RuangInvest.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) luncurkan fitur IDX Mobile terbaru untuk memperkuat transparansi informasi di pasar modal Indonesia. Pembaruan tersebut mulai tersedia sejak Jumat (10/7/2026) melalui penambahan tiga sub-fitur baru pada menu Listed Company Disclosure di aplikasi IDX Mobile.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BEI dalam memperluas akses investor terhadap informasi yang lebih lengkap dan kredibel. Dengan demikian, investor memiliki referensi yang lebih baik sebelum mengambil keputusan investasi pada saham perusahaan tercatat.
Selain meningkatkan transparansi, pengembangan aplikasi ini juga mendukung agenda reformasi pasar modal Indonesia. Melalui digitalisasi layanan informasi, BEI berharap ekosistem investasi menjadi semakin modern, efisien, dan mudah diakses oleh seluruh pelaku pasar.
BEI Luncurkan Fitur IDX Mobile dengan Tiga Informasi Baru
BEI resmi menghadirkan tiga sub-fitur baru, yaitu Share Ownership, Free Float, dan High Shareholding. Ketiga fitur tersebut tersedia pada menu Listed Company Disclosure di aplikasi IDX Mobile.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa pengembangan tersebut merupakan bentuk komitmen bursa dalam menghadirkan informasi yang semakin komprehensif bagi investor.
Menurutnya, tambahan fitur tersebut diharapkan mampu membantu investor memahami struktur kepemilikan saham perusahaan secara lebih jelas. Selain itu, investor juga dapat melihat besaran saham beredar di publik serta konsentrasi kepemilikan saham pada pemegang saham utama.
Kautsar menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan IDX Mobile agar dapat menjadi referensi yang semakin lengkap dalam menganalisis perusahaan tercatat sekaligus mendukung pengambilan keputusan investasi.
Selain menghadirkan data baru, BEI juga memperbarui tampilan visual grafik pada aplikasi. Penyempurnaan tersebut membuat penyajian informasi menjadi lebih intuitif sehingga pengguna dapat membaca data dengan lebih mudah.
Transparansi Pasar Modal Terus Diperkuat
BEI menegaskan bahwa inovasi digital ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan informasi pasar modal Indonesia.
Saat ini, IDX Mobile telah digunakan oleh lebih dari 630 ribu pengguna aktif. Karena itu, pembaruan fitur dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan investor terhadap informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami.
Kautsar mengatakan BEI akan terus melakukan inovasi agar aplikasi IDX Mobile semakin lengkap. Menurutnya, transparansi informasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan pasar modal yang sehat dan berintegritas.
Di sisi lain, digitalisasi layanan juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing. Informasi yang terbuka dapat membantu mengurangi asimetri informasi di pasar sehingga proses investasi menjadi lebih objektif.
Melalui langkah tersebut, BEI ingin membangun ekosistem investasi yang semakin inklusif. Selain itu, pengembangan teknologi juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional.
Kinerja Bursa Turut Menunjukkan Tren Positif
Pengembangan fitur IDX Mobile hadir di tengah kondisi pasar yang menunjukkan perbaikan.
Sepanjang pekan 6–10 Juli 2026, BEI mencatat kehadiran enam perusahaan baru yang resmi melantai di bursa. Emiten tersebut dimulai dari PT Niramas Utama Tbk (JELI) hingga PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup menguat 0,83 persen ke level 5.924,360 selama periode tersebut.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut meningkat menjadi sekitar Rp10.340 triliun. Angka tersebut mencerminkan adanya peningkatan nilai pasar perusahaan-perusahaan tercatat di tengah optimisme pelaku pasar.
Namun demikian, investor tetap disarankan melakukan analisis fundamental dan mempertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Manfaat Fitur Baru bagi Investor
Hadirnya tiga sub-fitur baru memberikan sejumlah manfaat bagi investor, antara lain:
- Memahami struktur kepemilikan saham suatu emiten.
- Melihat tingkat Free Float atau saham yang beredar di publik.
- Mengetahui konsentrasi kepemilikan saham pada pemegang saham besar.
- Membantu analisis tata kelola perusahaan.
- Menjadi referensi tambahan sebelum membeli maupun menjual saham.
Selain itu, informasi tersebut dapat dipadukan dengan analisis laporan keuangan, prospek bisnis, serta valuasi saham agar keputusan investasi menjadi lebih komprehensif.
Prospek bagi Investor
Peluncuran fitur baru IDX Mobile menunjukkan bahwa BEI terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia. Dalam jangka panjang, langkah ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor karena akses terhadap data perusahaan menjadi lebih mudah dan transparan.
Bagi investor ritel, informasi mengenai Share Ownership, Free Float, dan High Shareholding dapat menjadi indikator tambahan untuk menilai kualitas suatu emiten. Saham dengan struktur kepemilikan yang sehat serta tingkat free float yang memadai umumnya memiliki likuiditas perdagangan yang lebih baik.
Sementara itu, jika pengembangan teknologi dan transparansi terus berlanjut, pasar modal Indonesia berpeluang menarik lebih banyak investor baru. Kondisi tersebut dapat mendukung peningkatan aktivitas perdagangan sekaligus memperkuat daya saing Bursa Efek Indonesia dalam jangka panjang.





