AKR Corporindo Bangun FSRU Rp5,75 Triliun untuk Perkuat Bisnis LNG

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – AKR Corporindo bangun FSRU sebagai langkah strategis untuk memperkuat bisnis gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) di Indonesia. Proyek bernilai miliaran dolar ini menjadi salah satu investasi terbesar perseroan dalam pengembangan infrastruktur energi.

Langkah tersebut ditandai dengan penunjukan Hyundai Industries sebagai kontraktor pembangunan kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Perusahaan asal Korea Selatan itu dikenal sebagai salah satu pembuat kapal terbesar di dunia.

Investasi ini dilakukan melalui PT Andalanesa Energi Primer (AEP), perusahaan patungan yang baru dibentuk oleh PT AKR Corporindo Tbk, PT Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte Ltd. Kehadiran FSRU diharapkan dapat memperkuat rantai pasok LNG untuk kebutuhan industri yang terus meningkat.

AKR Corporindo Bangun FSRU Senilai Rp5,75 Triliun

PT Andalanesa Energi Primer (AEP) resmi menandatangani kontrak pembangunan kapal FSRU dengan Hyundai Industries pada Selasa, 30 Juni 2026. Nilai kontrak tersebut mencapai USD319,69 juta atau sekitar Rp5,75 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Pembayaran proyek akan dilakukan dalam enam tahap sesuai ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak. Nilai investasi yang besar menunjukkan keseriusan para pemegang saham dalam mengembangkan bisnis LNG di Indonesia.

Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo, mengatakan bahwa pembangunan kapal akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, penyelesaian proyek diperkirakan berlangsung pada pertengahan 2029.

Kapal FSRU yang dibangun memiliki kapasitas penyimpanan dan regasifikasi LNG sebesar 170 ribu meter kubik. Kapasitas tersebut dinilai cukup besar untuk mendukung kebutuhan pasokan gas bagi kawasan industri dan pelanggan potensial lainnya.

Selain itu, keberadaan FSRU akan meningkatkan fleksibilitas distribusi LNG. Kapal tersebut mampu menerima LNG dari berbagai sumber sebelum mengubahnya kembali menjadi gas untuk didistribusikan kepada pengguna akhir.

Alasan Hyundai Industries Dipilih

Pemilihan Hyundai Industries bukan tanpa alasan. Perusahaan yang berbasis di Dong-gu, Ulsan, Korea Selatan itu memiliki rekam jejak panjang dalam industri perkapalan global.

Hyundai dikenal sebagai salah satu produsen kapal terbesar di dunia. Perusahaan ini juga memiliki pengalaman dalam membangun berbagai jenis kapal energi, termasuk fasilitas pendukung industri LNG.

Karena itu, AEP menilai Hyundai Industries memiliki kemampuan teknis dan kapasitas produksi yang memadai untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Faktor pengalaman menjadi pertimbangan utama dalam proses penunjukan tersebut.

Di sisi lain, proyek FSRU memerlukan standar keselamatan dan teknologi tinggi. Kapal harus mampu menyimpan LNG dalam suhu sangat rendah sekaligus melakukan proses regasifikasi secara aman dan efisien.

Dengan pengalaman yang dimiliki Hyundai Industries, risiko keterlambatan maupun kendala teknis diharapkan dapat diminimalkan selama proses pembangunan berlangsung.

Strategi AKRA Mengembangkan Bisnis LNG

Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang AKRA dalam memperluas bisnis energi. Perseroan mulai serius menggarap sektor LNG setelah mendirikan AEP pada 26 Juni 2026.

Struktur kepemilikan AEP terdiri dari:

  • PT AKR Corporindo Tbk: 49 persen
  • BW FSRU VII Pte Ltd: 49 persen
  • PT Arthakencana Rayatama: 2 persen

Meskipun kepemilikan saham AKRA sebesar 49 persen, perusahaan tetap menjadi pengendali utama melalui keterkaitan kepemilikan dengan PT Arthakencana Rayatama.

Sementara itu, BW Group hadir sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman luas dalam pengoperasian FSRU dan bisnis LNG internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pengembangan ekosistem LNG yang kompetitif.

AKRA juga memiliki keunggulan berupa basis permintaan gas yang kuat melalui kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Kawasan tersebut terus berkembang dan membutuhkan pasokan energi yang stabil untuk mendukung aktivitas industri.

Dampak FSRU terhadap Pasokan Energi Nasional

Pembangunan FSRU berpotensi memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional. Infrastruktur ini memungkinkan distribusi LNG menjadi lebih fleksibel dibandingkan jaringan pipa konvensional.

Selain itu, FSRU dapat menjadi solusi bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan gas darat. LNG yang diterima kapal dapat diubah menjadi gas dan disalurkan ke berbagai sektor industri maupun pembangkit listrik.

Permintaan gas alam di Indonesia diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, investasi pada infrastruktur LNG menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan energi.

Meskipun pembangunan kapal baru akan selesai pada 2029, proyek ini menunjukkan arah strategis AKRA dalam menangkap peluang pertumbuhan sektor gas alam. Dengan dukungan Hyundai Industries dan BW Group, perusahaan berharap dapat membangun fondasi bisnis LNG yang kuat dan berkelanjutan.

Ke depan, keberadaan FSRU berkapasitas 170 ribu meter kubik tersebut diharapkan menjadi salah satu aset penting dalam mendukung kebutuhan energi industri nasional sekaligus memperkuat posisi AKRA di pasar LNG Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu