IHSG hari ini diperkirakan masih berada dalam fase koreksi sebagai bagian dari pola pergerakan gelombang teknikal. Namun, peluang penguatan tetap terbuka apabila indeks mampu bertahan di area support penting.

IHSG Hari Ini Masih Berpotensi Mengalami Koreksi

Tim analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3. Dalam skenario tersebut, indeks masih memiliki peluang menguat untuk menguji area 6.476 hingga 6.577.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi tekanan lanjutan. Koreksi masih dapat membawa IHSG menuju area support di kisaran 6.113 hingga 6.176.

Selain itu, pergerakan pasar global dan sentimen ekonomi domestik diperkirakan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah indeks dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan Kamis (18/6/2026), level teknikal penting yang perlu diperhatikan adalah:

  • Support: 5.784 dan 5.594
  • Resistance: 6.286 dan 6.459

Apabila IHSG mampu menembus area resistance terdekat, peluang pemulihan akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan.

Rekomendasi Saham AMRT dan TINS

Di tengah pergerakan IHSG hari ini yang masih cenderung melemah, sejumlah saham dinilai memiliki peluang menarik berdasarkan analisis teknikal.

AMRT Direkomendasikan Trading Buy

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berhasil menguat 2,89 persen ke level Rp1.425 pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut didukung oleh dominasi volume pembelian.

Selain itu, pergerakan saham AMRT masih berada dalam rentang rata-rata pergerakan MA20 dan MA60. Secara teknikal, posisi saham ini diperkirakan sedang berada pada bagian wave [iv] dari wave C.

Rekomendasi untuk AMRT:

  • Trading Buy: Rp1.305 – Rp1.380
  • Target Price 1: Rp1.470
  • Target Price 2: Rp1.535
  • Stop Loss: di bawah Rp1.295

Dengan tren pembelian yang masih terlihat, saham AMRT berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu mempertahankan area support terdekat.

TINS Menarik Saat Koreksi

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) terkoreksi 1,72 persen ke level Rp3.540. Koreksi tersebut terjadi bersamaan dengan munculnya tekanan jual.

Namun, analis menilai posisi TINS saat ini sedang berada pada bagian wave (B) dari wave [B]. Karena itu, strategi buy on weakness dinilai lebih sesuai untuk investor yang ingin mengoleksi saham ini.

Rekomendasi untuk TINS:

  • Buy on Weakness: Rp3.130 – Rp3.380
  • Target Price 1: Rp3.710
  • Target Price 2: Rp3.940
  • Stop Loss: di bawah Rp3.100

Sementara itu, investor disarankan menunggu harga mendekati area beli yang direkomendasikan agar rasio risiko dan potensi keuntungan menjadi lebih optimal.

ELSA dan INKP Disarankan Sell on Strength

Berbeda dengan AMRT dan TINS, dua saham lainnya justru dinilai lebih tepat untuk strategi sell on strength karena masih berisiko mengalami koreksi lanjutan.

ELSA Berpotensi Mengalami Tekanan

PT Elnusa Tbk (ELSA) naik tipis 0,82 persen ke level Rp615. Meski mencatat kenaikan, saham ini masih didominasi tekanan jual dan belum mampu menembus MA20.

Menurut analisis teknikal, ELSA diperkirakan berada pada awal wave (5) dari wave [C]. Kondisi tersebut membuat saham ini rawan mengalami koreksi menuju area Rp486 hingga Rp535.

Rekomendasi ELSA:

  • Sell on Strength: Rp620 – Rp635

Investor yang sudah memiliki saham ini dapat mempertimbangkan area tersebut sebagai kesempatan untuk melakukan profit taking.

INKP Masih Rentan Melanjutkan Koreksi

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun 0,97 persen ke level Rp7.650 pada perdagangan sebelumnya. Tekanan jual masih terlihat dominan dan harga belum berhasil menembus MA20.

Secara teknikal, posisi INKP diperkirakan sedang berada pada awal wave [v] dari wave C dari wave (B). Karena itu, saham ini masih berpotensi melanjutkan pelemahan.

Analis memperkirakan area koreksi berikutnya berada pada kisaran Rp6.050 hingga Rp6.525.

Rekomendasi INKP:

  • Sell on Strength: Rp7.875 – Rp8.175

Meskipun begitu, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan sentimen pasar dan volume transaksi sebelum mengambil keputusan.

Strategi Investor Menghadapi Pergerakan IHSG Hari Ini

Dalam kondisi IHSG hari ini yang masih berpotensi terkoreksi, disiplin dalam menerapkan manajemen risiko menjadi faktor penting. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan level support dan resistance serta memasang batas kerugian sesuai rencana investasi.

Selain itu, pemilihan saham dengan momentum teknikal yang lebih kuat dapat membantu mengurangi risiko saat pasar bergerak fluktuatif. AMRT dan TINS menjadi dua saham yang layak dicermati untuk peluang jangka pendek, sementara ELSA dan INKP lebih cocok menggunakan strategi sell on strength.

Karena itu, pelaku pasar sebaiknya tidak terburu-buru mengambil posisi besar hingga arah pergerakan indeks menjadi lebih jelas. Dengan strategi yang tepat, peluang tetap dapat dimanfaatkan meskipun pasar sedang berada dalam fase konsolidasi dan koreksi.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu