CDIA Bukukan Pendapatan Naik 22,8 Persen pada Semester I 2026

Dwi Prakoso

Aktivitas operasional PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada semester I 2026 yang mencatat pertumbuhan pendapatan.

RuangInvest.com, JakartaPT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat kinerja CDIA semester I 2026 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan meski laba bersih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan tetap mencatatkan ekspansi bisnis di berbagai sektor strategis sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Pendapatan bersih CDIA mencapai USD82,1 juta pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 22,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD66,9 juta. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kontribusi bisnis logistik dan energi.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar USD19,3 juta dengan EBITDA mencapai USD31,6 juta. Walaupun laba bersih turun dibandingkan semester I 2025, perusahaan tetap memperlihatkan peningkatan profitabilitas operasional melalui pertumbuhan EBITDA.

Pendapatan CDIA Ditopang Bisnis Logistik dan Energi

Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan terutama berasal dari segmen logistik. Pendapatan segmen ini melonjak 80,2 persen menjadi USD27 juta berkat ekspansi berkelanjutan pada bisnis logistik maritim dan darat.

Selain itu, segmen energi juga mencatatkan pertumbuhan positif. Pendapatan dari bisnis energi naik 5,4 persen menjadi USD51,8 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut manajemen, pencapaian tersebut menunjukkan ketangguhan model bisnis perusahaan yang telah terdiversifikasi pada sektor energi, air, kepelabuhanan, penyimpanan, serta logistik.

Di sisi lain, laba bersih turun 74 persen secara tahunan dari USD74,4 juta menjadi USD19,3 juta. Namun, EBITDA justru meningkat 25,3 persen dari USD25,2 juta menjadi USD31,6 juta. Kondisi ini mencerminkan operasional inti perusahaan masih berkembang di tengah berbagai faktor yang memengaruhi laba bersih.

Posisi Keuangan Tetap Solid Dukung Ekspansi

Per 30 Juni 2026, CDIA memiliki kas, setara kas, dan surat berharga sebesar USD658,7 juta. Selain itu, rasio utang terhadap kapitalisasi berada pada level 41 persen.

Likuiditas yang kuat memberikan ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan proyek strategis. Manajemen menilai kondisi tersebut juga mendukung investasi secara disiplin agar mampu meningkatkan pendapatan berulang berbasis kontrak.

Selama semester pertama 2026, perusahaan juga mencatat tonggak penting melalui pelayaran perdana dan sandar perdana kapal logistik cair kimia Novah berkapasitas 9.000 DWT yang dibangun bersama Usuki Shipyard.

Kehadiran kapal tersebut memperkuat layanan logistik maritim perusahaan, baik untuk rute domestik maupun internasional. Selain itu, aset baru ini diharapkan mampu memenuhi peningkatan kebutuhan distribusi bahan kimia serta rantai pasok industri.

CDIA Perluas Investasi Strategis

Dalam upaya memperluas bisnis, CDIA menginvestasikan USD90 juta untuk mengakuisisi 40 persen saham PT Armada Maritim Persada.

Investasi tersebut memperluas kehadiran perusahaan pada sektor logistik pertambangan sekaligus jasa pengelolaan pelabuhan. Karena itu, sumber pendapatan perusahaan diperkirakan akan semakin beragam.

Selain itu, perseroan juga menginvestasikan USD15,5 juta untuk memperoleh 49 persen kepemilikan di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd.

Langkah ini memberikan akses terhadap basis pelanggan yang lebih luas, arus kargo yang semakin beragam, serta peluang memperoleh pendapatan dividen pada masa mendatang.

Pada pilar kepelabuhanan dan penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Krakatau Bandar Samudera. Kerja sama tersebut bertujuan mengeksplorasi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry container storage, serta layanan lift-on/lift-off di Krakatau International Port.

Sementara itu, pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah mencapai sekitar 75 persen. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026.

Fokus Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Strategi Jangka Panjang

Pada sektor energi, CDIA terus memperluas peluang bisnis rendah karbon melalui anak usahanya, PT Chandra Waste Energy.

Perusahaan bersama mitra konsorsium ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang. Penunjukan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah.

Manajemen menegaskan proyek tersebut memperlihatkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus memperluas sumber pertumbuhan baru.

Ke depan, CDIA akan memprioritaskan penyelesaian proyek yang sedang berjalan, mengoperasikan aset baru, meningkatkan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta melakukan investasi secara selektif.

Melalui disiplin eksekusi dan pengelolaan modal yang prudent, perusahaan menargetkan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Prospek CDIA untuk Investor

Bagi investor, kinerja CDIA semester I 2026 menunjukkan dua sisi yang perlu dicermati. Di satu sisi, pertumbuhan pendapatan dan EBITDA mencerminkan bisnis inti masih berkembang serta ekspansi perusahaan berjalan sesuai rencana.

Di sisi lain, penurunan laba bersih menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi pasar dalam jangka pendek. Namun, posisi kas yang besar, tingkat utang yang masih terjaga, serta berbagai investasi strategis berpotensi menjadi katalis pertumbuhan pada beberapa tahun mendatang.

Apabila proyek-proyek baru mulai beroperasi sesuai target dan mampu meningkatkan pendapatan berulang, CDIA memiliki peluang memperkuat profitabilitas secara bertahap. Oleh sebab itu, investor dapat terus mencermati realisasi proyek, kontribusi akuisisi baru, serta perkembangan bisnis infrastruktur berkelanjutan sebagai faktor utama yang memengaruhi kinerja perseroan ke depan.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu