Ruanginvest.com – Jakarta, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan laba bersih ADRO semester I-2026 sebesar USD309,36 juta. Capaian tersebut melonjak 76,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD174,94 juta. –
Kinerja positif tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan pendapatan usaha perseroan. Pada semester I-2026, pendapatan ADRO mencapai USD999,24 juta, meningkat 16,51 persen dari USD857,69 juta pada semester I-2025.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada Jumat (28/8/2026), pertumbuhan pendapatan turut didukung oleh sejumlah segmen usaha. Selain itu, peningkatan laba usaha memberikan kontribusi terhadap kenaikan laba bersih perseroan sepanjang enam bulan pertama 2026.
Laba Bersih ADRO Semester I-2026 Tembus USD309,36 Juta
Kenaikan laba bersih menjadi salah satu sorotan utama dalam kinerja ADRO pada semester I-2026. Laba bersih sebesar USD309,36 juta tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan USD174,94 juta yang dicatatkan pada semester I-2025.
Dengan demikian, laba bersih perseroan bertambah sekitar USD134,42 juta secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terjadi ketika pendapatan usaha juga mencatat kenaikan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan usaha ADRO tercatat sebesar USD999,24 juta. Nilai tersebut meningkat 16,51 persen dari USD857,69 juta pada semester I-2025. Kinerja pendapatan ini terutama berasal dari beberapa segmen usaha perseroan.
Segmen Pertambangan dan Jasa Pengolahan Topang Pendapatan
Pendapatan ADRO pada semester I-2026 ditopang oleh segmen pertambangan, jasa pengolahan pertambangan, serta pendapatan lainnya. Segmen pertambangan memberikan kontribusi sebesar USD581,80 juta.
Sementara itu, segmen jasa pengolahan pertambangan mencatat pendapatan sebesar USD470,81 juta. Pendapatan dari segmen lainnya mencapai USD28,87 juta.
Jika dilihat dari komponen tersebut, segmen pertambangan dan jasa pengolahan pertambangan menjadi bagian penting dalam menopang pendapatan perseroan. Namun, kenaikan pendapatan juga diikuti dengan peningkatan beban pokok pendapatan.
- Pendapatan segmen pertambangan: USD581,80 juta.
- Pendapatan jasa pengolahan pertambangan: USD470,81 juta.
- Pendapatan lainnya: USD28,87 juta.
- Total pendapatan usaha: USD999,24 juta.
Laba Usaha ADRO Melonjak hingga USD381,76 Juta
Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan ADRO meningkat menjadi USD576,55 juta. Meski demikian, laba kotor perseroan tetap mengalami peningkatan hingga mencapai USD422,68 juta.
Di sisi lain, beban usaha justru mengalami penurunan menjadi USD58,34 juta. Kondisi tersebut turut mendukung peningkatan laba usaha ADRO sepanjang semester I-2026.
Laba usaha tercatat mencapai USD381,76 juta. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan laba usaha pada semester I-2025 yang sebesar USD203,32 juta.
Kenaikan laba usaha menunjukkan adanya peningkatan kinerja operasional perseroan. Terlebih lagi, pertumbuhan laba usaha berlangsung bersamaan dengan penurunan beban usaha pada periode tersebut.
Total Aset ADRO Naik Menjadi USD7,8 Miliar
Selain mencatat pertumbuhan laba, posisi keuangan ADRO juga mengalami perubahan hingga Juni 2026. Total aset perseroan mencapai USD7,8 miliar, meningkat dari posisi sebelumnya sebesar USD6,81 miliar.
Kenaikan aset tersebut disebabkan oleh peningkatan persediaan dan aset tetap. Selain itu, terdapat peningkatan aset hak guna yang disertai dengan peningkatan persediaan aluminium ingot.
Pertumbuhan aset menjadi salah satu perubahan penting dalam laporan keuangan ADRO hingga Juni 2026. Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan juga mengalami peningkatan pada periode yang sama.
Liabilitas dan Ekuitas ADRO Ikut Mengalami Perubahan
Hingga Juni 2026, total liabilitas ADRO tercatat sebesar USD2,68 miliar. Nilai tersebut meningkat seiring adanya perjanjian sewa baru yang berkaitan dengan sewa bangunan dan peralatan.
Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai USD5,13 miliar. Peningkatan ekuitas tersebut sejalan dengan adanya penarikan tambahan atas fasilitas pinjaman untuk pembiayaan proyek smelter aluminium.
Dengan demikian, kinerja semester I-2026 menunjukkan perubahan pada sejumlah pos utama laporan keuangan ADRO. Laba bersih dan laba usaha meningkat, sementara aset, liabilitas, serta ekuitas juga mengalami perubahan dibandingkan posisi sebelumnya.
Kinerja ADRO pada Semester I-2026
Secara keseluruhan, kinerja ADRO pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan laba dan pendapatan. Laba bersih ADRO semester I-2026 mencapai USD309,36 juta atau naik 76,83 persen secara tahunan.
Pendapatan usaha juga tumbuh 16,51 persen menjadi USD999,24 juta. Selain itu, laba usaha meningkat dari USD203,32 juta menjadi USD381,76 juta, sedangkan laba kotor mencapai USD422,68 juta.
Di sisi neraca, total aset meningkat menjadi USD7,8 miliar. Liabilitas mencapai USD2,68 miliar dan ekuitas tercatat sebesar USD5,13 miliar hingga Juni 2026.
Kenaikan tersebut mencerminkan perubahan skala aset dan struktur pendanaan perseroan. Sementara itu, peningkatan laba menjadi salah satu perkembangan utama yang terlihat dalam laporan keuangan semester pertama 2026.










