HATM Siapkan Private Placement 800 Juta Saham Baru

Dwi Prakoso

Ilustrasi HATM private placement untuk penambahan armada kapal

RuangInvest.com, JakartaPT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) bersiap melaksanakan HATM private placement melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Langkah ini dilakukan dengan menerbitkan hingga 800 juta saham baru untuk memperkuat ekspansi bisnis perseroan.

Rencana tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memperoleh tambahan pendanaan tanpa melalui mekanisme rights issue. Dana yang diperoleh nantinya akan difokuskan untuk memperbesar kapasitas operasional sekaligus memperkuat kondisi keuangan perusahaan.

Selain itu, aksi korporasi ini juga menunjukkan komitmen HATM dalam mendukung pertumbuhan usaha di sektor pelayaran. Namun demikian, pemegang saham yang tidak mengikuti aksi korporasi tersebut akan menghadapi potensi penurunan persentase kepemilikan saham.

HATM Private Placement Terbitkan 800 Juta Saham Baru

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan pada Rabu (15/7/2026), HATM berencana menerbitkan maksimal 800 juta saham baru. Jumlah tersebut setara sekitar 9,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Masing-masing saham memiliki nilai nominal Rp50 per saham. Sementara itu, harga pelaksanaan PMTHMETD nantinya akan ditetapkan paling sedikit sebesar 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum pengajuan pencatatan saham tambahan.

Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan pasar modal yang berlaku. Karena itu, harga final baru akan diketahui setelah mendekati pelaksanaan aksi korporasi.

Di sisi lain, perseroan juga mengungkapkan bahwa pemegang saham yang tidak mengambil bagian dalam penerbitan saham baru akan mengalami dilusi kepemilikan sekitar 8,44 persen.

Dana Akan Difokuskan untuk Armada Kapal dan Modal Kerja

Sebagian besar dana hasil PMTHMETD, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai belanja modal atau capital expenditure (capex).

Fokus utama penggunaan dana tersebut meliputi penambahan aset perusahaan berupa armada kapal baru. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut serta memperluas jangkauan operasional HATM di sektor transportasi laut.

Selain untuk investasi aset, sisa dana juga akan dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan penting perusahaan, antara lain:

  • Penambahan armada kapal.
  • Pembayaran sebagian pinjaman bank.
  • Memperkuat modal kerja perseroan.
  • Mendukung pengembangan operasional perusahaan.

Dengan kombinasi penggunaan dana tersebut, HATM berharap dapat menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kesehatan struktur keuangan.

Sementara itu, pengurangan beban pinjaman juga berpotensi meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri pelayaran.

Menunggu Persetujuan Pemegang Saham

Meski telah diumumkan kepada publik, pelaksanaan PMTHMETD masih memerlukan persetujuan para pemegang saham.

Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Agustus 2026 untuk meminta persetujuan atas rencana penerbitan saham baru tersebut.

Apabila memperoleh restu dari pemegang saham, perusahaan akan melanjutkan proses sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia dan regulator pasar modal.

Karena itu, hasil RUPSLB menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan kelanjutan aksi korporasi HATM dalam beberapa waktu ke depan.

Prospek Investor terhadap HATM

Bagi investor, rencana HATM private placement menghadirkan peluang sekaligus risiko yang perlu dicermati.

Di satu sisi, tambahan armada kapal berpotensi meningkatkan kapasitas operasional perusahaan. Jika aset baru dapat dimanfaatkan secara optimal, pendapatan dan efisiensi usaha berpeluang mengalami peningkatan dalam jangka menengah hingga panjang.

Selain itu, penggunaan sebagian dana untuk pembayaran pinjaman dapat membantu memperbaiki struktur permodalan. Beban bunga yang lebih ringan berpotensi memberikan ruang bagi peningkatan laba apabila kinerja operasional terus bertumbuh.

Namun, investor juga perlu memperhatikan adanya potensi dilusi kepemilikan sekitar 8,44 persen bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam aksi korporasi tersebut. Dampak dilusi ini dapat memengaruhi persentase kepemilikan investor lama setelah saham baru diterbitkan.

Meskipun begitu, apabila dana hasil private placement mampu menghasilkan pertumbuhan aset produktif dan meningkatkan pendapatan perusahaan, efek dilusi tersebut berpotensi diimbangi oleh peningkatan nilai fundamental HATM dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, investor disarankan mencermati hasil RUPSLB, perkembangan realisasi penggunaan dana, serta kinerja operasional perseroan setelah aksi korporasi berjalan. Ketiga faktor tersebut akan menjadi indikator penting untuk menilai efektivitas private placement terhadap prospek bisnis HATM ke depan.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu