Dividen Phapros 2026 Dibagikan, Laba PEHA Melonjak 109 Persen

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Dividen Phapros 2026 resmi disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Phapros Tbk (PEHA). Perseroan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar 15 persen dari laba bersih tahun buku 2025 kepada para pemegang saham.

Keputusan tersebut menjadi sinyal positif bagi investor setelah perusahaan berhasil membukukan kinerja keuangan yang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain membagikan dividen, sisa laba akan dialokasikan sebagai dana cadangan untuk kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) guna memenuhi aspek kepatuhan perusahaan.

Manajemen menilai langkah ini mencerminkan kondisi keuangan yang sehat, arus kas yang kuat, serta komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Dividen Phapros 2026 Jadi Bukti Kinerja Keuangan Solid

Keputusan pembagian Dividen Phapros 2026 disahkan dalam RUPS Tahunan yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menyebut pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi kepada investor yang telah memberikan kepercayaan kepada perusahaan.

Menurut Intan, pembagian dividen tersebut menunjukkan bahwa kondisi keuangan perseroan berada dalam keadaan stabil. Selain itu, perusahaan juga memiliki arus kas yang positif sehingga mampu tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

Ia menegaskan bahwa manajemen akan terus berupaya meningkatkan nilai perusahaan. Karena itu, Phapros berkomitmen menjaga profitabilitas dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan pada masa mendatang.

“Ini merupakan wujud apresiasi perusahaan terhadap loyalitas investor PEHA dan menunjukkan kondisi keuangan yang stabil dan arus kas yang positif,” ujar Intan dalam Paparan Publik Phapros.

Manajemen juga optimistis perusahaan dapat kembali memberikan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun-tahun berikutnya. Optimisme tersebut didukung oleh perbaikan fundamental bisnis yang terus berlangsung sepanjang 2025.

Laba Bersih PEHA Melonjak 109 Persen

Kinerja keuangan Phapros sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp27,4 miliar.

Capaian tersebut meningkat 109 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, perusahaan masih mencatatkan kerugian sebesar Rp290,6 miliar.

Pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan penjualan yang mencapai dua digit. Selain itu, strategi efisiensi yang diterapkan manajemen juga berhasil meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan auditan, penjualan Phapros sepanjang 2025 mencapai Rp940,88 miliar. Angka ini tumbuh 26,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan terjadi pada seluruh lini bisnis utama perusahaan, yaitu:

  • Segmen obat bebas atau OTC naik 43,20 persen.
  • Segmen obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95 persen.
  • Segmen ethical meningkat hingga 55 persen.

Pertumbuhan merata di berbagai segmen tersebut menunjukkan permintaan pasar yang terus membaik. Selain itu, strategi pemasaran dan distribusi yang dijalankan perusahaan turut mendukung peningkatan pendapatan.

Efisiensi Produksi Dorong Margin Keuntungan

Selain mencatat pertumbuhan penjualan, Phapros juga berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini terlihat dari penurunan beban pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS).

Sepanjang 2025, COGS turun 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar. Sementara itu, pada tahun sebelumnya angka tersebut masih berada di level Rp474,03 miliar.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi cost restructuring yang dijalankan perusahaan selama 2025. Program tersebut terbukti mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Rasio COGS Semakin Rendah

Rasio COGS terhadap penjualan juga mengalami perbaikan yang signifikan. Pada 2025, rasio tersebut turun menjadi 47,65 persen dibandingkan 63,65 persen pada tahun sebelumnya.

Menurut manajemen, penurunan rasio tersebut menunjukkan proses produksi yang semakin efisien. Di sisi lain, margin laba kotor perusahaan juga menjadi lebih besar.

Tidak hanya itu, Phapros juga berhasil menekan beban usaha sebesar 14,64 persen menjadi Rp406,43 miliar. Pada 2024, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp476,12 miliar.

Efisiensi yang dilakukan secara menyeluruh menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perusahaan kembali mencetak laba setelah sebelumnya mengalami kerugian.

Struktur Keuangan Semakin Sehat

Perbaikan kinerja juga terlihat pada struktur keuangan perusahaan. Sepanjang 2025, Phapros berhasil mengurangi total kewajiban atau liabilitas menjadi Rp959,70 miliar.

Angka tersebut turun 7,45 persen dibandingkan posisi 2024 yang mencapai Rp1,036 triliun. Penurunan liabilitas memberikan dampak positif terhadap kesehatan neraca perusahaan.

Sementara itu, ekuitas meningkat menjadi Rp427,47 miliar. Nilai ini tumbuh 8,74 persen dibandingkan Rp393,12 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekuitas menunjukkan bahwa nilai perusahaan terus meningkat bagi para pemegang saham. Selain itu, kondisi ini juga memperkuat fondasi perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis pada masa mendatang.

Dari sisi likuiditas, arus kas operasi Phapros juga menunjukkan tren positif. Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp123,757 miliar.

Saldo kas perusahaan pada akhir 2025 mencapai Rp120,98 miliar. Jumlah tersebut meningkat 31,49 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp92 miliar.

Dengan berbagai indikator positif tersebut, manajemen optimistis Phapros mampu mempertahankan momentum pertumbuhan. Pembagian Dividen Phapros 2026 pun menjadi bukti bahwa transformasi bisnis dan strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil nyata bagi investor maupun pemegang saham.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu