RuangInvest.com, Jakarta – Rights issue SINI menjadi sorotan pasar modal setelah PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menetapkan harga pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebesar Rp5.000 per saham. Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,6 triliun.
Dana yang diperoleh dari rights issue SINI akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan strategis. Fokus utama perseroan adalah memperluas bisnis melalui akuisisi aset pertambangan batu bara, memperkuat struktur permodalan, serta mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan.
Langkah tersebut menunjukkan upaya SINI untuk memperbesar eksposur bisnis di sektor sumber daya alam. Terutama, sektor batu bara yang masih menjadi salah satu penopang utama industri energi nasional.
Rights Issue SINI Berpotensi Himpun Dana Rp3,6 Triliun
Berdasarkan prospektus terbaru yang dirilis perseroan, SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru. Penerbitan saham tersebut dilakukan dengan rasio dua saham lama memberikan hak kepada pemegangnya untuk memperoleh tiga HMETD.
Dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, nilai dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp3,6 triliun. Namun, aksi korporasi ini juga membawa konsekuensi berupa potensi dilusi kepemilikan saham.
Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami penurunan porsi kepemilikan hingga sekitar 60 persen. Karena itu, investor perlu memperhatikan jadwal serta mekanisme pelaksanaan rights issue tersebut.
Selain menjadi salah satu aksi korporasi besar di tahun 2026, rights issue SINI juga menjadi bagian penting dari strategi ekspansi jangka panjang perusahaan.
Dana Digunakan untuk Akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti
Sebagian besar dana hasil rights issue SINI akan dialokasikan untuk mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk.
Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai sekitar Rp1,5 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan rencana awal yang sebelumnya diumumkan perseroan, yakni sekitar Rp1,7 triliun.
PT Kemilau Mulia Sakti merupakan perusahaan induk yang memiliki sejumlah entitas anak di bidang pertambangan batu bara. Akuisisi ini dinilai dapat memperkuat portofolio bisnis SINI di sektor energi dan sumber daya alam.
Selain memperluas aset operasional, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi serta membuka peluang pertumbuhan pendapatan pada masa mendatang.
Fokus Perluasan Bisnis Batu Bara
Akuisisi KMS menjadi salah satu strategi utama perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri batu bara nasional.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari transaksi ini antara lain:
- Menambah aset pertambangan batu bara.
- Memperluas jaringan bisnis sumber daya alam.
- Meningkatkan potensi pendapatan perusahaan.
- Memperkuat posisi kompetitif di sektor energi.
- Mendukung pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Selain itu, akuisisi ini diharapkan dapat memberikan sinergi operasional yang lebih besar bagi grup usaha SINI.
Sebagian Dana Dialokasikan untuk Pelunasan Utang
Selain untuk akuisisi, perseroan juga akan menggunakan dana rights issue SINI untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan.
Dana sebesar Rp900 miliar direncanakan untuk pembayaran lebih awal pokok utang kepada kreditur. Langkah ini dinilai dapat mengurangi beban keuangan sekaligus meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menjalankan ekspansi.
Sementara itu, sisa dana yang tersedia akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja. Ketersediaan modal kerja yang lebih kuat diharapkan dapat menunjang aktivitas operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Dengan kombinasi akuisisi dan penguatan neraca keuangan, SINI berupaya menciptakan fondasi bisnis yang lebih solid untuk menghadapi dinamika industri ke depan.
Dukungan Pemegang Saham dan Peran PTRO
Rights issue SINI juga mendapatkan dukungan dari para pemegang saham utama perseroan.
Kelompok pengendali yang terdiri atas PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte Ltd, dan Hapsoro, yang secara kolektif menguasai 54,49 persen saham perusahaan, menyatakan akan melaksanakan sebagian haknya.
Nilai komitmen yang disiapkan mencapai sedikitnya Rp900 miliar atau setara sekitar 180 juta rights.
Sementara itu, PT Kreasi Jasa Persada yang memiliki 19,74 persen saham SINI berencana mengalihkan seluruh haknya kepada PT Petrosea Tbk dengan nilai sekitar Rp712 miliar.
Di sisi lain, PT Petrosea Tbk yang saat ini memiliki sekitar 0,25 persen saham SINI akan melaksanakan seluruh hak yang dimilikinya. Perusahaan tersebut juga menyatakan kesediaannya bertindak sebagai pembeli siaga dengan komitmen dana hingga sekitar Rp580,9 miliar.
Dukungan dari pemegang saham strategis tersebut menjadi sinyal positif bagi keberhasilan pelaksanaan rights issue yang akan datang.
Jadwal Pelaksanaan Rights Issue SINI
Investor yang ingin berpartisipasi perlu mencermati jadwal pelaksanaan rights issue SINI.
Berikut jadwal penting yang telah diumumkan perseroan:
- Cum rights pasar reguler dan negosiasi: 8 Juli 2026.
- Perdagangan HMETD: 14 Juli hingga 20 Juli 2026.
- Harga pelaksanaan rights issue: Rp5.000 per saham.
- Jumlah saham baru maksimal: 721,5 juta saham.
Dengan target dana mencapai Rp3,6 triliun, rights issue SINI menjadi salah satu aksi korporasi yang berpotensi mengubah skala bisnis perusahaan. Akuisisi aset batu bara, pengurangan utang, dan penguatan modal kerja diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun mendatang.





