DPLK Sinarmas Asset Management Bidik Milenial dan Gen Z

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) resmi meluncurkan DPLK Sinarmas Asset Management dalam acara peresmian yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (3/7/2026). Kehadiran dana pensiun ini menjadi langkah baru untuk memperluas akses masyarakat terhadap program pensiun, khususnya bagi generasi muda.

Peluncuran DPLK Sinarmas Asset Management dilakukan di tengah masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam program dana pensiun. Padahal, jumlah penduduk Indonesia telah melampaui 280 juta jiwa dengan lebih dari 150 juta angkatan kerja yang membutuhkan perlindungan finansial di masa tua.

Selain itu, perubahan struktur pasar tenaga kerja yang membuat jumlah pekerja informal terus meningkat menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut mendorong perlunya layanan dana pensiun yang lebih mudah diakses, fleksibel, dan berbasis digital.

DPLK Sinarmas Asset Management Sasar Milenial dan Gen Z

Ketua Pengurus DPLK SAM, Stephanus Rudi OK, mengatakan industri dana pensiun nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Menurutnya, jumlah peserta dana pensiun saat ini masih jauh dibandingkan dengan total tenaga kerja nasional.

Sebagian besar pekerja informal maupun pekerja mandiri belum memiliki perencanaan dana pensiun yang memadai. Sementara itu, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat lebih siap menghadapi masa pensiun.

Stephanus menjelaskan bahwa DPLK Sinarmas Asset Management secara khusus membidik Generasi Milenial dan Generasi Z. Kedua kelompok tersebut kini mendominasi populasi Indonesia sekaligus memasuki usia produktif.

Namun, tingkat kepesertaan dana pensiun pada kelompok usia tersebut masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya ialah semakin berkurangnya lapangan kerja formal sehingga akses terhadap program pensiun perusahaan juga ikut menurun.

Menurut Stephanus, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tantangan besar pada masa mendatang. Ledakan jumlah pensiunan diperkirakan akan terjadi sekitar tahun 2050 apabila masyarakat tidak mulai mempersiapkan perlindungan hari tua sejak dini.

“Maka kami dari Sinarmas melihat bahwa satu panggilan dalam bisnis kami untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat Indonesia, khususnya kelompok pekerja dalam memiliki program pensiun yang baik, dan juga bisa lebih memberikan benefit bagi kelompok Milenial dan Gen Z saat ini,” ujar Stephanus saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Target 15 Ribu Peserta pada Tahun Pertama

Pada tahun pertama operasional, DPLK Sinarmas Asset Management menargetkan mampu menghimpun sekitar 15 ribu peserta dengan dana kelolaan mencapai Rp150 miliar.

Selain itu, jumlah peserta ditargetkan meningkat hingga 100 persen pada 2027. Target tersebut akan dicapai melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis.

Stephanus mengungkapkan pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi, lembaga pendidikan, hingga berbagai platform edukasi pasar modal dan keuangan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dana pensiun sejak usia produktif.

Menurutnya, literasi menjadi faktor penting dalam memperluas kepesertaan dana pensiun nasional. Karena itu, edukasi akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan sejak awal beroperasi.

Produk DPLK Sinarmas Asset Management

DPLK Sinarmas Asset Management menyediakan sejumlah layanan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan peserta, baik individu maupun institusi.

Produk yang tersedia meliputi:

  • Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi peserta individu.
  • Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) untuk perusahaan atau institusi.
  • Dana Kompensasi Pasca Kerja (DKPK).
  • Pembayaran manfaat pensiun secara berkala.
  • Program Dana Pendidikan Anak.

Menariknya, masyarakat sudah dapat mengikuti program ini dengan setoran mulai dari Rp50 ribu per bulan. Nominal tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kalangan.

Peserta yang menjadi sasaran tidak hanya pekerja formal. DPLK Sinarmas Asset Management juga membuka kesempatan bagi pekerja informal, freelancer, pelaku usaha muda, hingga content creator untuk mulai membangun dana pensiun secara bertahap.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan menyiapkan dana pensiun sejak usia muda.

Platform Digital Permudah Akses Dana Pensiun

Sebagai bagian dari strategi digitalisasi, DPLK Sinarmas Asset Management menghadirkan platform SimPensiun. Platform ini dirancang agar seluruh proses layanan dapat dilakukan secara online.

Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat melakukan pendaftaran, memantau perkembangan dana pensiun, mengubah pilihan investasi, hingga mengajukan pencairan manfaat pensiun secara digital.

Pendekatan digital dipilih karena dinilai lebih sesuai dengan karakter Generasi Milenial dan Generasi Z yang telah terbiasa menggunakan layanan berbasis teknologi.

Selain memberikan kemudahan, digitalisasi juga diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh akses terhadap program dana pensiun.

Melalui pengelolaan dana yang profesional serta menerapkan prinsip kehati-hatian, DPLK Sinarmas Asset Management diharapkan mampu menjadi salah satu pendorong peningkatan investasi jangka panjang di Indonesia. Di sisi lain, peningkatan partisipasi masyarakat dalam dana pensiun juga diharapkan dapat mendukung pendalaman pasar keuangan nasional sekaligus memperkuat kesiapan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu