RuangInvest.com, Jakarta – Peringkat TRIM kembali mendapat pengakuan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Lembaga pemeringkat tersebut menegaskan peringkat idA untuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dengan prospek stabil, sehingga mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar modal.
Penegasan tersebut juga diberikan kepada rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2026 dengan nilai maksimal Rp3 triliun. Langkah ini menjadi sinyal bahwa kualitas kredit perusahaan masih dinilai berada pada level yang baik.
Bagi pelaku pasar, keputusan Pefindo menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan Trimegah Sekuritas dalam memenuhi kewajiban keuangannya sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Peringkat TRIM Didukung Fundamental Bisnis yang Kuat
Dalam laporannya, Pefindo menyebutkan bahwa Peringkat TRIM mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang kuat. Selain itu, perusahaan juga memiliki lini bisnis yang terdiversifikasi sehingga tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja.
Permodalan yang kuat turut menjadi faktor penting dalam mempertahankan peringkat tersebut. Dengan modal yang memadai, Trimegah Sekuritas dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi perubahan kondisi pasar maupun kebutuhan ekspansi bisnis.
Namun demikian, Pefindo juga mengingatkan adanya sejumlah faktor pembatas. Salah satunya adalah tingginya volatilitas pasar modal yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Di sisi lain, persaingan industri sekuritas yang semakin ketat juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tetap perlu menjaga kualitas layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengelola risiko secara disiplin agar mampu mempertahankan kinerja dalam jangka panjang.
Kesiapan Melunasi Obligasi Jatuh Tempo
Dalam waktu dekat, Trimegah Sekuritas memiliki dua kewajiban obligasi yang akan jatuh tempo. Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri B senilai Rp308,8 miliar akan jatuh tempo pada 6 Juli 2026.
Sementara itu, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2025 Seri A senilai Rp150,54 miliar dijadwalkan jatuh tempo pada 12 Juli 2026.
Manajemen menyatakan bahwa seluruh kewajiban tersebut akan dilunasi menggunakan dana internal perusahaan. Langkah ini menunjukkan kemampuan likuiditas yang relatif kuat sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada pendanaan baru.
Per akhir Desember 2025, perusahaan memiliki kas dan setara kas sekitar Rp791,1 miliar. Selain itu, Trimegah Sekuritas juga masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum digunakan dengan nilai sekitar Rp1,8 triliun. Kombinasi kedua sumber pendanaan tersebut memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya.
Kondisi likuiditas yang sehat menjadi salah satu faktor yang mendukung pandangan stabil dari Pefindo terhadap profil kredit perusahaan.
Faktor yang Berpotensi Mengubah Peringkat TRIM
Pefindo menjelaskan bahwa Peringkat TRIM masih memiliki peluang untuk meningkat apabila perusahaan mampu memperkuat posisi bisnisnya secara berkelanjutan di berbagai lini usaha.
Selain memperbesar pangsa pasar, peningkatan peringkat juga bergantung pada kemampuan perusahaan menerapkan manajemen risiko secara hati-hati, terutama pada bisnis pembiayaan yang sedang berkembang. Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih berlangsung.
Sebaliknya, peringkat dapat mengalami penurunan apabila posisi bisnis maupun profil keuangan perusahaan memburuk secara signifikan. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh perubahan negatif pada pasar global yang berdampak terhadap aktivitas pasar modal Indonesia.
Karena itu, keberhasilan perusahaan menjaga kualitas aset, profitabilitas, serta likuiditas akan menjadi faktor utama dalam mempertahankan peringkat pada masa mendatang.
Struktur Pemegang Saham dan Prospek Investor
Hingga 31 Desember 2025, struktur kepemilikan saham Trimegah Sekuritas masih didominasi oleh investor strategis. Garibaldi Thohir menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 35,81 persen.
Selanjutnya terdapat Philmon Samuel Tanuri sebesar 7,86 persen, PT Union Sampoerna sebanyak 5,81 persen, David Agus sebesar 0,25 persen, sementara sisanya sebanyak 50,27 persen dimiliki oleh publik.
Komposisi kepemilikan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki dukungan dari pemegang saham utama sekaligus tingkat kepemilikan publik yang cukup besar. Hal ini dapat mendukung likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Prospek untuk Investor
Bagi investor, penegasan Peringkat TRIM dengan prospek stabil menjadi sinyal positif terhadap kualitas fundamental perusahaan. Peringkat idA menunjukkan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban finansial, meskipun masih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pasar.
Selain itu, kesiapan perusahaan melunasi obligasi menggunakan dana internal mencerminkan kondisi likuiditas yang masih terjaga. Faktor ini dapat meningkatkan kepercayaan investor, terutama bagi pemegang obligasi maupun investor yang berorientasi jangka panjang.
Meskipun begitu, investor tetap perlu mencermati perkembangan pasar modal, arah suku bunga, kondisi ekonomi global, serta persaingan industri sekuritas. Faktor-faktor tersebut masih berpotensi memengaruhi pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas Trimegah Sekuritas pada periode mendatang.
Secara keseluruhan, prospek Trimegah Sekuritas masih cukup menarik selama perusahaan mampu mempertahankan disiplin manajemen risiko, memperluas sumber pendapatan, dan menjaga posisi permodalannya. Penegasan peringkat dari Pefindo menjadi salah satu indikator bahwa fundamental perusahaan masih berada pada jalur yang positif di tengah dinamika industri jasa keuangan Indonesia.





