Asing Borong Saham, BBRI Pimpin Net Buy Asing Pekan Ini

Dwi Prakoso

Net buy asing BBRI dan saham pilihan di Bursa Efek Indonesia

RuangInvest.com, Jakarta – Net buy asing kembali mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini. Investor asing tercatat mengakumulasi sejumlah saham unggulan, terutama dari sektor perbankan dan pertambangan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar. Hingga penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), akumulasi asing pada saham BBRI mencapai Rp745,32 miliar.

Selain BBRI, investor asing juga memburu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM). Fenomena ini terjadi saat IHSG mencatat penguatan mingguan sebesar 1,93 persen.

Net Buy Asing Terbesar Dipimpin Saham BBRI

Berdasarkan data perdagangan hingga Jumat (21/8/2026), BBRI menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing sepanjang pekan. Net buy asing pada saham tersebut mencapai Rp745,32 miliar.

Akumulasi tersebut berjalan seiring dengan penguatan harga BBRI. Saham bank milik negara itu naik 3,53 persen dalam sepekan ke level Rp3.230 per saham.

Di posisi kedua, BBCA mencatat net buy asing sebesar Rp409,05 miliar. Saham Bank Central Asia tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 1,57 persen sepanjang pekan.

BBCA ditutup pada level Rp6.450 per saham. Penguatan tersebut menunjukkan minat investor terhadap saham perbankan masih cukup kuat.

Selanjutnya, AMMN membukukan net buy asing sebesar Rp329,15 miliar. Saham perusahaan tambang tersebut naik 4,92 persen dalam sepekan menjadi Rp4.480 per saham.

Minat asing juga terlihat pada ANTM. Saham perusahaan tambang emas dan komoditas tersebut mencatat net buy asing sebesar Rp251,19 miliar.

ANTM menguat 3,26 persen sepanjang pekan ke level Rp3.170 per saham. Dengan demikian, sektor perbankan dan komoditas menjadi dua kelompok yang cukup dominan dalam akumulasi investor asing.

Daftar Saham dengan Net Buy Asing Terbesar

Selain saham berkapitalisasi besar, investor asing juga terlihat aktif mengakumulasi sejumlah saham tambang dan emiten lainnya.

Berikut daftar saham yang mencatat net buy asing berdasarkan data perdagangan hingga Jumat (21/8/2026):

  • BBRI: net buy asing Rp745,32 miliar, naik 3,53 persen ke Rp3.230.
  • BBCA: net buy asing Rp409,05 miliar, naik 1,57 persen ke Rp6.450.
  • AMMN: net buy asing Rp329,15 miliar, naik 4,92 persen ke Rp4.480.
  • ANTM: net buy asing Rp251,19 miliar, naik 3,26 persen ke Rp3.170.
  • PSAB: net buy asing Rp133,63 miliar, naik 29,03 persen ke Rp640.
  • TINS: net buy asing Rp125,12 miliar, naik 3,60 persen ke Rp4.030.
  • BRMS: net buy asing Rp88,59 miliar, naik 12,10 persen ke Rp695.
  • BRPT: net buy asing Rp40,10 miliar, naik 1,07 persen ke Rp1.890.
  • BBNI: net buy asing Rp38,61 miliar, naik 2,75 persen ke Rp3.730.

Dari daftar tersebut, PSAB menjadi saham dengan kenaikan harga paling tinggi. Saham J Resources Asia Pasifik tersebut melonjak 29,03 persen dalam sepekan.

Sementara itu, BRMS juga mencatat performa yang cukup menonjol. Saham tersebut melesat 12,10 persen dengan dukungan net buy asing sebesar Rp88,59 miliar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aliran dana asing tidak hanya masuk ke saham perbankan. Saham berbasis komoditas juga mendapat perhatian cukup besar.

IHSG Menguat, Rupiah Ikut Mengapresiasi

Akumulasi saham oleh investor asing berlangsung ketika pasar saham domestik berada dalam tren positif. IHSG ditutup naik 0,37 persen pada Jumat (21/8/2026) ke level 6.525,69.

Secara mingguan, IHSG menguat 1,93 persen. Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa sentimen pasar saham Indonesia masih cukup konstruktif.

Penguatan indeks juga berlangsung bersamaan dengan apresiasi rupiah. Mata uang Indonesia menguat 0,31 persen ke level Rp17.685 per dolar Amerika Serikat pada Jumat.

Dari sisi transaksi, investor asing membukukan beli bersih Rp992,64 miliar di pasar reguler pada perdagangan Jumat. Namun, jika dihitung sepanjang pekan, net buy asing tercatat sebesar Rp548,58 miliar.

Perbedaan angka harian dan mingguan tersebut menunjukkan adanya dinamika transaksi asing selama beberapa sesi perdagangan. Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat satu hari perdagangan saat menilai arah aliran dana asing.

Likuiditas dan Kredit Jadi Perhatian Investor

Selain pergerakan saham dan nilai tukar, kondisi likuiditas domestik juga menjadi perhatian pasar. Jumlah uang beredar luas atau M2 pada Juli 2026 tercatat tumbuh 8,3 persen secara tahunan.

Nilai M2 pada periode tersebut mencapai Rp10.371,1 triliun. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 8,7 persen secara tahunan.

Namun, perlambatan pertumbuhan uang beredar tidak diikuti pelemahan pertumbuhan kredit. Kredit justru tumbuh lebih kuat hingga mencapai 13,0 persen secara tahunan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat diperhatikan investor. Pertumbuhan kredit yang solid dapat mencerminkan aktivitas pembiayaan yang masih berjalan.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi dan sentimen global. Pergerakan rupiah dapat menjadi salah satu faktor penting bagi arah dana asing di pasar saham.

Prospek Perdagangan Saham Pekan Depan

Penguatan IHSG di atas level 6.500 menjadi salah satu perhatian pelaku pasar. Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG masih bertahan di atas level pivot tersebut.

Kondisi ini membuat peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun, investor perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.

Salah satunya adalah arah rupiah. Jika tekanan terhadap rupiah meningkat, sentimen terhadap pasar domestik dapat ikut berubah.

Selain itu, aktivitas perdagangan pada awal pekan depan berpotensi lebih terbatas. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena likuiditas perdagangan dapat memengaruhi volatilitas harga saham.

Meskipun begitu, posisi IHSG yang masih berada di atas 6.500 memberikan sinyal teknikal yang relatif positif. Aliran dana asing yang tetap mencatat net buy secara mingguan juga menjadi faktor yang layak dipantau.

Saham yang Perlu Dicermati Investor

Akumulasi asing tidak otomatis berarti seluruh saham tersebut akan terus naik. Net buy hanya menjadi salah satu indikator untuk membaca minat investor terhadap suatu saham.

Karena itu, investor perlu mengombinasikan data aliran dana dengan kinerja perusahaan. Fundamental, valuasi, prospek industri, serta kondisi pasar tetap penting dalam pengambilan keputusan.

Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian pada perdagangan berikutnya antara lain:

  • Pergerakan BBRI sebagai saham dengan net buy asing terbesar.
  • Pergerakan BBCA dan BBNI sebagai saham sektor perbankan.
  • Tren saham tambang seperti AMMN, ANTM, TINS, PSAB, dan BRMS.
  • Posisi IHSG terhadap level 6.500.
  • Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
  • Perubahan transaksi investor asing di pasar reguler.

Dengan demikian, daftar saham yang mengalami akumulasi asing dapat menjadi bahan pemantauan. Namun, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan strategi dan profil risiko masing-masing investor.

Secara keseluruhan, perdagangan pekan ini menunjukkan minat asing yang cukup kuat terhadap sejumlah saham Indonesia. BBRI menjadi pemimpin net buy asing, disusul BBCA, AMMN, dan ANTM.

Sementara itu, PSAB dan BRMS mencatat kenaikan harga yang lebih agresif. IHSG yang menguat 1,93 persen juga memperkuat gambaran positif pasar dalam sepekan.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati menghadapi perdagangan pekan depan. Pergerakan rupiah, sentimen eksternal, dan aktivitas transaksi dapat menjadi penentu arah pasar selanjutnya.

Jika aliran dana asing kembali masuk, saham-saham yang mencatat akumulasi besar berpotensi menjadi perhatian. Sebaliknya, perubahan arah transaksi asing perlu menjadi sinyal bagi investor untuk mengevaluasi kembali strategi perdagangan.

Catatan: Data harga, net buy asing, dan kinerja mingguan dalam artikel ini mengacu pada materi perdagangan hingga Jumat, 21 Agustus 2026.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Rekening Bank: Pengertian, Jenis, Syarat, Biaya, dan Tips Memilih

Rekening Bank: Pengertian, Jenis, Syarat, Biaya, dan Tips Memilih

Kunjungi Artikel