Daftar Isi 13 bagian
RuangInvest.com – Jakarta, Bracket Order menjadi salah satu fitur transaksi saham yang membantu investor mengatur risiko dan target keuntungan sejak awal. Melalui fitur ini, pengguna dapat menyiapkan order beli sekaligus menentukan harga Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) tanpa harus menunggu transaksi beli selesai terlebih dahulu.
Fitur Bracket Order tersedia untuk membantu pengguna mengelola transaksi secara lebih terstruktur. Selain menentukan harga pembelian, investor dapat menetapkan batas kerugian dan target keuntungan sesuai strategi masing-masing.
Namun, investor tetap perlu memahami mekanisme fitur ini sebelum menggunakannya. Pasalnya, sistem memiliki ketentuan mengenai pencocokan order, perubahan pesanan, serta masa berlaku setiap instruksi transaksi.
Apa Itu Bracket Order dalam Transaksi Saham?
Bracket Order merupakan fitur yang memungkinkan pengguna membuat order Limit Buy bersamaan dengan pengaturan Stop Loss dan Take Profit. Dengan mekanisme tersebut, investor dapat merencanakan transaksi sejak awal tanpa perlu memasang setiap order secara terpisah.
Stop Loss berfungsi sebagai batas harga untuk membantu membatasi potensi kerugian. Sementara itu, Take Profit menjadi target harga untuk merealisasikan keuntungan ketika harga saham mencapai level yang telah ditentukan.
Melalui fitur ini, pengguna dapat mengaktifkan Stop Loss, Take Profit, atau keduanya sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, Bracket Order dapat membantu investor menjalankan rencana transaksi secara lebih disiplin.
Meski begitu, fitur ini tidak menjamin keuntungan ataupun menghilangkan seluruh risiko investasi. Pergerakan harga, likuiditas saham, dan proses eksekusi order tetap memengaruhi hasil transaksi.
Cara Menggunakan Bracket Order di Stockbit
Pengguna dapat mengatur Bracket Order melalui halaman pemesanan saham di aplikasi Stockbit. Sebelum mengirim pesanan, pastikan harga beli, jumlah lot, serta pengaturan Stop Loss dan Take Profit sudah sesuai dengan rencana transaksi.
1. Buka halaman order saham
Pertama, masuk ke halaman order saham yang ingin kamu transaksikan. Selanjutnya, buka menu Order Types untuk melihat pilihan jenis pesanan yang tersedia.
2. Aktifkan fitur Bracket Order
Kemudian, pilih opsi Bracket Order atau aktifkan pengaturan Stop Loss/Take Profit sesuai tampilan aplikasi. Langkah ini memungkinkan kamu mengatur pesanan beli beserta target keluar dari posisi saham.
3. Masukkan harga beli dan jumlah lot
Setelah itu, masukkan harga Limit Buy yang kamu inginkan. Tentukan pula jumlah lot sesuai modal dan rencana transaksi.
Pastikan harga beli dan jumlah lot sudah benar sebelum melanjutkan. Selain itu, perhatikan dana yang tersedia agar pesanan sesuai dengan kemampuan finansialmu.
4. Tentukan Stop Loss dan Take Profit
Berikutnya, centang opsi Stop Loss dan/atau Take Profit. Masukkan harga atau persentase sesuai pilihan yang tersedia pada aplikasi.
Tentukan Stop Loss berdasarkan batas kerugian yang sanggup kamu tanggung. Sementara itu, sesuaikan Take Profit dengan target keuntungan dan kondisi saham yang kamu analisis.
5. Periksa detail pesanan
Sebelum mengirim order, periksa kembali seluruh informasi transaksi. Pastikan harga beli, jumlah lot, Stop Loss, dan Take Profit sudah sesuai.
Jika seluruh detail sudah benar, tekan tombol Buy. Selanjutnya, periksa halaman Preview Order dan tekan Confirm untuk mengonfirmasi pesanan.
6. Selesaikan proses pemesanan
Setelah sistem memproses konfirmasi, tekan Done untuk menyelesaikan langkah tersebut. Namun, perlu diingat bahwa konfirmasi pesanan tidak selalu berarti seluruh order beli langsung terisi.
Sistem baru membuat order Stop Loss dan/atau Take Profit secara otomatis setelah order beli terisi atau match minimal satu lot.
Ketentuan Order Stop Loss dan Take Profit
Pengguna perlu memahami masa berlaku setiap pesanan agar tidak salah menafsirkan status transaksi. Bracket Order memiliki ketentuan berbeda untuk order beli dan order Stop Loss/Take Profit.
- Order Limit Buy: menggunakan validitas Good for Day (GFD), yaitu berlaku selama hari perdagangan terkait.
- Order Stop Loss dan Take Profit: menggunakan validitas Good Till Cancelled (GTC), dengan masa berlaku hingga 180 hari sejak order dibuat.
- Order beli tidak match: jika tidak ada bagian pesanan yang terisi hingga akhir hari, sistem membatalkan order beli secara otomatis. Sistem juga tidak membuat order Stop Loss atau Take Profit.
- Order beli terisi sebagian: sistem membuat order Stop Loss dan/atau Take Profit sesuai jumlah lot yang sudah match.
Dengan memahami ketentuan tersebut, investor dapat memantau status transaksi secara lebih tepat. Selain itu, pengguna tidak perlu menganggap bahwa order beli yang masih terbuka sudah memiliki perlindungan Stop Loss atau target Take Profit yang aktif.
Apa yang Terjadi Jika Order Beli Terisi Sebagian?
Dalam perdagangan saham, order tidak selalu langsung terisi seluruhnya. Kondisi ini dikenal sebagai partial match, yaitu ketika hanya sebagian jumlah lot yang berhasil mendapatkan pasangan transaksi.
Pada Bracket Order, sistem menyesuaikan jumlah lot Stop Loss dan/atau Take Profit dengan total lot yang sudah match. Jika order beli baru terisi sebagian, jumlah lot pada order lanjutan juga mengikuti jumlah yang telah terisi tersebut.
Selanjutnya, apabila order beli belum terisi seluruhnya, pengguna masih dapat melakukan amend order. Perubahan dapat mencakup harga Stop Loss/Take Profit atau jumlah lot sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, setelah order beli terisi penuh, pengguna hanya dapat mengubah pengaturan melalui order Stop Loss atau Take Profit secara langsung. Karena itu, periksa kembali pesanan sebelum mengonfirmasinya.
Bagaimana Jika Stop Loss atau Take Profit Tereksekusi?
Bracket Order memiliki mekanisme pembatalan otomatis untuk mengelola dua order keluar yang saling berkaitan. Apabila Stop Loss atau Take Profit tereksekusi, sistem membatalkan order lainnya secara otomatis.
Misalnya, kamu memasang Stop Loss dan Take Profit untuk saham yang sama. Jika harga mencapai target Take Profit dan order tersebut tereksekusi, sistem akan membatalkan order Stop Loss yang masih terbuka.
Sebaliknya, jika Stop Loss tereksekusi, sistem akan membatalkan order Take Profit. Apabila order beli masih berstatus partial match, sistem juga membatalkan sisa order beli yang belum terisi.
Mekanisme ini membantu mencegah order keluar yang tersisa tetap aktif setelah salah satu target transaksi tercapai. Meski demikian, investor tetap perlu memantau status order dan hasil eksekusinya.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Bracket Order
Bracket Order dapat membantu investor mengatur transaksi, tetapi pengguna tetap perlu menyusun strategi yang realistis. Sebelum menggunakan fitur ini, perhatikan beberapa hal berikut.
- Tentukan risiko sejak awal. Sesuaikan Stop Loss dengan toleransi kerugian dan kondisi pergerakan harga saham.
- Gunakan target keuntungan yang masuk akal. Pertimbangkan analisis harga dan kondisi pasar sebelum menetapkan Take Profit.
- Periksa status order beli. Order yang belum match minimal satu lot belum memicu pembuatan order Stop Loss/Take Profit.
- Pahami masa berlaku pesanan. Order beli mengikuti GFD, sedangkan order Stop Loss/Take Profit mengikuti GTC hingga 180 hari.
- Perhatikan likuiditas saham. Harga yang bergerak cepat dan antrean transaksi dapat memengaruhi proses eksekusi order.
Selain itu, jangan menetapkan Stop Loss dan Take Profit hanya berdasarkan keinginan memperoleh keuntungan besar. Gunakan pertimbangan yang sesuai dengan profil risiko dan rencana investasi masing-masing.
Kesimpulan
Bracket Order merupakan fitur transaksi saham yang memungkinkan pengguna menyiapkan order Limit Buy sekaligus mengatur Stop Loss dan Take Profit. Fitur ini membantu investor menyusun rencana transaksi sejak awal dan mengelola order keluar secara otomatis.
Namun, investor perlu memahami ketentuan partial match, amend order, masa berlaku GFD dan GTC, serta pembatalan otomatis ketika salah satu order keluar tereksekusi. Dengan memahami mekanismenya, pengguna dapat memanfaatkan Bracket Order secara lebih terencana tanpa mengabaikan risiko pasar.
Catatan sumber: Artikel ini merujuk pada panduan pusat bantuan Stockbit mengenai Auto Order Bracket Order yang diperbarui pada 21 April 2026. Periksa kembali ketentuan terbaru pada aplikasi atau pusat bantuan Stockbit sebelum melakukan transaksi.




