RuangInvest.com, Jakarta – Rights Issue GMFI menjadi langkah strategis yang tengah disiapkan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) untuk memenuhi ketentuan porsi saham publik atau free float sesuai regulasi pasar modal. Perseroan menargetkan pemenuhan batas awal free float sebesar 12,5 persen pada Maret 2027.
Langkah tersebut disampaikan manajemen dalam Public Expose Live 2026 yang digelar pada Rabu (10/6/2026). Perusahaan saat ini sedang berdiskusi intensif dengan para pemegang saham terkait skema terbaik yang akan ditempuh untuk memenuhi ketentuan tersebut.
Selain itu, GMFI juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat kepercayaan investor melalui peningkatan likuiditas saham dan pengembangan basis investor yang lebih luas. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan di pasar modal.
Rights Issue GMFI Jadi Opsi Utama Penuhi Free Float
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, mengatakan bahwa rights issue menjadi opsi yang telah disiapkan perusahaan untuk mengantisipasi ketentuan free float yang mulai berlaku pada Maret 2027.
Menurutnya, manajemen saat ini masih melakukan pembahasan bersama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Danantara mengenai langkah lanjutan yang akan ditempuh. Namun, perusahaan telah memiliki rencana yang jelas untuk memenuhi ketentuan awal free float melalui aksi korporasi tersebut.
Andi menjelaskan bahwa pemenuhan porsi saham publik merupakan bagian dari upaya meningkatkan visibilitas perusahaan di pasar modal. Di sisi lain, langkah tersebut juga diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.
Perusahaan menilai peningkatan free float akan memberikan dampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham. Selain itu, semakin luasnya kepemilikan publik berpotensi meningkatkan minat investor terhadap saham GMFI.
Komitmen Tingkatkan Kepercayaan Investor
Manajemen GMFI menegaskan bahwa komunikasi yang transparan dengan investor akan terus diperkuat. Strategi pertumbuhan yang konsisten juga menjadi fokus utama perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Andi, tujuan utama perseroan adalah:
- Memperkuat kepercayaan pasar.
- Meningkatkan likuiditas perdagangan saham.
- Memperluas basis investor.
- Menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
- Mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Free Float GMFI Saat Ini Masih di Bawah Ketentuan
Kebutuhan untuk melakukan Rights Issue GMFI tidak lepas dari kondisi free float perusahaan saat ini yang masih relatif rendah. Hingga akhir Mei 2026, porsi saham publik GMFI tercatat hanya sebesar 6,52 persen.
Angka tersebut masih jauh di bawah ketentuan minimum yang ditetapkan regulator. Karena itu, perusahaan perlu mengambil langkah strategis agar dapat memenuhi target free float secara bertahap hingga mencapai 15 persen pada 2028.
Penurunan free float terjadi setelah masuknya PT Angkasa Pura Indonesia (API) sebagai pemegang saham utama melalui aksi korporasi sebelumnya. Saat itu, GMFI melakukan rights issue melalui skema injeksi aset atau inbreng.
Saat ini, API tercatat memiliki kepemilikan saham sebesar 65,78 persen. Sementara itu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih menjadi pemegang kendali dengan porsi kepemilikan sebesar 27,44 persen.
Dengan struktur kepemilikan tersebut, ruang saham yang beredar di publik menjadi lebih kecil. Karena itu, perusahaan perlu melakukan penyesuaian agar dapat memenuhi regulasi pasar modal yang berlaku.
GMFI Siapkan Perbaikan Struktur Permodalan
Selain menyiapkan Rights Issue GMFI, perseroan juga sedang menggarap aksi korporasi lain berupa kuasi reorganisasi. Langkah ini ditujukan untuk menghapus saldo defisit yang masih membebani laporan keuangan perusahaan.
Manajemen menilai perbaikan struktur permodalan menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih sehat. Karena itu, berbagai inisiatif terus dijalankan secara simultan.
Sementara itu, perusahaan juga fokus menjaga likuiditas melalui peningkatan arus kas operasional atau operating cash flow (OCF). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan keuangan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri penerbangan dan perawatan pesawat.
Strategi GMFI Perkuat Likuiditas dan Arus Kas
Untuk mendukung kinerja keuangan, GMFI telah menyiapkan sejumlah strategi utama yang akan dijalankan secara berkelanjutan.
Beberapa langkah yang menjadi prioritas antara lain:
- Memperkuat disiplin konversi kas melalui penagihan yang lebih efektif.
- Melakukan pemantauan koleksi piutang secara proaktif.
- Meningkatkan tata kelola syarat pembayaran.
- Mengoptimalkan modal kerja melalui proyek dengan margin lebih tinggi.
- Menyesuaikan pengelolaan persediaan dengan kebutuhan pasar.
- Menjalankan pengelolaan kewajiban secara disiplin.
- Mengoptimalkan termin pembayaran kepada vendor.
- Menjaga profitabilitas untuk memperkuat posisi ekuitas.
Selain itu, perusahaan akan memastikan setiap proyek yang dijalankan memiliki pendanaan yang jelas dan memberikan nilai tambah strategis bagi bisnis.
Manajemen meyakini berbagai langkah tersebut akan membantu meningkatkan profil likuiditas perusahaan. Di sisi lain, strategi itu juga diharapkan mampu membangun ketahanan keuangan yang lebih kuat.
Dengan kombinasi Rights Issue GMFI, kuasi reorganisasi, serta penguatan arus kas operasional, perusahaan optimistis dapat memenuhi ketentuan free float sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.





