Dividen Telkom 2026 Capai Rp222 per Saham, Tertinggi Sejak 2013

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menetapkan dividen Telkom 2026 sebesar Rp22 triliun atau setara Rp222 per saham kepada pemegang saham. Keputusan ini menjadikan dividen tahun buku 2025 sebagai yang tertinggi sejak 2013.

Pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan pada 10 Juli 2026. Dengan harga saham penutupan terakhir di level Rp2.810, imbal hasil dividen Telkom diperkirakan mencapai sekitar 7,9 persen, menarik perhatian investor yang mencari pendapatan pasif dari saham.

Keputusan pembagian dividen ini cukup mencolok karena rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio mencapai 123,5 persen. Artinya, Telkom membagikan dividen melebihi laba bersih yang diperoleh pada tahun 2025.

Dividen Telkom 2026 Cetak Rekor Baru

Berdasarkan keterangan manajemen, total dividen sebesar Rp22 triliun terdiri dari dua sumber utama. Sebanyak Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih tahun buku 2025, sementara Rp4,2 triliun diambil dari saldo laba ditahan pada tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.

“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat, sehingga keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

Menurut catatan IDX Channel, besaran dividen per saham (DPS) Telkom tahun ini menjadi rekor tertinggi sejak 2013. Nominal DPS juga naik sekitar 4,7 persen dibandingkan tahun buku 2024 yang sebesar Rp212,47 per saham.

Laba Menurun, Tapi Kas Tetap Kuat

Menariknya, kenaikan dividen terjadi di tengah penurunan laba bersih perusahaan. Sepanjang 2025, Telkom mencatat kontraksi laba sebesar 20,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp22,4 triliun.

Meski laba menurun, posisi keuangan Telkom tetap dinilai solid. Hingga 31 Desember 2025, kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp34,2 triliun. Selain itu, saldo laba tercatat sebesar Rp102 triliun atau sekitar 87 persen dari total ekuitas yang mencapai Rp117 triliun.

Kondisi tersebut memberi ruang bagi Telkom untuk tetap membagikan dividen besar tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Arus kas yang kuat juga menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keputusan pembagian dividen di atas laba bersih.

Di sisi lain, kebijakan ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang Telkom, terutama di tengah transformasi digital dan penguatan layanan telekomunikasi serta data center.

Saham TLKM Sempat Turun Tajam

Sebelum pengumuman dividen, saham TLKM sempat mengalami tekanan dan turun tajam ke level Rp2.300. Namun, saham ini kemudian rebound cepat dan kembali naik ke kisaran Rp2.810 hanya dalam dua hari perdagangan.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih menaruh perhatian besar pada kemampuan Telkom menjaga profitabilitas dan membagikan dividen yang menarik. Dengan dividend yield sekitar 7,9 persen, saham TLKM kembali menjadi salah satu pilihan favorit investor dividen di Bursa Efek Indonesia.

Namun, beberapa analis mengingatkan bahwa rasio pembayaran dividen yang sangat tinggi tidak selalu bisa dipertahankan setiap tahun. Investor tetap perlu mencermati kinerja operasional dan strategi investasi perusahaan ke depan.

Jadwal Pembayaran Dividen Telkom

Manajemen Telkom telah mengumumkan jadwal lengkap pembagian dividen Telkom 2026 sebagai berikut:

  1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 17 Juni 2026
  2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 18 Juni 2026
  3. Cum Dividen di Pasar Tunai: 19 Juni 2026
  4. Ex Dividen di Pasar Tunai: 22 Juni 2026
  5. Pembayaran Dividen: 10 Juli 2026

Bagi investor yang ingin mendapatkan hak dividen, pembelian saham TLKM harus dilakukan sebelum tanggal ex dividen di pasar reguler, yakni sebelum 18 Juni 2026.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Keputusan Telkom membagikan dividen besar di tengah penurunan laba mencerminkan kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perusahaan. Transformasi bisnis digital, penguatan infrastruktur jaringan, dan ekspansi layanan data menjadi pilar utama pertumbuhan jangka panjang.

Namun, industri telekomunikasi masih menghadapi tantangan berupa persaingan ketat, kebutuhan investasi yang besar, serta perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat. Karena itu, investor perlu memperhatikan kemampuan Telkom menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan pendanaan ekspansi bisnis.

Secara keseluruhan, dividen Telkom 2026 menjadi kabar positif bagi pemegang saham. Selain menawarkan imbal hasil yang menarik, kebijakan ini juga memperlihatkan bahwa Telkom masih memiliki posisi keuangan yang kuat meski menghadapi tekanan industri dan penurunan laba bersih.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu