Cara Beli ETF Emas di Ajaib, Ini Langkah dan Tipsnya

Dwi Prakoso

cara beli ETF Emas di Ajaib melalui aplikasi

RuangInvest.com, Jakarta – Cara beli ETF Emas di Ajaib kini menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap emas melalui pasar modal. Sejak Agustus 2026, investor Indonesia dapat mengakses ETF Emas yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berbeda dengan emas fisik, investor ETF Emas tidak perlu membeli, menyimpan, atau menjaga emas batangan secara langsung. Transaksi dilakukan melalui mekanisme perdagangan bursa. Investor cukup memiliki akun efek, menyiapkan dana di RDN, lalu memilih ETF yang sesuai dengan kebutuhan.

Meski proses transaksinya mirip dengan membeli saham, investor tetap perlu memahami karakteristik ETF. Harga pasar, Nilai Aktiva Bersih (NAB), bid-ask spread, likuiditas, biaya pengelolaan, serta prospektus menjadi beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum melakukan pembelian.

Apa Itu ETF Emas?

ETF atau Exchange-Traded Fund adalah reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa. Sementara ETF Emas merupakan produk ETF yang portofolionya berfokus pada aset emas.

ETF Emas yang diluncurkan di BEI memiliki minimal 95 persen portofolio pada aset emas dengan kemurnian minimum 99,5 persen yang tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Dengan membeli unit ETF, investor mendapatkan eksposur terhadap nilai portofolio emas tersebut. Artinya, investor tidak membeli emas batangan secara langsung untuk disimpan sendiri.

Produk ini menggabungkan karakteristik investasi emas dengan fleksibilitas transaksi pasar modal. Harga unit dapat bergerak selama jam perdagangan BEI berdasarkan permintaan dan penawaran.

Per Agustus 2026, terdapat lima ETF Emas yang telah tercatat di BEI. Kondisi ini memberikan pilihan baru bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi menggunakan aset berbasis emas.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Sebelum mengikuti cara beli ETF Emas di Ajaib, pastikan beberapa kebutuhan dasar sudah tersedia.

  • Akun saham Ajaib aktif. Investor membutuhkan akun efek karena transaksi ETF dilakukan melalui BEI.
  • RDN aktif. Rekening Dana Nasabah digunakan untuk menampung dana transaksi.
  • Saldo RDN mencukupi. Dana harus cukup untuk membeli unit ETF sekaligus memperhitungkan biaya transaksi.
  • Ticker ETF yang dipilih. Kenali produk sebelum melakukan order.
  • Informasi NAB. NAB dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam menilai harga ETF.
  • Pemahaman bid dan ask. Informasi ini membantu investor memahami kondisi antrean transaksi.
  • Prospektus ETF. Dokumen ini penting untuk memahami kebijakan investasi, biaya, risiko, dan karakteristik produk.

Investor sebaiknya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan harga unit. ETF dengan harga per unit lebih rendah belum tentu memiliki valuasi yang lebih menarik.

Cara Beli ETF Emas di Ajaib

Setelah akun dan dana tersedia, pembelian dapat dilakukan melalui aplikasi Ajaib. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan.

1. Buka aplikasi Ajaib

Login menggunakan akun Ajaib yang sudah aktif. Pastikan saldo RDN mencukupi untuk rencana pembelian.

Sebelum melakukan transaksi, tentukan terlebih dahulu berapa dana yang memang ingin dialokasikan untuk investasi emas. Langkah ini membantu investor menghindari pembelian impulsif ketika harga emas sedang naik.

2. Cari ticker ETF Emas

Gunakan fitur pencarian pada aplikasi Ajaib. Masukkan ticker ETF Emas yang ingin dipantau.

Beberapa ticker yang dapat dicari berdasarkan materi yang tersedia adalah XGLD, XTRA, XMES, XDES, dan XSGO.

Namun, jangan langsung membeli produk pertama yang muncul. Bandingkan terlebih dahulu karakteristik masing-masing ETF.

Beberapa aspek yang dapat dibandingkan antara lain:

  • Manajer Investasi.
  • Kebijakan investasi.
  • Biaya pengelolaan.
  • Likuiditas.
  • NAB.
  • Volume perdagangan.
  • Prospektus.
  • Risiko investasi.

3. Periksa harga dan order book

Setelah menemukan ETF, buka halaman asetnya. Perhatikan informasi perdagangan yang tersedia.

Beberapa informasi penting meliputi:

  • Harga terakhir.
  • Pergerakan grafik.
  • Bid tertinggi.
  • Ask atau offer terendah.
  • Bid-ask spread.
  • Jumlah antrean beli.
  • Jumlah antrean jual.

Harga terakhir bukan berarti harga tersebut pasti menjadi harga pembelian berikutnya. Harga transaksi bergantung pada order yang tersedia dan kemampuan order beli bertemu dengan order jual.

Karena itu, order book menjadi salah satu informasi penting sebelum menentukan harga pembelian.

4. Tekan tombol Beli

Jika sudah menentukan produk, tekan tombol Beli untuk masuk ke halaman order.

Pada tahap ini, jangan langsung mengirim pesanan. Periksa terlebih dahulu harga, jumlah lot, dan tipe order yang akan digunakan.

5. Tentukan harga dan jumlah lot

Masukkan harga pembelian yang diinginkan. Setelah itu, tentukan jumlah lot.

ETF yang diperdagangkan di pasar sekunder menggunakan satuan lot. Satu lot terdiri dari 100 unit penyertaan.

Sebagai contoh, apabila harga ETF berada di Rp500 per unit, perhitungannya menjadi:

1 lot = 100 unit × Rp500 = Rp50.000

Nilai tersebut belum termasuk biaya transaksi yang mungkin dikenakan.

Dengan memahami satuan lot, investor dapat memperkirakan kebutuhan dana sebelum mengirim order.

6. Pilih tipe order

Tergantung fasilitas yang tersedia, investor dapat menggunakan tipe order tertentu untuk menentukan cara pesanan diproses.

Secara sederhana:

  • Market Order: digunakan ketika investor lebih memprioritaskan eksekusi berdasarkan harga terbaik yang tersedia.
  • Limit Order: investor menentukan batas harga maksimal yang bersedia dibayar.
  • Auto Order: order dapat dibuat berdasarkan kondisi harga yang telah ditentukan.

Investor pemula sebaiknya memahami mekanisme setiap tipe order sebelum menggunakannya.

Market Order memang dapat membantu mendapatkan eksekusi lebih cepat. Namun, harga eksekusi tetap bergantung pada antrean pasar.

Sementara itu, Limit Order memberikan kontrol harga lebih besar. Konsekuensinya, order belum tentu langsung mendapatkan pasangan transaksi.

7. Periksa detail transaksi

Sebelum melakukan submit, periksa kembali seluruh informasi.

  • Ticker ETF.
  • Harga beli.
  • Jumlah lot.
  • Nilai transaksi.
  • Tipe order.
  • Estimasi biaya.

Pemeriksaan ulang penting untuk menghindari kesalahan memasukkan harga atau jumlah unit.

8. Kirim order

Jika seluruh informasi sudah benar, tekan tombol Beli atau Submit Order sesuai tampilan aplikasi.

Order kemudian masuk ke sistem perdagangan. Pesanan tidak selalu langsung matched.

Pada Limit Order, misalnya, transaksi baru terjadi apabila terdapat penjual yang bersedia menjual unit pada harga yang sesuai.

9. Cek portofolio

Jika order berhasil matched, unit ETF Emas akan tercatat dalam portofolio.

Investor kemudian dapat memantau nilai investasi dan perubahan harga ETF melalui aplikasi.

Perlu dipahami bahwa nilai portofolio dapat berubah mengikuti harga pasar. Karena itu, keuntungan atau kerugian investasi tidak hanya ditentukan oleh harga ketika membeli, tetapi juga harga ketika ETF tersebut dijual.

Bagaimana Menentukan Harga ETF Emas?

Memahami cara beli ETF Emas di Ajaib tidak cukup jika investor belum memahami cara menentukan harga pembelian.

Salah satu informasi penting adalah bid-ask spread.

Misalnya sebuah ETF memiliki:

  • Bid tertinggi: Rp500.
  • Ask terendah: Rp510.
  • Spread: Rp10.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya selisih antara harga tertinggi yang ditawarkan pembeli dan harga terendah yang diminta penjual.

Jika investor ingin segera membeli, harga ask dapat menjadi salah satu referensi. Namun, investor juga perlu melihat jumlah unit yang tersedia pada harga tersebut.

Jika investor memasang Limit Order di Rp500, order belum tentu langsung matched. Investor perlu menunggu hingga terdapat penjual yang bersedia melakukan transaksi pada harga tersebut.

Semakin lebar spread, semakin penting untuk berhati-hati ketika menentukan harga order.

Perhatikan Harga Pasar dan NAB

Selain bid-ask, investor juga perlu memperhatikan NAB atau Nilai Aktiva Bersih.

NAB menggambarkan nilai aset dalam portofolio ETF. Sementara harga ETF terbentuk melalui transaksi di pasar sekunder.

Akibatnya, harga pasar ETF dapat berada sedikit di atas atau di bawah NAB per unit.

Jika harga pasar berada di atas NAB, kondisi tersebut disebut premium. Sebaliknya, harga pasar yang berada di bawah NAB dapat menunjukkan kondisi discount.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat grafik harga. NAB dapat digunakan sebagai salah satu referensi tambahan ketika mengevaluasi harga ETF.

Berapa Dana yang Sebaiknya Dialokasikan?

Jumlah ETF yang dibeli sebaiknya mengikuti rencana alokasi aset, bukan sekadar mengejar jumlah lot.

Sebagai contoh, seorang investor memiliki dana investasi Rp10 juta dan menentukan alokasi 10 persen untuk emas. Maka dana yang disiapkan untuk eksposur emas sekitar Rp1 juta.

Dari angka tersebut, investor dapat menghitung jumlah lot berdasarkan harga ETF yang berlaku.

Pendekatan ini membuat keputusan investasi lebih terukur. Investor juga dapat mengurangi risiko melakukan pembelian berlebihan hanya karena harga emas sedang mengalami kenaikan.

Alokasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, kondisi keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko masing-masing investor.

Tips Membeli ETF Emas untuk Pemula

ETF Emas memang relatif mudah diakses melalui aplikasi sekuritas. Namun, kemudahan transaksi tidak berarti produk tersebut bebas risiko.

Beberapa tips yang dapat diperhatikan pemula adalah:

  • Jangan memilih ETF hanya berdasarkan harga unit. Harga Rp300 per unit tidak otomatis lebih murah dibandingkan ETF Rp900 per unit.
  • Perhatikan likuiditas. Aktivitas transaksi yang rendah dapat menyebabkan spread lebih lebar.
  • Gunakan Limit Order bila ingin mengontrol harga. Namun, order mungkin tidak langsung matched.
  • Pelajari prospektus. Informasi dalam prospektus membantu investor memahami struktur produk.
  • Bandingkan biaya. Biaya pengelolaan dapat memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang.
  • Jangan mengejar kenaikan harga emas. Tren kenaikan tidak menjamin harga akan terus meningkat.
  • Pertimbangkan pembelian bertahap. Strategi ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu titik harga.
  • Sesuaikan dengan profil risiko. Jangan mengalokasikan dana melebihi kemampuan hanya karena ingin mengikuti tren.

Apa Risiko ETF Emas?

Meskipun berbasis emas, ETF Emas tetap merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko.

Risiko pertama berasal dari pergerakan harga emas. Ketika harga emas turun, nilai ETF yang memiliki eksposur terhadap emas juga dapat mengalami tekanan.

Risiko berikutnya adalah likuiditas. ETF yang memiliki aktivitas perdagangan rendah dapat memiliki spread lebih lebar. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga ketika investor ingin membeli atau menjual.

Investor juga perlu memperhatikan perbedaan harga pasar dan NAB. Harga ETF di bursa tidak selalu sama persis dengan nilai aset bersihnya.

Selain itu, terdapat biaya pengelolaan dan biaya transaksi. Karena itu, investor perlu membaca dokumen produk sebelum mengambil keputusan.

Apakah ETF Emas Cocok untuk Pemula?

ETF Emas dapat menjadi salah satu alternatif bagi pemula yang ingin mendapatkan eksposur terhadap emas melalui pasar modal.

Produk ini menawarkan mekanisme transaksi yang familiar bagi investor saham. Investor tidak perlu mengurus penyimpanan emas fisik dan dapat memantau aset melalui akun investasi.

Namun, kemudahan tersebut tidak menghilangkan risiko investasi.

Pemula tetap perlu memahami:

  • Pergerakan harga emas.
  • Risiko penurunan harga.
  • Likuiditas ETF.
  • Bid-ask spread.
  • Perbedaan harga pasar dan NAB.
  • Biaya pengelolaan.
  • Kebijakan investasi.
  • Risiko masing-masing produk.

Dengan pemahaman tersebut, ETF Emas dapat digunakan secara lebih terukur sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Kesimpulan

Cara beli ETF Emas di Ajaib pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan membeli instrumen yang diperdagangkan di bursa. Investor perlu memiliki akun efek aktif, memastikan dana tersedia di RDN, mencari ticker ETF, memeriksa harga dan order book, menentukan jumlah lot, lalu mengirim order sesuai strategi.

Hal yang lebih penting adalah memahami produk sebelum membeli. Jangan memilih ETF hanya karena harga unit terlihat murah atau karena harga emas sedang naik.

Perhatikan NAB, likuiditas, bid-ask spread, biaya, prospektus, serta kebijakan investasi. Setelah itu, tentukan alokasi berdasarkan tujuan dan kemampuan finansial.

ETF Emas dapat menjadi pilihan diversifikasi bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur emas tanpa harus menyimpan emas fisik. Namun, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan strategi masing-masing.

FAQ Cara Beli ETF Emas di Ajaib

Apakah ETF Emas sama dengan emas fisik?

Tidak. ETF Emas memberikan eksposur terhadap portofolio aset emas melalui unit ETF yang diperdagangkan di bursa. Investor tidak secara langsung memegang emas batangan tersebut.

Apakah membeli ETF Emas sama seperti membeli saham?

Mekanismenya mirip karena sama-sama diperdagangkan di bursa. Investor dapat melihat harga, bid, ask, order book, dan memasukkan order melalui aplikasi sekuritas.

Berapa minimal pembelian ETF Emas?

Pembelian dilakukan dalam satuan lot. Satu lot terdiri dari 100 unit penyertaan. Nilai minimal pembelian bergantung pada harga ETF saat order dilakukan.

Apakah harga ETF selalu sama dengan NAB?

Tidak selalu. Harga ETF di pasar sekunder dapat berada di atas atau di bawah NAB per unit. Selisih tersebut dapat mencerminkan kondisi premium atau discount.

Apakah ETF Emas bisa mengalami kerugian?

Bisa. Nilai ETF dapat turun ketika harga aset yang mendasarinya mengalami penurunan. Risiko likuiditas dan perbedaan harga pasar dengan NAB juga perlu diperhatikan.

Apakah pemula boleh membeli ETF Emas?

Pemula dapat mempertimbangkannya setelah memahami cara kerja ETF, risiko, biaya, likuiditas, dan karakteristik produk. Investor sebaiknya tidak membeli hanya karena mengikuti tren harga emas.

Lebih baik membeli sekaligus atau bertahap?

Keduanya memiliki konsekuensi berbeda. Pembelian bertahap dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin membangun eksposur secara perlahan dan mengurangi ketergantungan pada satu harga masuk.

Apa hal terpenting sebelum membeli ETF Emas?

Pastikan memahami produk, memeriksa likuiditas dan bid-ask spread, membandingkan harga dengan NAB, membaca prospektus, serta menentukan alokasi dana sesuai rencana investasi.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
7 Kesalahan Investasi Saham yang Wajib Dihindari Investor Pemula

7 Kesalahan Investasi Saham yang Wajib Dihindari Investor Pemula

Kunjungi Artikel