RuangInvest.com – Gorontalo – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memulai program deep drilling EMAS di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Program pengeboran dalam ini menjadi langkah strategis perseroan untuk menguji potensi mineralisasi emas pada area yang lebih dalam.
Tambang Pani sendiri merupakan salah satu proyek emas besar yang dimiliki perseroan. Berdasarkan estimasi terbaru, area tersebut memiliki sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 7 juta ounces emas.
Program deep drilling EMAS dilakukan hingga kedalaman 3.600 meter. Selain untuk memperluas data eksplorasi, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam pengembangan jangka panjang proyek tambang emas di Sulawesi tersebut.
Deep Drilling EMAS Fokus Uji Potensi Emas Lebih Dalam
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin, mengatakan perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi di area dalam.
Menurut dia, dimulainya produksi di Tambang Pani menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperluas eksplorasi. Karena itu, perseroan menyiapkan enam titik bor yang telah dirancang secara matang.
“Seiring dimulainya produksi di Pani, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam melalui enam titik bor yang telah dirancang dengan matang,” ujar Boyke dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, estimasi sumber daya mineral saat ini berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare. Area tersebut merupakan bagian dari total konsesi tambang yang mencapai 14.670 hektare.
Sementara itu, hasil eksplorasi sebelumnya menunjukkan indikasi mineralisasi emas masih berlanjut di luar batas pengeboran terdahulu. Temuan itu menjadi dasar utama dimulainya program deep drilling EMAS tahun ini.
Tahap Awal Pengeboran Gunakan Dua Rig
Pada tahap awal, program pengeboran dalam ini mencakup enam lubang bor. Saat ini, satu unit rig pengeboran telah mulai beroperasi di lokasi tambang.
Selain itu, perseroan juga menyiapkan rig kedua yang dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan depan. Penambahan alat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses eksplorasi dan pengumpulan data geologi.
Boyke menegaskan, program ini memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih besar apabila hasil awal pengeboran menunjukkan prospek yang positif.
Perseroan Siapkan Ekspansi Eksplorasi
Jika hasil pengeboran awal memperlihatkan potensi cadangan emas baru, perusahaan berencana memperluas program eksplorasi dengan skala yang lebih besar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan produksi emas dalam jangka panjang. Di sisi lain, tambahan cadangan emas juga dapat memperkuat posisi EMAS sebagai salah satu perusahaan tambang emas besar di Indonesia.
“Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif,” tutur Boyke.
Eksplorasi Kolokoa dan Lone Pine Terus Berjalan
Selain fokus pada Tambang Pani, Merdeka Gold Resources juga melanjutkan kegiatan eksplorasi di prospek Kolokoa. Perseroan telah menyelesaikan program pengeboran awal sebanyak 54 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 11.701,6 meter.
Dalam waktu enam bulan, perusahaan menggelontorkan biaya sekitar USD2,4 juta untuk pengembangan eksplorasi tersebut. Hasil awal menunjukkan target eksplorasi Kolokoa berada pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton.
Adapun kadar emas yang ditemukan berada di rentang 0,3 gram per ton hingga 0,5 gram per ton. Meski lebih rendah dibanding Tambang Pani, area tersebut tetap dinilai memiliki potensi ekonomis untuk dikembangkan.
Saat ini, EMAS tengah menyiapkan estimasi perdana sumber daya mineral Kolokoa. Perseroan menargetkan pengumuman resmi dilakukan pada kuartal II-2026.
Namun begitu, perusahaan tidak hanya berhenti di Kolokoa. Program eksplorasi juga akan diperluas ke area Lone Pine yang dijadwalkan mulai dibor pada semester II-2026.
Survei Geofisika Akan Digelar Pertengahan Tahun
Untuk mendukung eksplorasi lanjutan, Merdeka Gold Resources juga merencanakan survei geofisika tambahan pada pertengahan tahun ini.
Program tersebut meliputi survei Mobile Magnetotelluric dan magnetik udara berbasis helikopter. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Juni atau Juli 2026.
Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan struktur bawah permukaan secara lebih detail. Selain itu, metode ini dinilai mampu membantu perusahaan menemukan zona mineralisasi baru dengan lebih akurat.
Langkah agresif perseroan dalam memperluas eksplorasi menunjukkan optimisme terhadap prospek industri emas nasional. Apalagi, permintaan emas global masih cenderung tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Dengan dimulainya deep drilling EMAS di Tambang Pani, pasar kini menanti hasil eksplorasi lanjutan yang berpotensi menambah cadangan emas perusahaan secara signifikan.





