RuangInvest.com – Jakarta – PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) berencana melakukan ekspansi usaha melalui penambahan lini bisnis baru di bidang jasa penunjang industri fabrikasi logam lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas sumber pendapatan di luar bisnis yang telah berjalan saat ini.
Rencana pengembangan usaha tersebut telah disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/6/2026). Melalui langkah tersebut, MEDS ingin menangkap peluang yang terus berkembang di sektor industri nasional.
Dalam pengembangan bisnis baru ini, MEDS akan fokus pada layanan machining atau permesinan presisi yang dibutuhkan berbagai sektor industri. Perseroan menilai kebutuhan komponen logam berkualitas tinggi masih memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan dalam beberapa tahun mendatang.
MEDS Ekspansi Bisnis Machining untuk Perluas Sumber Pendapatan
Melalui rencana usaha baru tersebut, MEDS akan menjalankan berbagai layanan penunjang industri fabrikasi logam yang tidak termasuk dalam klasifikasi KBLI lainnya. Kegiatan usaha ini mencakup pemrosesan, perakitan, hingga fabrikasi berbagai komponen logam sesuai kebutuhan pelanggan.
Perseroan menargetkan pasar yang cukup luas. Selain sektor manufaktur, peluang bisnis juga datang dari industri pertambangan, konstruksi, serta berbagai perusahaan yang membutuhkan layanan permesinan dengan tingkat presisi tinggi.
Langkah MEDS ekspansi bisnis machining dinilai sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap komponen logam yang memiliki standar kualitas ketat. Kebutuhan tersebut terus berkembang seiring pertumbuhan sektor produksi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Selain itu, layanan machining memiliki nilai tambah karena mampu menghasilkan komponen dengan ukuran yang presisi dan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini menjadi faktor penting bagi perusahaan yang mengutamakan efisiensi operasional dan kualitas produk.
Fokus pada Produksi Heatsink dan Komponen Otomotif
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, MEDS menyebutkan bahwa layanan machining akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan berbagai komponen industri. Salah satu fokus utamanya adalah produksi heatsink serta komponen otomotif.
Heatsink merupakan komponen penting yang digunakan untuk membantu pelepasan panas pada berbagai perangkat industri dan elektronik. Sementara itu, industri otomotif membutuhkan banyak komponen logam yang diproduksi dengan tingkat ketelitian tinggi.
Layanan yang Akan Ditawarkan
Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, MEDS akan menyediakan sejumlah layanan utama, antara lain:
- Pembubutan (turning)
- Milling atau proses frais
- Fabrikasi komponen logam
- Pemrosesan komponen sesuai spesifikasi pelanggan
- Perakitan komponen industri tertentu
Layanan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai skala usaha. Mulai dari perusahaan kecil, menengah, hingga industri besar dapat memanfaatkan layanan yang ditawarkan perseroan.
Sementara itu, keunggulan utama yang ingin ditonjolkan MEDS adalah kualitas pengerjaan, ketepatan ukuran, serta penyelesaian proyek sesuai waktu yang telah disepakati. Faktor-faktor tersebut menjadi aspek yang sangat diperhatikan oleh pelaku industri dalam memilih mitra fabrikasi dan machining.
Target Pasar Industri yang Luas
Perseroan menilai pasar jasa machining masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Banyak perusahaan membutuhkan komponen mesin dengan spesifikasi khusus yang tidak dapat diproduksi secara massal.
Karena itu, MEDS membidik berbagai segmen industri yang membutuhkan komponen dengan daya tahan material yang baik dan tingkat presisi tinggi. Selain sektor manufaktur, kebutuhan juga datang dari perusahaan pertambangan yang memerlukan suku cadang mesin serta sektor konstruksi yang membutuhkan komponen logam tertentu.
Di sisi lain, tren peningkatan investasi industri di Indonesia berpotensi menjadi katalis positif bagi pertumbuhan bisnis baru perseroan. Semakin banyak proyek industri yang berjalan, semakin tinggi pula kebutuhan terhadap layanan fabrikasi dan machining.
Perseroan optimistis dapat bersaing di pasar dengan menawarkan kualitas pengerjaan yang konsisten. Selain itu, kecepatan penyelesaian pekerjaan juga menjadi salah satu nilai jual yang diharapkan mampu menarik pelanggan baru.
Proyeksi Laba Menunjukkan Prospek Positif
Sejalan dengan pengembangan lini usaha baru tersebut, MEDS telah menyusun proyeksi kinerja keuangan dalam beberapa tahun mendatang. Perseroan memperkirakan bisnis machining dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan laba perusahaan.
Pada tahun 2026, MEDS memproyeksikan laba bersih dari pengembangan usaha baru mencapai Rp4,40 miliar. Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi Rp5,60 miliar pada 2027.
Sementara itu, dalam jangka panjang hingga 2030, perseroan menargetkan laba bersih berada di kisaran Rp5,56 miliar. Proyeksi tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap potensi pasar jasa machining di Indonesia.
Meskipun begitu, pencapaian target tersebut tetap bergantung pada kondisi industri, tingkat permintaan pasar, serta kemampuan perseroan dalam menjalankan strategi ekspansi secara efektif. Namun dengan cakupan pasar yang luas dan kebutuhan industri yang terus berkembang, MEDS ekspansi bisnis machining berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang.





