RuangInvest.com, Jakarta – Dividen TMAS 2025 resmi disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Temas Tbk (TMAS). Perseroan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp228 miliar kepada para pemegang saham dari laba tahun buku 2025.
Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam RUPST yang digelar di kantor pusat Perseroan di Jakarta Utara. Nilai dividen yang dibagikan setara Rp4 per saham atau sekitar 40 persen dari total laba bersih yang berhasil dibukukan sepanjang 2025.
Manajemen menilai pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Di sisi lain, TMAS tetap menjaga ruang yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis dan pengembangan operasional pada tahun-tahun mendatang.
Dividen TMAS 2025 Capai Rp228 Miliar
Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi, menjelaskan bahwa RUPST telah menyetujui penggunaan sebagian laba bersih tahun buku 2025 untuk dibagikan sebagai dividen tunai.
Total dividen yang dibayarkan mencapai Rp228 miliar. Angka tersebut setara dengan Rp4 per saham yang akan diterima oleh para pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Ricky, sisa laba bersih setelah dikurangi pembagian dividen akan dicatat sebagai laba ditahan. Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan strategi pertumbuhan perusahaan ke depan.
Keputusan pembagian dividen ini menunjukkan keseimbangan antara penghargaan kepada investor dan kebutuhan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekspansi usaha.
Sisa Laba Disimpan Sebagai Laba Ditahan
Manajemen menegaskan bahwa laba ditahan akan menjadi salah satu sumber pendanaan internal yang penting. Karena itu, penggunaan dana tersebut akan ditentukan lebih lanjut sesuai kebutuhan strategis Perseroan.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya TMAS dalam memperkuat posisi di industri pelayaran dan logistik nasional yang terus berkembang.
TMAS Optimistis Lanjutkan Ekspansi Armada
Selain membahas Dividen TMAS 2025, manajemen juga menyampaikan pandangan terhadap prospek bisnis tahun 2026. Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan melalui berbagai strategi yang telah disiapkan.
Salah satu fokus utama adalah penambahan serta peremajaan armada kapal. Selain itu, TMAS juga terus mengembangkan penggunaan kapal yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung operasional yang berkelanjutan.
Sepanjang 2025, Perseroan berhasil menambah netto tujuh kapal baru. Penambahan tersebut mendorong kenaikan kapasitas angkutan hingga 17 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Saat ini, TMAS memiliki total 57 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 28.542 TEUs dan bobot mati sebesar 464.701 DWT. Peningkatan kapasitas ini menjadi modal penting untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus bertumbuh.
Tidak hanya itu, kualitas armada juga mengalami perbaikan. Rata-rata usia kapal turun dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan kembali membaik menjadi 13 tahun pada 2025.
Menurut manajemen, armada yang lebih muda mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan biaya perawatan dalam jangka panjang.
Capex Rp2,5 Triliun Siap Dorong Pertumbuhan 2026
Untuk mendukung ekspansi yang berkelanjutan, TMAS menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,5 triliun pada 2026.
Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk pembelian kapal baru. Selain itu, perusahaan juga akan melakukan peremajaan armada guna meningkatkan kapasitas layanan dan daya saing.
Tidak hanya fokus pada kapal, TMAS juga berencana mengadakan berbagai alat penunjang kegiatan pelabuhan. Sementara itu, pembangunan infrastruktur pelabuhan turut menjadi salah satu prioritas investasi perusahaan.
Manajemen menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat skalabilitas operasional. Karena itu, ekspansi armada akan terus menjadi fokus utama dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan kapasitas yang semakin besar, TMAS berharap dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempertahankan efisiensi operasional di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Pabrik LNG dan Perluasan Dermaga Jadi Fokus Baru
Selain ekspansi armada, TMAS juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi perubahan industri pelayaran global.
Di sisi lain, Perseroan terus memperluas layanan logistik terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan solusi yang lebih lengkap kepada pelanggan.
TMAS juga melanjutkan kerja sama build operate transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas. Melalui kerja sama tersebut, panjang dermaga di Tanjung Priok akan diperluas dari 340 meter menjadi 485 meter.
Perluasan dermaga ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas bongkar muat serta memperkuat posisi TMAS sebagai salah satu pemain penting dalam industri logistik dan angkutan kontainer nasional.
Dengan pembagian Dividen TMAS 2025, ekspansi armada yang agresif, serta dukungan investasi Rp2,5 triliun, Perseroan menunjukkan optimisme tinggi untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.





