RuangInvest.com, Jakarta – PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menegaskan strategi HUMI fokus optimalisasi aset 2026 setelah menjalani fase investasi besar sepanjang 2025. Perseroan akan memaksimalkan pemanfaatan aset yang telah diakuisisi guna mendorong pertumbuhan kinerja dan profitabilitas pada tahun-tahun mendatang.
Langkah tersebut dilakukan setelah perusahaan memperluas armada pengangkut LNG dan LPG serta melakukan diversifikasi bisnis ke sektor energi hilir. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.
Manajemen menilai tahun 2025 merupakan periode pembangunan kapasitas dan penguatan aset produktif. Sementara itu, tahun 2026 akan menjadi fase optimalisasi dan monetisasi investasi yang telah direalisasikan.
HUMI Fokus Optimalisasi Aset 2026 untuk Tingkatkan Kinerja
Direktur Utama HUMI, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, mengatakan bahwa 2025 menjadi tahun investasi strategis bagi perseroan. Fokus utama diarahkan untuk memperkuat fondasi bisnis agar mampu mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai investasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan memperbesar skala usaha. Namun, langkah tersebut juga diarahkan untuk menciptakan model bisnis yang lebih terintegrasi dan memiliki daya tahan tinggi.
Perseroan mengalokasikan investasi pada sejumlah aset produktif, termasuk kapal pengangkut LNG dan kapal tanker LPG. Selain itu, perusahaan juga memperluas cakupan usaha melalui sektor energi hilir yang dinilai memiliki prospek menjanjikan.
Ari Askhara menjelaskan bahwa kombinasi penguatan armada dan diversifikasi bisnis akan menjadi modal penting untuk menghadapi fase pertumbuhan berikutnya. Karena itu, tahun 2026 akan difokuskan pada peningkatan utilisasi aset yang telah dimiliki.
Selain mengoptimalkan armada, HUMI juga akan memperkuat sinergi antar-unit usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbesar kontribusi pendapatan.
Penambahan Armada LNG dan LPG Jadi Katalis Pertumbuhan
Sepanjang 2025, HUMI melalui sejumlah entitas anak usaha menambah aset produktif berupa kapal LNG dan tanker LPG. Investasi ini dilakukan untuk memperkuat posisi perseroan dalam rantai logistik energi nasional.
Penambahan armada tersebut memberikan kapasitas lebih besar dalam memenuhi kebutuhan distribusi energi yang terus meningkat. Di sisi lain, langkah ini juga memperluas peluang bisnis perusahaan di sektor energi.
Manajemen menilai armada baru akan menjadi sumber pendapatan berulang dalam jangka panjang. Selain itu, aset tersebut berpotensi meningkatkan utilisasi kapal dan memperluas basis pelanggan.
Beberapa manfaat dari penambahan armada antara lain:
- Meningkatkan kapasitas distribusi LNG dan LPG.
- Memperkuat posisi dalam logistik energi nasional.
- Menambah sumber pendapatan berulang.
- Memperluas jaringan pelanggan.
- Meningkatkan daya saing bisnis energi.
Dengan prospek industri energi yang masih kuat, investasi armada dinilai dapat menjadi pendorong pertumbuhan kinerja dalam beberapa tahun ke depan.
Diversifikasi Bisnis Perkuat Sumber Pendapatan Baru
Selain memperkuat bisnis inti, HUMI juga melanjutkan strategi diversifikasi usaha. Salah satu langkah penting dilakukan melalui akuisisi PT Solusi Prisma Metana (SPM) oleh anak usaha PT GTS Internasional Tbk (GTSI).
SPM dikenal sebagai salah satu pionir bisnis LNG retail di Indonesia. Perusahaan tersebut menyediakan LNG sebagai alternatif energi yang lebih bersih dan efisien dibandingkan bahan bakar konvensional.
Melalui distribusi LNG menggunakan kemasan Dewar berkapasitas 175 liter, SPM melayani berbagai pelanggan komersial dan industri. Segmen utama yang menjadi target adalah sektor horeka yang mencakup hotel, restoran, dan kafe.
Strategi Energi Hilir yang Menjanjikan
Akuisisi SPM dinilai mampu memperluas rantai bisnis HUMI dari sektor transportasi energi menuju distribusi energi langsung kepada pengguna akhir. Dengan demikian, perusahaan memiliki sumber pertumbuhan baru yang lebih beragam.
Selain itu, tren penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan memberikan peluang besar bagi bisnis LNG retail. Karena itu, diversifikasi usaha menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Kinerja Tetap Tumbuh di Tengah Fase Investasi
Meski berada dalam fase investasi, HUMI tetap mencatatkan pertumbuhan operasional yang positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD128,15 juta atau meningkat 0,37 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pencapaian tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan di tengah tantangan industri maritim dan energi global. Sementara itu, tingkat utilisasi aset yang terjaga turut mendukung stabilitas pendapatan.
Manajemen optimistis investasi yang telah direalisasikan akan memberikan dampak lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Dengan armada yang semakin kuat, portofolio bisnis yang lebih terdiversifikasi, serta dukungan pendanaan yang solid, prospek pertumbuhan HUMI dinilai semakin terbuka.
Melalui strategi HUMI fokus optimalisasi aset 2026, perusahaan berharap dapat meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memperkuat posisinya di industri maritim dan energi nasional. Fase berikutnya tidak lagi berfokus pada pembangunan aset, melainkan pada pemaksimalan manfaat investasi yang telah dilakukan selama 2025.





