Saham Kesehatan Melonjak, MEDS Naik 29,17% di Tengah Sentimen Erupsi Anak Krakatau

Dwi Prakoso

Saham Kesehatan Melonjak, MEDS Naik 29,17% di Tengah Sentimen Erupsi Anak Krakatau
Ilustrasi: saham kesehatan

Ruanginvest.comJakarta, saham kesehatan melonjak pada perdagangan Senin (7/9/2026). Investor mencermati potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.31 WIB, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) memimpin penguatan. Saham produsen masker kesehatan tersebut melonjak 29,17 persen ke Rp93 per unit.

Nilai transaksi MEDS mencapai Rp49,78 miliar. Selain itu, sejumlah emiten sektor kesehatan lain turut mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan pagi tersebut.

Saham Kesehatan Kompak Menguat

Penguatan juga terlihat pada saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO). Saham SOHO melambung 24,90 persen ke Rp1.505 per unit.

Selanjutnya, PT Haloni Jane Tbk (HALO) naik 21,74 persen. Sementara itu, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menguat 20,61 persen.

Sejumlah saham kesehatan lainnya juga bergerak positif. DKHH naik 17,65 persen, sedangkan KAEF menguat 15,91 persen.

Kemudian, OBAT naik 14,78 persen dan IRRA tumbuh 10,16 persen. PEHA juga menguat 9,74 persen, sementara OMED naik 7,26 persen.

Selanjutnya, CHEK naik 6,72 persen dan PYFA menguat 6,52 persen. SILO tumbuh 5,14 persen, SAME naik 4,52 persen, serta BMHS menguat 3,59 persen.

KLBF turut mencatat kenaikan sebesar 3,23 persen. Sejumlah saham kesehatan lainnya juga bergerak di zona hijau.

Penguatan tersebut membuat indeks sektoral kesehatan IDXHEALTH memimpin kenaikan sektoral. Indeks tersebut naik 2,78 persen pada perdagangan pagi.

Erupsi Anak Krakatau Jadi Sentimen Pasar

Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas pada Senin (7/9/2026), penguatan sektor kesehatan berkaitan dengan sentimen erupsi Gunung Anak Krakatau. Potensi sebaran abu vulkanik menjadi perhatian investor.

Paparan abu vulkanik berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Karena itu, kondisi tersebut dapat mendorong kebutuhan terhadap masker dan obat-obatan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain itu, kebutuhan terhadap berbagai produk kesehatan lain juga berpotensi meningkat. Sentimen tersebut kemudian mendorong perhatian pasar terhadap emiten yang memiliki produk terkait kondisi tersebut.

BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen itu berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten healthcare. Fokusnya terutama pada perusahaan dengan eksposur terhadap produk masker, obat pernapasan, dan produk kesehatan terkait.

“Sentimen tersebut berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten healthcare, khususnya perusahaan dengan eksposur pada produk masker, obat pernapasan, dan produk kesehatan terkait,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Daftar Emiten yang Berpotensi Mendapat Sentimen

BRI Danareksa Sekuritas mencatat sejumlah emiten yang berpotensi mendapat sentimen dari perkembangan tersebut. Daftar itu mencakup perusahaan dengan eksposur pada berbagai produk kesehatan.

Beberapa nama yang masuk dalam daftar antara lain MEDS, MMIX, OMED, IRRA, KLBF, KAEF, INAF, PYFA, TSPC, SIDO, dan DVLA.

Selain itu, riset tersebut turut mencantumkan SOHO, MERK, PEHA, PRDA, SAME, SILO, HEAL, MIKA, dan BMHS.

Dengan demikian, pergerakan saham emiten tersebut tetap menjadi perhatian pasar. Namun, investor perlu mencermati perkembangan sentimen sebelum mengambil keputusan investasi.

Katalis Saham Kesehatan Cenderung Jangka Pendek

Meski penguatan berlangsung cukup luas, BRI Danareksa Sekuritas menilai katalis tersebut cenderung bersifat jangka pendek. Perkembangan erupsi menjadi salah satu faktor penting yang perlu investor cermati.

Selain perkembangan erupsi, luas sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian. Perubahan kondisi tersebut dapat memengaruhi kekuatan sentimen terhadap sektor kesehatan.

Karena itu, kenaikan harga saham pada perdagangan pagi belum otomatis menunjukkan tren penguatan berkelanjutan. Investor perlu melihat perkembangan volume transaksi dan momentum sektor pada perdagangan berikutnya.

“Konfirmasi volume dan keberlanjutan momentum tetap diperlukan untuk melihat potensi lanjutan penguatan sektor,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

Pada akhirnya, pergerakan saham kesehatan akan bergantung pada perkembangan sentimen dan respons pasar. Investor juga perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan.

Investor Perlu Mencermati Keberlanjutan Momentum

Lonjakan saham kesehatan pada Senin pagi menunjukkan kuatnya respons pasar terhadap sentimen erupsi Gunung Anak Krakatau. MEDS menjadi salah satu saham dengan penguatan paling tinggi pada sesi tersebut.

Namun, kenaikan cepat juga membutuhkan perhatian lebih terhadap keberlanjutan momentum. Volume transaksi dan perkembangan sentimen menjadi indikator penting untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

Sementara itu, investor perlu membedakan antara katalis jangka pendek dan perubahan fundamental perusahaan. Dengan demikian, pergerakan harga saham tidak hanya menjadi dasar dalam menilai prospek emiten kesehatan.

Perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik akan tetap menjadi faktor yang perlu dicermati pasar. Selanjutnya, konfirmasi volume dan keberlanjutan penguatan dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kekuatan sektor kesehatan.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Bank Raya Dorong Gaya Hidup Aktif dan Keuangan Digital Lewat Raya Active

Bank Raya Dorong Gaya Hidup Aktif dan Keuangan Digital Lewat Raya Active

Kunjungi Artikel