Hari Terakhir IPO JELI dan JECX, Investor Masih Punya Kesempatan

Dwi Prakoso

RuangInvest.com – JakartaHari Terakhir IPO JELI dan JECX menjadi perhatian pelaku pasar modal pada Jumat (3/7/2026). Investor masih memiliki kesempatan terakhir untuk memesan saham kedua emiten tersebut di pasar perdana sebelum resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Periode penawaran umum PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasatama Dharma Tbk (JECX) berlangsung selama tiga hari, yakni 1 hingga 3 Juli 2026. Proses pemesanan melalui sistem e-IPO umumnya ditutup pada kisaran pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Antusiasme investor terlihat cukup tinggi sejak masa penawaran dibuka. Jumlah pemesanan yang terus meningkat menjadi sinyal bahwa kedua perusahaan berhasil menarik perhatian pasar menjelang pencatatan saham perdana.

Hari Terakhir IPO JELI dan JECX Jadi Momentum Investor

Hari terakhir IPO menjadi momentum penting bagi investor yang ingin memperoleh saham di harga perdana. Setelah masa penawaran ditutup, proses penjatahan saham akan dilakukan pada malam hari di tanggal yang sama.

Selanjutnya, distribusi saham kepada investor dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, saham JELI dan JECX akan resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

PT Niramas Utama Tbk, yang dikenal melalui merek dagang Inaco, menetapkan harga IPO sebesar Rp900 per saham. Perseroan menawarkan sebanyak 266 juta saham baru atau setara 21,01 persen dari total modal yang dicatatkan setelah IPO.

Sementara itu, PT Nitrasatama Dharma Tbk menetapkan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham. Perusahaan pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinic tersebut melepas sekitar 487 juta saham baru atau sekitar 15 persen dari total saham yang akan dicatatkan di BEI.

Selain menawarkan saham kepada publik, masing-masing emiten juga telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek. JELI mempercayakan proses IPO kepada Sucor Sekuritas, sedangkan JECX menunjuk Trimegah Sekuritas sebagai underwriter.

Minat Investor Terhadap IPO Masih Sangat Tinggi

Data e-IPO hingga Kamis malam pukul 21.30 WIB menunjukkan tingginya minat investor terhadap kedua saham tersebut.

Saham JELI mencatat total pemesanan sekitar 749 ribu Single Investor Identification (SID). Di sisi lain, JECX berhasil mengumpulkan sekitar 516 ribu SID selama masa penawaran berlangsung.

Besarnya jumlah investor yang ikut memesan saham menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat tinggi terhadap penawaran saham perdana. Meskipun begitu, besarnya jumlah pemesanan tidak selalu menjamin seluruh investor memperoleh alokasi sesuai jumlah yang diajukan.

Karena itu, investor tetap perlu menunggu hasil penjatahan resmi setelah masa penawaran berakhir. Apabila permintaan jauh lebih besar dibanding jumlah saham yang tersedia, peluang memperoleh alokasi penuh menjadi lebih kecil.

Selain itu, tingginya jumlah pemesan juga sering menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi dinamika perdagangan pada hari pertama pencatatan saham.

Parade IPO Masih Berlanjut di Bursa Efek Indonesia

Selain Hari Terakhir IPO JELI dan JECX, pasar modal Indonesia juga tengah diramaikan oleh beberapa penawaran umum perdana lainnya.

Empat emiten yang masih berada dalam proses penawaran umum meliputi:

  • PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL)
  • PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)
  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
  • PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS)

Kehadiran sejumlah IPO dalam waktu yang berdekatan menunjukkan aktivitas penggalangan dana di pasar modal masih berlangsung cukup aktif. Kondisi ini sekaligus memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi masyarakat.

Namun, investor tetap perlu melakukan analisis terhadap prospek bisnis, valuasi, kondisi keuangan, hingga strategi ekspansi masing-masing perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Prospek Saham JELI dan JECX untuk Investor

Dari sisi prospek, JELI memiliki keunggulan melalui merek Inaco yang telah dikenal luas di pasar makanan dan minuman Indonesia. Apabila perusahaan mampu memperluas distribusi serta menjaga pertumbuhan penjualan, potensi kinerja jangka menengah masih terbuka.

Sementara itu, JECX bergerak di sektor layanan kesehatan mata yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Ekspansi rumah sakit dan klinik spesialis berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Meskipun demikian, investor sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan potensi kenaikan harga pada hari pertama perdagangan. Analisis terhadap fundamental perusahaan tetap menjadi faktor utama agar keputusan investasi lebih terukur.

Selain itu, kondisi pasar secara keseluruhan juga dapat memengaruhi pergerakan harga saham setelah listing. Oleh sebab itu, strategi investasi yang disesuaikan dengan profil risiko akan membantu investor mengelola peluang maupun risiko di pasar modal.

Dengan berakhirnya masa penawaran umum pada Jumat pagi, perhatian pelaku pasar kini akan beralih ke proses penjatahan dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Hari pertama perdagangan nanti akan menjadi momen penting untuk melihat respons pasar terhadap dua emiten baru tersebut.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu