RuangInvest.com – Jakarta — Jenis papan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia menjadi hal penting yang perlu dipahami investor, terutama bagi pemula yang baru masuk ke pasar modal. Setiap saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk ke kategori papan tertentu sesuai skala usaha dan kondisi keuangannya.
Pemahaman mengenai jenis papan pencatatan saham dapat membantu investor menilai kualitas emiten sebelum membeli saham. Selain itu, klasifikasi papan juga memberikan gambaran tentang tingkat perkembangan bisnis perusahaan yang melantai di bursa.
Saat ini, Bursa Efek Indonesia memiliki beberapa kategori papan pencatatan. Mulai dari papan utama, papan pengembangan, papan akselerasi, hingga papan ekonomi baru. Masing-masing memiliki syarat dan karakteristik yang berbeda.
Jenis Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia
Secara umum, papan pencatatan saham berfungsi untuk mengelompokkan emiten berdasarkan ukuran usaha, kondisi keuangan, hingga prospek bisnisnya. Bursa menerapkan kriteria tertentu agar investor lebih mudah memahami profil perusahaan tercatat.
Status papan pencatatan juga dapat berubah seiring perkembangan perusahaan. Emiten yang sebelumnya berada di papan akselerasi misalnya, dapat naik ke papan pengembangan setelah bisnisnya berkembang lebih besar.
Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis papan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
Papan Utama untuk Emiten Skala Besar
Papan utama merupakan kategori bagi perusahaan dengan fundamental bisnis yang sudah kuat dan stabil. Emiten di papan ini umumnya memiliki aset besar dan telah menghasilkan laba secara konsisten.
Adapun syarat perusahaan untuk masuk papan utama antara lain:
- Berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT)
- Sudah beroperasi lebih dari 36 bulan
- Membukukan laba usaha dalam satu tahun terakhir
- Laporan keuangan diaudit minimal tiga tahun
- Dua tahun terakhir memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian
- Memiliki aktiva berwujud bersih minimal Rp100 miliar
- Menawarkan minimal 300 juta saham ke publik
Selain itu, porsi saham yang dilepas ke publik juga menyesuaikan nilai ekuitas perusahaan.
Berikut rinciannya:
- Ekuitas di atas Rp2 triliun wajib melepas minimal 10 persen saham
- Ekuitas Rp500 miliar hingga Rp2 triliun wajib melepas minimal 15 persen saham
- Ekuitas di bawah Rp500 miliar wajib melepas minimal 20 persen saham
Papan utama biasanya diisi oleh perusahaan besar dengan likuiditas saham tinggi. Karena itu, banyak investor institusi memilih emiten di kategori ini.
Papan Pengembangan untuk Perusahaan Bertumbuh
Jenis papan pencatatan saham berikutnya adalah papan pengembangan. Kategori ini diperuntukkan bagi perusahaan yang sedang berkembang dan memiliki prospek bisnis jangka panjang.
Berbeda dengan papan utama, emiten papan pengembangan masih diperbolehkan mencatatkan rugi. Namun, perusahaan harus memiliki proyeksi laba usaha dan laba bersih dalam beberapa tahun mendatang.
Syarat Emiten Papan Pengembangan
Berikut syarat utama emiten papan pengembangan:
- Berbadan hukum Perseroan Terbatas
- Telah beroperasi lebih dari 12 bulan
- Laporan keuangan diaudit minimal satu tahun
- Memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian
- Memiliki aktiva berwujud bersih lebih dari Rp5 miliar
Selain itu, emiten juga harus memenuhi salah satu ketentuan berikut:
- Laba usaha minimal Rp1 miliar dan kapitalisasi pasar minimal Rp100 miliar
- Pendapatan usaha minimal Rp40 miliar dan kapitalisasi pasar minimal Rp200 miliar
Sementara itu, jumlah saham yang ditawarkan ke publik minimal sebanyak 150 juta lembar saham.
Papan pengembangan menjadi pilihan banyak perusahaan yang sedang memperluas bisnisnya. Investor biasanya melihat kategori ini sebagai peluang pertumbuhan jangka panjang.
Papan Akselerasi untuk Emiten Skala Kecil
Papan akselerasi merupakan kategori bagi perusahaan dengan aset kecil dan menengah. Bursa menghadirkan papan ini agar perusahaan berkembang tetap memiliki akses pendanaan dari pasar modal.
Sesuai ketentuan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, emiten yang dapat masuk papan akselerasi terdiri dari:
- Emiten skala kecil dengan aset kurang dari Rp50 miliar
- Emiten skala menengah dengan aset hingga Rp250 miliar
Syarat pencatatan saham di papan akselerasi juga lebih fleksibel dibanding papan utama maupun pengembangan.
Beberapa ketentuannya meliputi:
- Perusahaan masih boleh mencatatkan rugi
- Memiliki proyeksi laba usaha maksimal tahun keenam
- Laporan keuangan minimal satu tahun terakhir
- Mendapat opini Wajar Tanpa Modifikasi
- Saham yang ditawarkan ke publik minimal 20 persen
Selain itu, harga saham perdana di papan akselerasi dapat dipatok mulai Rp50 per saham.
Papan ini dinilai membantu perusahaan rintisan dan bisnis berkembang memperoleh pendanaan lebih mudah. Di sisi lain, investor juga perlu memahami bahwa risiko investasi di kategori ini relatif lebih tinggi.
Papan Ekonomi Baru untuk Perusahaan Teknologi
Jenis papan pencatatan saham lainnya adalah papan ekonomi baru. Kategori ini diperuntukkan bagi perusahaan berbasis teknologi dan inovasi.
Papan ekonomi baru hadir untuk mengakomodasi emiten dengan karakter pertumbuhan tinggi. Meskipun begitu, perusahaan di kategori ini belum tentu memiliki model bisnis konvensional seperti emiten lama.
Perusahaan yang dapat masuk papan ekonomi baru wajib memenuhi beberapa karakteristik berikut:
- Memiliki pertumbuhan pendapatan tinggi
- Menggunakan teknologi untuk inovasi produk atau jasa
- Memberikan manfaat sosial yang luas
- Bergerak di sektor usaha yang ditetapkan Bursa
Adapun bidang usaha yang termasuk kategori ekonomi baru meliputi:
- Teknologi dan industri otonom
- Genom dan biomedis
- Fintech atau teknologi keuangan
- Internet generasi baru seperti 5G
- Cloud computing dan big data
- Cyber security
- Mobil masa depan
- Video gaming
Selain itu, Bursa Efek Indonesia juga dapat menetapkan sektor lain sesuai perkembangan industri global.
Keberadaan papan ekonomi baru menjadi langkah penting bagi pasar modal Indonesia. Sebab, semakin banyak perusahaan teknologi yang membutuhkan akses pendanaan melalui bursa saham.
Investor Pemula Perlu Memahami Klasifikasi Saham
Memahami jenis papan pencatatan saham sangat penting sebelum berinvestasi di pasar modal. Setiap papan memiliki karakteristik, risiko, dan potensi pertumbuhan yang berbeda.
Investor pemula sebaiknya tidak hanya melihat harga saham murah atau mahal. Namun, perlu memahami posisi emiten di papan pencatatan Bursa Efek Indonesia.
Selain itu, klasifikasi papan juga dapat membantu investor menilai tingkat kematangan bisnis perusahaan. Emiten papan utama biasanya lebih stabil, sementara papan akselerasi menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi dengan risiko lebih besar.
Karena itu, pemahaman tentang papan pencatatan saham dapat menjadi dasar penting dalam menyusun strategi investasi jangka panjang di pasar modal Indonesia.





