DSSA Akuisisi Bali Media Rp4,2 Triliun, Eksposur ke EXCL Menguat

Dwi Prakoso

RuangInvest.com – Jakarta — DSSA akuisisi Bali Media menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di sektor digital pada pertengahan 2026. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi mengakuisisi PT Bali Media Telekomunikasi dengan nilai transaksi mencapai USD238,4 juta atau sekitar Rp4,2 triliun menggunakan asumsi kurs Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Langkah tersebut menunjukkan komitmen DSSA dalam memperkuat bisnis digital dan telekomunikasi. Selain memperluas portofolio investasi, transaksi ini juga membuka akses tidak langsung terhadap kepemilikan saham di PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Pasar menyambut positif kabar tersebut. Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), saham DSSA ditutup menguat 6,21 persen ke level Rp855 setelah sempat terkoreksi pada sesi sebelumnya. Penguatan ini menambah optimisme investor terhadap arah ekspansi perseroan di sektor teknologi dan infrastruktur digital.

DSSA Akuisisi Bali Media Perkuat Bisnis Digital

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, akuisisi dilakukan melalui dua anak usaha DSSA, yakni PT DSST Mas Gemilang dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera.

Kedua entitas tersebut mengambil alih 100 persen saham PT Bali Media Telekomunikasi dari PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi. Nilai transaksi mencapai USD238,4 juta atau sekitar Rp4,2 triliun.

Manajemen DSSA menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi di sektor digital nasional. Selain itu, perusahaan ingin mengintegrasikan berbagai aset teknologi dan infrastruktur yang telah dimiliki dalam satu ekosistem bisnis yang lebih kuat.

Permintaan terhadap layanan digital terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada layanan telekomunikasi, pusat data, jaringan internet, hingga layanan digital lainnya.

Dengan strategi tersebut, DSSA berharap mampu menciptakan sinergi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh lini bisnis grup.

Akuisisi Berikan Eksposur Tidak Langsung ke EXCL

Salah satu poin penting dari transaksi ini adalah kepemilikan PT Bali Media Telekomunikasi atas sekitar 24,57 persen saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Artinya, setelah akuisisi rampung, DSSA memperoleh eksposur tidak langsung terhadap salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Keberadaan EXCL dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan layanan telekomunikasi nasional. Oleh sebab itu, kepemilikan strategis melalui Bali Media berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi DSSA.

Selain meningkatkan diversifikasi investasi, langkah tersebut juga memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi transformasi digital yang terus berkembang.

Manajemen menilai kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas internet, layanan data, serta infrastruktur digital akan terus bertumbuh. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama perusahaan melakukan investasi bernilai besar ini.

Transaksi Afiliasi Masih Dalam Pengendalian yang Sama

Meski bernilai triliunan rupiah, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.

Hal tersebut karena PT Bali Media Telekomunikasi maupun DSSA berada di bawah pengendalian pihak yang sama, yaitu Franky Oesman Widjaja.

Dengan demikian, pelaksanaan transaksi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku mengenai transaksi afiliasi di pasar modal Indonesia.

Perseroan menegaskan bahwa transaksi telah dilakukan sesuai prosedur serta mempertimbangkan kepentingan perusahaan maupun pemegang saham.

Di sisi lain, keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting agar seluruh investor memperoleh informasi yang setara mengenai aksi korporasi tersebut.

Saham DSSA Langsung Mendapat Respons Positif

Pelaku pasar memberikan respons positif terhadap pengumuman akuisisi tersebut.

Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), saham DSSA naik 6,21 persen ke level Rp855. Sebelumnya, saham ini sempat melemah 1,83 persen pada perdagangan sebelumnya.

Secara mingguan, saham DSSA masih mencatat kenaikan sekitar 3,01 persen. Sementara itu, dalam satu bulan terakhir, harga saham perusahaan melonjak sekitar 39,02 persen.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa investor melihat aksi korporasi ini sebagai katalis positif terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.

Meski begitu, pergerakan harga saham tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, sentimen sektor teknologi, hingga perkembangan ekonomi global.

Pandangan Prospek untuk Investor

Akuisisi PT Bali Media Telekomunikasi memperlihatkan arah strategis DSSA yang semakin fokus pada sektor digital dan telekomunikasi. Langkah ini dinilai dapat memperkuat kualitas aset perusahaan sekaligus membuka peluang pertumbuhan pendapatan jangka panjang.

Beberapa faktor yang layak diperhatikan investor meliputi:

  • Bertambahnya eksposur strategis terhadap saham EXCL.
  • Potensi sinergi bisnis digital dalam Grup Sinarmas.
  • Prospek pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.
  • Peluang peningkatan nilai investasi apabila sektor telekomunikasi terus berkembang.
  • Kemampuan manajemen merealisasikan sinergi pasca-akuisisi.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati proses integrasi bisnis serta perkembangan industri telekomunikasi nasional. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada eksekusi manajemen dalam mengoptimalkan aset yang baru diakuisisi.

Secara keseluruhan, DSSA akuisisi Bali Media menjadi langkah strategis yang berpotensi memperkuat fondasi bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Jika sinergi berjalan sesuai rencana, aksi korporasi ini dapat menjadi salah satu katalis positif bagi pertumbuhan kinerja maupun valuasi DSSA pada tahun-tahun mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu