RuangInvest.com โ Pasartanahtinggi, Jawa Barat – GoTo Gojek Tokopedia Tbk kembali menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan perkembangan terbaru terkait buyback saham GOTO. Aksi korporasi tersebut resmi berakhir setelah berjalan selama satu tahun penuh sesuai persetujuan RUPSLB. Pengumuman ini menjadi perhatian investor karena berkaitan langsung dengan strategi pengelolaan modal perusahaan.
Selama periode tersebut, perusahaan mencatat realisasi pembelian kembali saham dalam jumlah signifikan. Langkah ini sekaligus menunjukkan upaya perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham di pasar. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah dinamika industri teknologi.
Sementara itu, pasar merespons dengan beragam sentimen. Sebagian investor melihat aksi ini sebagai upaya menjaga nilai jangka panjang, meskipun kondisi saham masih bergerak di level rendah. Karena itu, isu buyback saham GOTO menjadi topik yang terus diperhatikan pelaku pasar.
Buyback Saham GOTO Resmi Berakhir Setelah Satu Tahun Aksi Korporasi
Pelaksanaan buyback saham GOTO oleh GoTo Gojek Tokopedia Tbk berlangsung pada periode 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026. Dalam periode tersebut, perusahaan berhasil memborong sekitar 7,59 miliar saham seri A.
Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, menyampaikan bahwa program yang telah disetujui dalam RUPSLB 18 Juni 2025 tersebut kini resmi berakhir. Dengan demikian, tidak ada lagi pembelian kembali saham dalam skema sebelumnya.
Selain itu, hasil dari aksi ini menambah jumlah saham treasuri perusahaan menjadi 39,78 miliar saham atau setara 3,33 persen dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, jumlah saham beredar berkurang secara signifikan setelah akumulasi tersebut.
Langkah ini mencerminkan strategi perusahaan dalam mengelola struktur modal secara lebih efisien. Meskipun begitu, investor tetap mencermati dampaknya terhadap likuiditas dan pergerakan harga saham di pasar.
Dampak Buyback Saham GOTO terhadap Struktur Kepemilikan
Program buyback saham GOTO memberikan dampak langsung pada komposisi kepemilikan saham perusahaan. Dengan bertambahnya saham treasuri, porsi saham yang beredar di pasar menjadi lebih terbatas.
Hal ini dapat memengaruhi beberapa aspek penting, antara lain:
- Likuiditas saham di pasar sekunder
- Potensi stabilisasi harga saham
- Persepsi investor terhadap nilai intrinsik perusahaan
- Strategi jangka panjang manajemen dalam menjaga valuasi
Selain itu, pengurangan jumlah saham beredar juga sering dipandang sebagai sinyal positif oleh sebagian pelaku pasar. Namun demikian, efeknya tetap bergantung pada kondisi fundamental dan sentimen industri secara keseluruhan.
Di sisi lain, pasar juga mempertimbangkan bahwa GOTO masih berada dalam fase pemulihan kinerja keuangan. Karena itu, dampak buyback tidak selalu langsung tercermin pada kenaikan harga saham.
GOTO Siapkan Buyback Saham Baru hingga 2027
Meskipun program sebelumnya telah berakhir, GoTo Gojek Tokopedia Tbk tidak menghentikan strategi serupa. Perseroan telah menyetujui rencana buyback saham GOTO lanjutan untuk periode 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Dalam aksi korporasi baru ini, perusahaan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp3,5 triliun. Dana tersebut sudah termasuk biaya transaksi, biaya perantara pedagang, serta biaya lainnya.
Sumber Pendanaan dan Kekuatan Kas Perusahaan
Perusahaan menegaskan bahwa dana buyback berasal dari kas internal. Selain itu, GOTO juga memiliki posisi kas yang cukup kuat untuk mendukung rencana tersebut.
Beberapa komponen keuangan penting perusahaan meliputi:
- Kas dan setara kas: Rp21,75 triliun
- Deposito berjangka: Rp305 miliar
- Liabilitas jangka pendek: Rp10,65 triliun
- Liabilitas jangka panjang: Rp6,39 triliun
Dengan kondisi tersebut, perusahaan masih memiliki fleksibilitas keuangan meskipun mencatat rugi dalam beberapa tahun terakhir.
Prospek Saham GOTO di Tengah Tekanan Pasar
Pergerakan saham GoTo Gojek Tokopedia Tbk saat ini masih berada di level rendah, yakni sekitar Rp50 per saham. Level ini menjadi batas bawah perdagangan pada papan pemantauan khusus.
Sementara itu, tekanan jual masih cukup tinggi di pasar. Tercatat hampir 130 juta lot saham berada dalam antrean jual pada jam perdagangan tertentu.
Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati langkah strategis perusahaan, termasuk keberlanjutan buyback saham GOTO. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi penopang psikologis bagi investor.
Di sisi lain, keberhasilan program buyback jangka panjang akan sangat bergantung pada:
- Konsistensi perbaikan kinerja keuangan
- Stabilitas pendapatan dari ekosistem digital
- Efisiensi operasional perusahaan
- Sentimen sektor teknologi di bursa
Meskipun begitu, pasar masih akan bersikap hati-hati sebelum melihat dampak nyata terhadap valuasi saham.
Dengan berakhirnya program lama dan dimulainya rencana baru, buyback saham GOTO tetap menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor dan mengoptimalkan struktur modal di tengah dinamika pasar modal Indonesia.





