Kontrak GOTO Berakhir, TAXI Kehilangan 30 Persen Pendapatan

Dwi Prakoso

RuangInvest.com – Jakarta — Kontrak GOTO berakhir menjadi kabar penting bagi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI). Perseroan mengumumkan telah kehilangan kerja sama strategis dengan PT Rekan Anak Bangsa (RAB), anak usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.

Pemutusan kerja sama tersebut berlaku efektif pada 2 Juli 2026. Padahal, kontrak ini sebelumnya menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi TAXI melalui layanan Angkutan Sewa Khusus (ASK).

Berakhirnya kontrak tersebut diperkirakan memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan perseroan. Pasalnya, kontribusi pendapatan dari kerja sama dengan RAB mencapai sekitar 30 persen dari total pendapatan TAXI sepanjang 2025.

Kontrak GOTO Berakhir, TAXI Kehilangan Pendapatan Besar

PT Express Transindo Utama Tbk mengungkapkan bahwa perusahaan telah menerima surat resmi dari PT Rekan Anak Bangsa mengenai pengakhiran Perjanjian Pengadaan Jasa yang sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak.

Direktur Utama Express, Johannes Triatmojo, mengatakan bahwa perusahaan menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian kerja sama tersebut. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pengakhiran perjanjian berlaku efektif mulai 2 Juli 2026.

Sebelumnya, kedua perusahaan menandatangani kontrak kerja sama pada 21 November 2024. Perjanjian itu mencakup penyediaan layanan Angkutan Sewa Khusus (ASK) dengan masa kerja sama selama dua tahun serta memiliki opsi perpanjangan.

Melalui kerja sama tersebut, TAXI menyediakan berbagai layanan operasional. Dukungan itu meliputi penyediaan area parkir, pengelolaan operasional armada, hingga manajemen komunitas para pengemudi yang bermitra dengan RAB.

Namun, hingga pengumuman resmi disampaikan kepada publik, tidak dijelaskan alasan di balik keputusan PT Rekan Anak Bangsa untuk mengakhiri kontrak tersebut lebih cepat.

Kontribusi Kontrak Terhadap Pendapatan TAXI

Mengacu pada laporan keuangan tahun 2025, layanan ASK yang berasal dari kerja sama dengan RAB menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,06 miliar.

Nilai tersebut setara dengan sekitar 30,23 persen dari total pendapatan perusahaan yang mencapai Rp3,5 miliar sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, segmen penyewaan kendaraan masih menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan perseroan. Pada 2025, bisnis ini menghasilkan Rp2,44 miliar atau sekitar 68,77 persen dari total pendapatan.

Meski masih menjadi kontributor utama, tren pendapatan dari segmen penyewaan kendaraan justru terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, pendapatan segmen ini masih mencapai Rp4,82 miliar. Angka tersebut kemudian turun menjadi Rp3,89 miliar pada 2024. Selanjutnya, kembali merosot menjadi Rp2,44 miliar pada 2025.

Penurunan tersebut mencerminkan tren kontraksi yang cukup dalam. Dengan demikian, hilangnya pendapatan dari kerja sama bersama GOTO semakin memperbesar tantangan yang harus dihadapi perusahaan.

TAXI Kini Mengandalkan Kontrak Lain

Setelah kontrak GOTO berakhir, TAXI praktis hanya mengandalkan sejumlah kerja sama lain untuk menjaga arus pendapatannya.

Salah satu kontrak yang masih berjalan berasal dari PT Bengkalis Kuda Laut. Perseroan memperoleh kontrak penyewaan sebanyak 200 unit kendaraan dengan nilai mencapai Rp9,3 miliar.

Perjanjian tersebut memiliki masa berlaku selama satu tahun yang dimulai pada 3 November 2025. Namun demikian, hingga akhir tahun lalu realisasi penyewaan baru mencapai 41 unit kendaraan.

Selain itu, TAXI juga masih memiliki kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor. Kolaborasi tersebut menggunakan skema bagi hasil dalam pemasaran kendaraan listrik kepada para pengemudi taksi online.

Di sisi lain, hingga saat ini perusahaan juga belum kembali mengoperasikan layanan taksi reguler Express yang telah berhenti beroperasi sejak 2015.

Kondisi tersebut membuat sumber pendapatan perusahaan menjadi semakin terbatas dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Dampak Kontrak GOTO Berakhir bagi Kinerja Perseroan

Berakhirnya kerja sama dengan RAB diperkirakan akan memengaruhi pendapatan perusahaan pada tahun berjalan.

Selain kehilangan sekitar sepertiga sumber pendapatan, perusahaan juga menghadapi tantangan karena bisnis penyewaan kendaraan belum menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Apabila TAXI tidak segera memperoleh kontrak baru dengan nilai yang sebanding, tekanan terhadap pendapatan berpotensi berlanjut hingga beberapa periode mendatang.

Namun demikian, peluang masih terbuka apabila perseroan mampu memperluas kerja sama di sektor kendaraan listrik maupun penyewaan armada korporasi yang saat ini berkembang di Indonesia.

Keberhasilan memperoleh kontrak baru juga akan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

Pandangan Prospek untuk Investor

Bagi investor, kontrak GOTO berakhir menjadi perkembangan yang patut dicermati karena berdampak langsung terhadap fundamental perusahaan.

Beberapa faktor yang layak diperhatikan antara lain:

  • Hilangnya sekitar 30 persen kontribusi pendapatan pada 2026.
  • Tren penurunan bisnis penyewaan kendaraan dalam tiga tahun terakhir.
  • Potensi tambahan pendapatan apabila kontrak PT Bengkalis Kuda Laut terealisasi secara penuh.
  • Peluang ekspansi melalui kerja sama kendaraan listrik bersama Indomobil.
  • Kemampuan manajemen mendapatkan kontrak baru sebagai pengganti kerja sama dengan RAB.

Dalam jangka pendek, sentimen terhadap saham TAXI berpotensi tetap tertekan hingga perusahaan mampu menunjukkan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Sementara itu, bagi investor dengan profil risiko tinggi, perkembangan kontrak baru dan realisasi bisnis kendaraan listrik layak dipantau sebagai indikator pemulihan kinerja di masa mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu