Jumat, 30 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

Proyek Tambang Emas dan Tembaga NTB Menuju Produksi

Oleh Jaya Purnama · Oktober 29, 2026 · 11:59 am
Daftar Isi 3 bagian

Ruanginvest.com – Dua proyek tambang emas dan tembaga di Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan operasi produksi pada waktu berbeda. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) membidik 2028 untuk Blok Elang di Kabupaten Sumbawa, sedangkan PT Sumbawa Timur Mining (STM) menargetkan 2031 untuk proyek di Hu’u, Kabupaten Dompu.

Kedua proyek masih menghadapi tahapan persiapan yang perlu diselesaikan sebelum memasuki produksi. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, menyebut proses perizinan masih berjalan. Karena itu, jadwal kedua tambang tersebut tetap bergantung pada kelancaran persiapan masing-masing perusahaan.

Blok Elang dan Hu’u menjadi bagian dari potensi pertambangan logam di NTB. Samsudin mengatakan wilayah tersebut didominasi dua proyek besar itu. Namun, ia menegaskan bahwa realisasi target produksi perlu melihat perkembangan perizinan dan kesiapan sarana pendukung, bukan hanya besarnya potensi mineral.

Blok Elang menargetkan produksi pada 2028

AMNT menargetkan tambang emas dan tembaga Blok Elang mulai beroperasi pada 2028. Saat ini, perusahaan masih memproses sejumlah izin, termasuk izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH). Samsudin menyampaikan, pembangunan fisik dapat dimulai pada 2028 apabila proses perizinan berjalan lancar.

Dengan demikian, target produksi dan agenda pembangunan perlu dibaca bersama status perizinannya. Lokasi proyek berada di kawasan hutan, sehingga penyelesaian IPPKH menjadi salah satu tahapan penting sebelum kegiatan dapat berkembang. Samsudin mengatakan perkembangan izin akan memengaruhi kepastian pelaksanaan rencana tersebut.

Potensi Blok Elang disebut lebih besar daripada tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat. Meski demikian, Samsudin mengatakan detail perbandingan potensi tersebut belum diketahui secara rinci. Ia juga menyoroti bahwa kawasan Elang berada di wilayah hutan dan proses perizinannya masih berlangsung.

Data AMMAN menunjukkan Blok Elang memiliki cadangan bijih 2,5 miliar metrik ton. Angka itu tercantum dalam laporan terbaru berdasarkan standar Joint Ore Reserves Committee (JORC) per 31 Desember 2024. JORC merupakan standar pelaporan internasional untuk informasi sumber daya dan cadangan mineral.

Dibandingkan laporan 2023, cadangan bijih Elang meningkat 79 persen dari 1,4 miliar metrik ton. Kandungan tembaganya naik 71 persen, dari 10,4 miliar pon menjadi 17,8 miliar pon. Sementara itu, kandungan emas meningkat 76 persen, dari 15 juta ons menjadi 26,4 juta ons.

Blok Elang terletak sekitar 60 kilometer di sebelah timur tambang Batu Hijau. AMMAN menyebut proyek ini sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memperluas operasi perusahaan. Namun, besarnya cadangan tidak mengubah fakta bahwa tahapan perizinan masih menjadi perhatian sebelum kegiatan pembangunan berjalan.

Eksplorasi di Elang juga menemukan deposit porfiri kedua yang dikenal sebagai Elang Selatan. Tim perusahaan menemukan deposit tersebut sejak 2020, berdekatan dengan porfiri Elang utama. Informasi AMMAN menyebut Elang Selatan berada lebih dalam dan memiliki kadar sedikit lebih tinggi.

STM menyiapkan proyek Hu’u menuju 2031

Proyek STM di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, menargetkan operasi produksi pada 2031. Samsudin mengatakan perusahaan telah mengklarifikasi target tersebut. Seperti proyek Elang, rencana Hu’u tetap bergantung pada kelancaran proses perizinan yang sedang berjalan.

Selain mengurus izin, STM menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Persiapan itu menjadi bagian dari pekerjaan yang perlu berjalan sebelum proyek mencapai tahap produksi. Pemerintah daerah menyebut perusahaan berkomitmen mengejar target 2031 yang telah ditetapkan.

STM telah melakukan eksplorasi di wilayah tersebut sejak 2010. Perusahaan mengumumkan potensi sumber daya mineral tembaga dan emas di blok Onto, Hu’u, sekitar 2 miliar ton. Angka itu menggambarkan sumber daya yang diumumkan perusahaan, bukan jadwal pasti dimulainya produksi.

Perkiraan potensi Onto berasal dari hasil 74 lubang pemboran dengan total kedalaman 74.130 meter. Perusahaan membagi sumber daya yang diumumkan menjadi sekitar 1,1 miliar ton kategori tertunjuk dan sekitar 1 miliar ton kategori terekam. Data tersebut memberi gambaran hasil eksplorasi, sementara izin dan persiapan proyek masih berlangsung.

Cadangan Elang dan sumber daya Onto berbeda

Angka 2,5 miliar ton untuk Elang dan sekitar 2 miliar ton untuk Onto perlu dibaca sesuai kategorinya. Data Elang disebut sebagai cadangan bijih dalam laporan JORC AMMAN, sedangkan angka Onto merupakan potensi sumber daya mineral yang diumumkan STM. Karena itu, kedua angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan ukuran proyek yang dapat dibandingkan langsung.

Perbedaan kategori itu juga penting saat menilai perkembangan dua proyek. Data eksplorasi membantu menggambarkan potensi mineral, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan kapan tambang mulai berproduksi. Untuk Elang, izin kawasan hutan masih berproses; untuk Hu’u, STM masih mengurus izin sekaligus menyiapkan fasilitas pendukung.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, NTB berpotensi memiliki dua proyek besar yang memasuki produksi pada 2028 dan 2031. Namun, jadwal tersebut masih memerlukan tindak lanjut dari perusahaan dan penyelesaian persyaratan yang berlaku. Pemerintah daerah memantau perkembangan proyek, sedangkan target akhirnya tetap bergantung pada kelancaran proses masing-masing.

Tag: ·

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.