Alfamart Restrukturisasi Anak Usaha di Filipina dan Bangladesh

Jaya Purnama

RuangInvest.com – JakartaAlfamart rampingkan struktur anak usaha Filipina dan Bangladesh melalui serangkaian transaksi afiliasi yang dilakukan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan struktur bisnis internasional sekaligus memperkuat pengembangan usaha di luar Indonesia.

Perseroan mengintegrasikan aset usaha luar negeri yang sebelumnya tersebar di beberapa entitas ke dalam Alfamart Retail Asia Pte Ltd (ARA). Selain itu, perusahaan juga menggandeng investor strategis Glory Worldwide Investments Pte Ltd (GWI) untuk memperkuat struktur permodalan.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses pendanaan, serta memperkuat posisi bisnis Alfamart di pasar internasional. Sementara itu, kegiatan usaha utama di Indonesia tetap menjadi fokus utama perusahaan.

Alfamart Perkuat Struktur Bisnis Internasional

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, ARA merupakan anak usaha AMRT yang mengelola investasi Alfamart di luar negeri. Portofolio bisnis tersebut mencakup kepemilikan di Filipina melalui Alfamart Trading Philippines Inc. (ATP) serta di Bangladesh melalui Alfamart Trading Bangladesh Ltd. (ATB).

Sebagai bagian dari restrukturisasi, ARA akan menerbitkan sekitar 49,75 juta saham baru yang seluruhnya diambil oleh GWI. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar US$40,63 juta atau setara Rp730,14 miliar.

Sebelum transaksi berlangsung, AMRT menguasai seluruh saham ARA. Namun, setelah penerbitan saham baru tersebut, kepemilikan berubah menjadi 49 persen di tangan AMRT dan 51 persen dimiliki GWI.

Menurut manajemen, struktur kepemilikan baru diharapkan membuka peluang lebih besar bagi ARA untuk memperoleh dukungan strategis sekaligus memperluas akses terhadap sumber pendanaan dalam mendukung ekspansi bisnis global.

Dana Investasi Digunakan Akuisisi Saham

Dana hasil peningkatan modal tidak hanya memperkuat struktur keuangan ARA. Perusahaan juga menggunakannya untuk membeli sebagian saham bisnis ritel di Filipina dan Bangladesh yang sebelumnya dimiliki GWI.

Rincian transaksi

  • Pembelian 10 persen saham ATP senilai sekitar US$10,53 juta atau Rp189,22 miliar.
  • Pembelian 70 persen saham ATB senilai sekitar US$1,80 juta atau Rp32,13 miliar.
  • Setelah transaksi selesai, ARA memiliki 45 persen saham ATP.
  • Sisanya dimiliki SM Retail Inc. sebesar 50 persen dan Robert Kwee sebesar 5 persen.
  • ARA juga menguasai 70 persen saham ATB, sedangkan 30 persen lainnya dimiliki Kazi Retail Limited.

Selain memperjelas struktur kepemilikan, transaksi tersebut membuat seluruh investasi internasional yang saling berkaitan berada dalam satu entitas sehingga koordinasi bisnis menjadi lebih sederhana.

Restrukturisasi Diharapkan Tingkatkan Efisiensi

Manajemen AMRT menilai integrasi aset ini akan menciptakan efisiensi dalam pengelolaan bisnis internasional. Selain itu, koordinasi antarunit usaha diperkirakan menjadi lebih cepat karena seluruh aktivitas berada di bawah pengelolaan ARA.

Di sisi lain, keberadaan investor strategis juga dinilai mampu memberikan dukungan tambahan bagi pengembangan berbagai proyek internasional yang akan dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Meskipun terdapat perubahan struktur kepemilikan, transaksi ini tetap tergolong transaksi afiliasi karena terdapat kesamaan pengurus di kedua perusahaan. Budiyanto Djoko Susanto diketahui menjabat sebagai Direktur AMRT sekaligus Direktur GWI.

Karena itu, seluruh transaksi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar tetap menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Fokus Perkuat Pertumbuhan Global

Restrukturisasi ini merupakan bagian dari roadmap jangka panjang AMRT untuk memperkuat posisi ARA sebagai pusat pengembangan bisnis internasional. Perusahaan berharap ARA mampu berkembang menjadi lini bisnis yang lebih mandiri serta kompetitif di pasar global.

Selain itu, model bisnis yang lebih ramping memungkinkan AMRT lebih fokus mengembangkan jaringan usaha di Indonesia tanpa mengurangi kontribusi dari bisnis luar negeri.

Hingga akhir 2025, total aset AMRT tercatat mencapai sekitar Rp42,58 triliun. Sementara itu, total aset ARA sebelum eliminasi mencapai sekitar Rp350,85 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa ARA memiliki peran penting dalam mendukung strategi ekspansi internasional perusahaan.

Melalui restrukturisasi ini, AMRT berharap mampu menciptakan struktur usaha yang lebih efisien, memperkuat daya saing di pasar global, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Penulis :

Jaya Purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu