RuangInvest.com, Jakarta – Dividen CFIN kembali menjadi perhatian investor setelah PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp50 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut menghasilkan dividend yield yang menarik, mencapai sekitar 13,6 persen berdasarkan harga saham di pasar reguler.
Pembagian dividen jumbo tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Gedung Bank Panin, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026). Perseroan mengalokasikan total dana Rp199,2 miliar untuk dibagikan kepada para pemegang saham.
Besaran dividen yang mencapai 71 persen dari laba bersih menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada investor. Selain itu, keputusan tersebut juga mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang tetap solid di tengah tantangan industri pembiayaan.
Dividen CFIN Disetujui Sebesar Rp199,2 Miliar
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk beberapa keperluan. Sebagian besar laba dialokasikan sebagai dividen tunai kepada investor.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp199,2 miliar atau setara Rp50 per saham. Angka tersebut mewakili sekitar 71 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan perseroan sepanjang 2025.
Pada periode yang sama, Clipan Finance mencatat laba bersih sebesar Rp212,2 miliar. Dengan demikian, mayoritas keuntungan perusahaan dikembalikan kepada pemegang saham melalui pembagian dividen.
Sementara itu, sebesar Rp150 juta ditetapkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Adapun sisa laba sekitar Rp12,8 miliar akan dicatat sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung investasi dan kebutuhan modal kerja perusahaan.
Dividend Yield CFIN Capai 13,6 Persen
Salah satu faktor yang menarik perhatian investor adalah tingginya tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield yang ditawarkan.
Dengan harga saham CFIN berada di kisaran Rp468 per saham di pasar reguler, maka pembagian dividen Rp50 per saham menghasilkan dividend yield sekitar 13,6 persen.
Tingkat yield tersebut tergolong tinggi dibandingkan banyak emiten di Bursa Efek Indonesia. Karena itu, saham CFIN berpotensi menjadi salah satu pilihan investor yang berorientasi pada pendapatan dividen.
Selain memberikan keuntungan berupa potensi kenaikan harga saham, investor juga memperoleh pendapatan pasif melalui distribusi laba perusahaan. Meskipun begitu, investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi bisnis dan prospek perusahaan ke depan sebelum mengambil keputusan investasi.
Jadwal Pembagian Dividen CFIN
Berikut jadwal resmi pembagian dividen tunai CFIN tahun buku 2025:
- Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 26 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 29 Juni 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai: 30 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 1 Juli 2026
- Pembayaran Dividen: 22 Juli 2026
Investor yang ingin memperoleh hak atas dividen perlu memperhatikan tanggal cum dividen yang telah ditetapkan perseroan.
Kinerja Clipan Finance Sepanjang 2025
Di tengah penyaluran dividen yang besar, Clipan Finance tetap menunjukkan kinerja operasional yang cukup solid sepanjang tahun lalu.
Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp1,63 triliun pada 2025. Angka tersebut turun sekitar 9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Namun, perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas dengan membukukan laba bersih Rp212,2 miliar.
Penurunan laba bersih relatif terbatas, yakni sekitar 1,2 persen secara tahunan. Margin laba bersih perusahaan juga tetap terjaga di level 10,36 persen.
Menariknya, realisasi laba bersih tersebut mencapai 136 persen dari target yang telah ditetapkan manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu melampaui ekspektasi yang telah disusun sebelumnya.
Selain itu, aktivitas bisnis pembiayaan juga tetap tumbuh. Sepanjang 2025, jumlah pembiayaan baru yang berhasil disalurkan mencapai Rp4,94 triliun.
Kualitas Pembiayaan Terus Membaik
Selain mencatatkan laba yang solid, Clipan Finance juga berhasil meningkatkan kualitas portofolio pembiayaannya.
Hal itu tercermin dari penurunan rasio non-performing financing (NPF) kontraktural menjadi 1,36 persen pada akhir 2025. Sebagai perbandingan, rasio tersebut masih berada di level 1,89 persen pada akhir 2024.
Penurunan NPF menunjukkan bahwa kualitas aset pembiayaan perusahaan semakin baik. Di sisi lain, risiko kredit juga menjadi lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbaikan kualitas pembiayaan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kinerja keuangan perseroan. Karena itu, manajemen memiliki ruang yang lebih besar untuk membagikan laba kepada pemegang saham melalui dividen.
Dengan dividend yield mencapai 13,6 persen serta fundamental yang tetap terjaga, dividen CFIN tahun buku 2025 menjadi salah satu aksi korporasi yang menarik perhatian pelaku pasar. Investor kini menantikan realisasi pembayaran dividen yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026.





