Bakrie Power Masuk Konsorsium PLTSa Surabaya Raya

Dwi Prakoso

Bakrie Power masuk konsorsium PLTSa Surabaya Raya bersama Danantara untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah.

RuangInvest.com, Jakarta – Bakrie Power Masuk Konsorsium PLTSa Surabaya Raya menjadi salah satu perkembangan terbaru di sektor energi dan pengelolaan sampah nasional. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengonfirmasi bahwa entitas usahanya, PT Bakrie Power, tergabung dalam konsorsium Mentari Citra Lestari yang dipilih oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Namun, perseroan menegaskan bahwa penunjukan tersebut masih bersifat kondisional. Artinya, keterlibatan PT Bakrie Power masih harus memenuhi seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku sebelum dapat dipastikan sebagai pengembang proyek.

Karena itu, BNBR belum dapat mengungkapkan berbagai rincian proyek, termasuk nilai investasi, potensi pendapatan, hingga jadwal pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Surabaya Raya.

Penetapan Konsorsium Masih Bersifat Kondisional

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BNBR menjelaskan bahwa penetapan PT Bakrie Power sebagai bagian dari konsorsium Mentari Citra Lestari belum bersifat final.

Perseroan menyatakan keputusan tersebut masih bergantung pada pemenuhan seluruh persyaratan yang telah ditetapkan dalam proses pengadaan. Selain itu, apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, posisi PT Bakrie Power maupun konsorsium dapat digantikan oleh mitra cadangan.

Manajemen BNBR menjelaskan bahwa status kondisional inilah yang menjadi alasan perusahaan belum menyampaikan informasi tersebut lebih awal melalui mekanisme keterbukaan informasi.

Dalam keterangannya, manajemen menyebut bahwa penetapan PT Bakrie Power dalam konsorsium masih tunduk pada seluruh ketentuan pengadaan yang berlaku sehingga prosesnya belum selesai sepenuhnya.

Konsorsium Libatkan Tiga Perusahaan

Konsorsium Mentari Citra Lestari terdiri atas tiga perusahaan yang akan bekerja sama dalam pengembangan proyek tersebut.

Adapun anggota konsorsium meliputi:

  • PT Bakrie Power
  • PT Acritas Karya Persada
  • SUS Indonesia Holding Ltd

Konsorsium tersebut dipilih untuk mengembangkan fasilitas waste-to-energy atau PLTSa yang direncanakan berlokasi di kawasan Surabaya Raya.

Sementara itu, proyek ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan sampah yang lebih modern sekaligus menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan limbah.

Meski demikian, seluruh rencana tersebut masih akan melalui tahapan evaluasi sebelum keputusan investasi dapat diambil.

Studi Kelayakan Masih Berlangsung

Saat ini PT Bakrie Power bersama anggota konsorsium dan BPI Danantara akan melaksanakan studi kelayakan atau feasibility study.

Studi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi berbagai aspek penting proyek. Mulai dari aspek teknis, komersial, hingga finansial agar proyek dapat berjalan secara optimal.

Karena masih berada pada tahap awal, BNBR belum dapat memberikan proyeksi mengenai besaran investasi yang dibutuhkan.

Selain itu, perusahaan juga belum memiliki informasi mengenai:

  • Nilai investasi proyek.
  • Skema kerja sama dan pembagian hasil.
  • Potensi kontribusi terhadap pendapatan.
  • Dampak terhadap laba bersih perseroan.
  • Jadwal pembangunan fasilitas.
  • Target mulai beroperasinya PLTSa.

Manajemen BNBR menjelaskan bahwa seluruh informasi tersebut baru dapat ditentukan setelah studi kelayakan selesai dilakukan.

Dengan demikian, berbagai parameter ekonomi proyek masih akan bergantung pada hasil evaluasi yang sedang dipersiapkan bersama seluruh pihak terkait.

Potensi Proyek bagi BNBR

Meskipun belum menghasilkan dampak finansial dalam waktu dekat, keterlibatan PT Bakrie Power dinilai dapat memperluas portofolio bisnis energi milik Grup Bakrie.

Di sisi lain, proyek PLTSa menjadi salah satu sektor yang memperoleh perhatian karena mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah perkotaan dan penyediaan energi alternatif.

Apabila proyek ini berlanjut hingga tahap konstruksi, peluang kontribusi terhadap bisnis infrastruktur dan energi BNBR dapat semakin terbuka. Namun, seluruh potensi tersebut masih bergantung pada hasil studi kelayakan dan keputusan investasi berikutnya.

Karena itu, investor masih perlu menunggu perkembangan lanjutan terkait penyelesaian evaluasi teknis maupun finansial sebelum dapat mengukur dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Kepemilikan PT Bakrie Power

Berdasarkan laporan keuangan BNBR per 31 Maret 2026, PT Bakrie Power merupakan entitas yang dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan.

Kepemilikan tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Bakrie Indo Infrastructure yang menjadi bagian dari lini bisnis infrastruktur Grup Bakrie.

Sementara itu, perseroan menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat informasi tambahan mengenai besaran investasi maupun kontribusi proyek terhadap laporan keuangan perusahaan.

Ke depan, perkembangan proyek PLTSa Surabaya Raya akan sangat bergantung pada hasil studi kelayakan serta pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan. Apabila seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, proyek ini berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan energi berbasis pengolahan sampah di Indonesia sekaligus memperkuat posisi BNBR melalui PT Bakrie Power di sektor energi berkelanjutan.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu