ALDO Siapkan Buyback Saham Rp10 Miliar hingga Juni 2027

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengumumkan rencana ALDO buyback saham Rp10 miliar sebagai langkah menjaga stabilitas dan kewajaran harga saham perseroan di pasar. Program pembelian kembali saham tersebut akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 3 Juni 2026. Manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja perseroan.

Selain itu, ALDO memastikan pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kondisi keuangan perusahaan. Dana yang digunakan seluruhnya berasal dari kas internal sehingga tidak menambah beban utang maupun mengurangi fleksibilitas keuangan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional.

ALDO Buyback Saham Rp10 Miliar Menunggu Persetujuan RUPSLB

Berdasarkan keterbukaan informasi, program ALDO buyback saham Rp10 miliar akan berlangsung paling lama selama 12 bulan. Periode pelaksanaan direncanakan mulai 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027.

Namun, sebelum program berjalan, perseroan terlebih dahulu akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026.

Manajemen menjelaskan bahwa program buyback baru ini tidak akan tumpang tindih dengan program pembelian kembali saham sebelumnya. Program buyback yang masih berjalan saat ini dijadwalkan berakhir pada 11 Juni 2026.

Dengan demikian, perusahaan memastikan setiap aksi korporasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Dana Buyback Berasal dari Kas Internal

ALDO menyatakan sumber pendanaan buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Perseroan tidak menggunakan pinjaman maupun dana hasil penawaran umum untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menurut manajemen, kondisi keuangan perusahaan saat ini berada dalam posisi yang memadai. Karena itu, pelaksanaan pembelian kembali saham dinilai tidak akan mengganggu kebutuhan modal kerja maupun aktivitas operasional sehari-hari.

Selain itu, perusahaan menilai arus kas yang dimiliki masih cukup kuat untuk mendukung berbagai agenda bisnis yang telah direncanakan. Hal ini mencakup kebutuhan operasional hingga pengembangan usaha pada masa mendatang.

Di sisi lain, langkah penggunaan kas internal menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Keputusan tersebut juga mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dan pengelolaan likuiditas.

Dampak Buyback terhadap Kinerja Perseroan

Manajemen ALDO memperkirakan program pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak material terhadap laba per saham maupun pendapatan perusahaan.

Sementara itu, biaya transaksi yang timbul selama pelaksanaan buyback dibatasi maksimal sebesar 0,33 persen untuk setiap transaksi pembelian saham. Batasan tersebut dilakukan untuk menjaga efisiensi pelaksanaan program.

Stabilitas Harga Saham Jadi Fokus Utama

Perseroan menilai buyback dapat membantu menjaga stabilitas harga saham di pasar. Harga saham yang lebih stabil dinilai mampu mencerminkan nilai perusahaan secara lebih wajar sesuai dengan kinerja yang dihasilkan.

Selain itu, stabilitas harga saham dapat memberikan sentimen positif bagi pemegang saham maupun calon investor. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Manajemen juga meyakini bahwa program buyback tidak akan menghambat rencana ekspansi usaha. Hal itu didukung oleh posisi modal kerja dan arus kas yang dinilai cukup kuat untuk menopang kebutuhan bisnis ke depan.

Menurut perseroan, langkah ini merupakan salah satu bentuk komitmen dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Dengan harga saham yang lebih stabil, perusahaan berharap pasar dapat memberikan penilaian yang lebih mencerminkan kondisi fundamental ALDO.

“Selain itu, harga saham yang lebih stabil diharapkan dapat mencerminkan nilai wajar yang sesuai dengan kinerja perseroan,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi.

Prospek dan Kepercayaan Investor

Rencana buyback yang diumumkan ALDO menjadi sinyal bahwa perusahaan memiliki keyakinan terhadap kondisi bisnis dan prospek usahanya. Aksi korporasi semacam ini umumnya dipandang positif oleh pelaku pasar karena menunjukkan komitmen manajemen dalam menjaga nilai perusahaan.

Meskipun begitu, investor tetap akan mencermati hasil RUPSLB yang digelar pada 24 Juni 2026. Persetujuan pemegang saham menjadi tahap penting sebelum program buyback resmi dijalankan.

Jika memperoleh persetujuan, program ALDO buyback saham Rp10 miliar akan menjadi salah satu langkah strategis perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor sepanjang periode pelaksanaannya hingga Juni 2027.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu