Saham MGRO Masuk Daftar HSC BEI, Kepemilikan Terkonsentrasi 93,76 Persen

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Saham MGRO masuk daftar HSC BEI setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada PT Mahkota Group Tbk (MGRO). Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa, 2 Juni 2026.

Masuknya MGRO ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) membuat perusahaan ini menjadi emiten ke-12 yang tercatat memiliki struktur kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi tingkat likuiditas perdagangan saham di bursa.

BEI menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terhadap struktur kepemilikan saham per 26 Mei 2026, sebagian besar saham MGRO dikuasai oleh sejumlah pemegang saham tertentu. Meski demikian, otoritas bursa menegaskan bahwa pengumuman tersebut tidak menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal yang berlaku.

Saham MGRO Masuk Daftar HSC BEI dengan Kepemilikan 93,76 Persen

Dalam pengumuman resmi BEI, disebutkan bahwa saham MGRO dimiliki oleh sejumlah pemegang saham yang secara agregat menguasai 93,76 persen dari total saham dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.

Persentase tersebut menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil saham yang beredar di publik. Akibatnya, pergerakan harga saham berpotensi menjadi lebih sensitif terhadap aktivitas transaksi karena jumlah saham yang tersedia di pasar relatif terbatas.

BEI menyatakan bahwa metodologi HSC digunakan untuk mengidentifikasi emiten yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi. Tujuannya adalah memberikan informasi tambahan kepada investor agar dapat memahami karakteristik perdagangan saham suatu emiten.

Namun, bursa menegaskan bahwa status HSC tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum ataupun pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal. Informasi ini semata-mata menjadi bagian dari transparansi pasar.

Selain itu, investor diharapkan dapat menggunakan informasi tersebut sebagai salah satu pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Struktur Pemegang Saham MGRO Jadi Sorotan

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 April 2026, terdapat dua pemegang saham utama yang mengendalikan sebagian besar saham perseroan.

Pemegang saham terbesar adalah PT Mahkota Global Investama yang menguasai 2.004.749.900 saham atau setara 56,40 persen dari total saham perusahaan.

Sementara itu, UBS AG Singapore S/A MGI International Holdings Ltd tercatat memiliki sekitar 810 juta saham atau setara 22,79 persen.

Jika digabungkan, kedua pemegang saham tersebut menguasai 2.814.749.900 saham atau sekitar 79,19 persen dari total saham MGRO yang beredar.

Di sisi lain, kelompok pemegang saham lainnya memiliki sekitar 739.695.800 saham atau setara 20,81 persen. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas kepemilikan perusahaan masih terkonsentrasi pada pemegang saham utama.

Kepemilikan Direksi dan Komisaris

Selain pemegang saham pengendali, sejumlah anggota direksi dan komisaris juga tercatat memiliki saham perusahaan.

Meski begitu, jumlah kepemilikan mereka relatif kecil. Total saham yang dimiliki jajaran manajemen mencapai 31.388.800 saham atau sekitar 0,88 persen dari total saham beredar.

Porsi tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap struktur kepemilikan utama perseroan yang saat ini masih didominasi oleh pemegang saham pengendali.

Daftar Emiten HSC di BEI Bertambah Menjadi 12

Dengan masuknya MGRO, jumlah emiten yang masuk dalam daftar HSC BEI kini bertambah menjadi 12 perusahaan.

Sebelumnya, terdapat sebelas emiten yang telah lebih dahulu masuk dalam daftar tersebut, yaitu BREN, DSSA, RLCO, ROCK, MGLV, IFSH, SOTS, AGII, LUCY, WBSA, dan TCPI.

Daftar HSC sendiri menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor karena berkaitan dengan tingkat free float dan likuiditas saham di pasar. Semakin besar konsentrasi kepemilikan saham, semakin kecil jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.

Meskipun begitu, status HSC bukan berarti suatu saham memiliki risiko tertentu secara otomatis. Investor tetap perlu melakukan analisis menyeluruh terhadap fundamental perusahaan, prospek bisnis, kinerja keuangan, serta kondisi industri tempat perusahaan beroperasi.

Karena itu, pengumuman saham MGRO masuk daftar HSC BEI dapat menjadi informasi penting bagi pelaku pasar. Transparansi mengenai struktur kepemilikan saham diharapkan membantu investor memahami karakteristik perdagangan saham MGRO sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investasi di pasar modal Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu