Dividen BSSR 2025 Tembus 148,8 Persen dari Laba Bersih

Dwi Prakoso

Dividen BSSR 2025

RuangInvest.com, Jakarta – Dividen BSSR 2025 menjadi sorotan pasar setelah PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) memutuskan membagikan dividen tunai dalam jumlah yang melampaui laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026.

Perseroan menyetujui pembagian dividen final sebesar USD70 juta atau sekitar Rp1,27 triliun kepada para pemegang saham. Nilai tersebut melengkapi dua kali pembayaran dividen interim yang telah direalisasikan sebelumnya.

Dengan tambahan dividen final tersebut, total dividen BSSR 2025 yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai USD125 juta atau sekitar Rp2,27 triliun. Angka itu setara 148,8 persen dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar USD83,98 juta.

Dividen BSSR 2025 Disetujui dalam RUPST

Berdasarkan hasil RUPST, pemegang saham menyetujui usulan Direksi untuk membagikan dividen final sebesar USD70 juta. Mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia per 9 Juni 2026, nilai tersebut setara sekitar Rp1,27 triliun.

Manajemen perseroan menjelaskan bahwa dividen final akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 8 Juli 2026. Besaran dividen yang diterima investor mencapai Rp486,13 per lembar saham.

Keputusan tersebut mempertegas komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Meskipun kondisi industri batu bara menghadapi berbagai tantangan, perseroan tetap mempertahankan kebijakan dividen yang agresif.

Selain itu, pembagian dividen yang besar menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap posisi keuangan perusahaan. Perseroan masih memiliki saldo laba yang cukup kuat untuk mendukung kebijakan tersebut.

Total Dividen Capai USD125 Juta

Sebelum menetapkan dividen final, BSSR telah membayarkan dua kali dividen interim kepada para pemegang saham.

Dividen interim pertama dibagikan pada 21 November 2025 dengan nilai USD35 juta. Jumlah tersebut setara sekitar Rp581,97 miliar atau Rp222,59 per saham.

Sementara itu, dividen interim kedua direalisasikan pada 15 Januari 2026 sebesar USD20 juta. Nilainya mencapai sekitar Rp333,38 miliar atau Rp127,41 per saham.

Rincian Pembayaran Dividen

  • Dividen interim pertama: USD35 juta.
  • Dividen interim kedua: USD20 juta.
  • Dividen final: USD70 juta.
  • Total dividen: USD125 juta.
  • Total nilai setara rupiah: sekitar Rp2,27 triliun.

Dengan demikian, total distribusi dividen sepanjang tahun buku 2025 mencapai USD125 juta. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan laba bersih yang dibukukan perusahaan.

Dividend Payout Ratio Tembus 148,8 Persen

Tingginya total pembagian dividen membuat rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio BSSR mencapai 148,8 persen.

Sebagai informasi, laba bersih perusahaan sepanjang 2025 tercatat sebesar USD83,98 juta. Namun, total dividen yang dibagikan mencapai USD125 juta.

Kondisi tersebut berarti perseroan membagikan dividen yang lebih besar dibandingkan keuntungan bersih yang diperoleh selama satu tahun. Meski begitu, perusahaan masih memiliki saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar USD196,81 juta per 31 Desember 2025.

Keberadaan saldo laba tersebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan perseroan membagikan dividen dalam jumlah besar. Karena itu, perusahaan tetap memiliki ruang keuangan untuk mendukung kebijakan distribusi laba kepada pemegang saham.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi sinyal positif bagi investor yang mengutamakan saham dengan tingkat dividen tinggi. Pembagian dividen jumbo sering kali menjadi daya tarik tersendiri di tengah fluktuasi pasar modal.

Pemegang Saham Terbesar Terima Dividen Jumbo

Pembagian dividen BSSR 2025 juga memberikan manfaat signifikan kepada para pemegang saham utama perseroan.

PT Wahana Sentosa Cemerlang menjadi penerima dividen terbesar dengan nilai sekitar Rp635,99 miliar. Jumlah tersebut sejalan dengan posisi perusahaan sebagai pemegang saham pengendali.

Selanjutnya, Tata Power International Pte Ltd berhak memperoleh dividen sekitar Rp330,71 miliar. Sementara itu, GS Energy Corporation akan menerima dividen senilai Rp128,89 miliar.

PT GS Global Resources yang menguasai sekitar 5 persen saham BSSR diperkirakan memperoleh dividen sekitar Rp63,6 miliar.

Adapun pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen mendapatkan alokasi dividen sekitar Rp117,77 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh investor, baik institusi maupun ritel, turut menikmati hasil kinerja dan kebijakan distribusi laba perusahaan.

Prospek BSSR Setelah Pembagian Dividen

Dividen BSSR 2025 yang mencapai 148,8 persen dari laba bersih menunjukkan strategi perseroan dalam mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham. Kebijakan tersebut menjadi salah satu yang menonjol di sektor batu bara pada tahun ini.

Meskipun demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan harga batu bara global, kondisi permintaan energi, serta kinerja operasional perusahaan ke depan. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi kemampuan perseroan mempertahankan tingkat dividen yang tinggi pada tahun berikutnya.

Namun, dengan saldo laba yang masih mencapai USD196,81 juta dan posisi keuangan yang relatif kuat, BSSR masih memiliki fondasi yang cukup baik untuk menjaga kepercayaan investor. Karena itu, pembagian dividen jumbo ini diperkirakan akan menjadi salah satu katalis positif bagi saham perseroan di pasar modal Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu