RuangInvest.com, Jakarta – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) terus memperkuat implementasi ESG sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang berkelanjutan. Perseroan menegaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas operasional dan ekspansi usaha yang dijalankan.
Komitmen tersebut hadir di tengah persaingan industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) yang semakin ketat. FORE melihat keberlanjutan sebagai fondasi utama untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, perusahaan mengembangkan berbagai program yang mencakup aspek lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap pemangku kepentingan.
FORE Perkuat Implementasi ESG Melalui Tiga Pilar Utama
FORE mengedepankan tiga pilar utama dalam penerapan ESG. Ketiga pilar tersebut meliputi pelestarian lingkungan, pemberdayaan sosial dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Manajemen menilai bahwa ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Karena itu, perusahaan terus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam berbagai kebijakan dan aktivitas bisnis sehari-hari.
Selain mendukung pertumbuhan perusahaan, strategi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan, investor, serta masyarakat luas terhadap kinerja dan komitmen perusahaan.
Komitmen Lingkungan untuk Kurangi Dampak Operasional
Pada aspek lingkungan, FORE menjalankan sejumlah inisiatif untuk mengurangi dampak operasional terhadap lingkungan. Salah satu langkah yang telah diterapkan sejak awal berdiri adalah penggunaan gelas plastik yang dapat digunakan kembali atau reusable oleh pelanggan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Selain itu, langkah ini juga mendorong pelanggan untuk ikut berpartisipasi dalam praktik konsumsi yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, lini bisnis Fore Donut juga mulai menggunakan gelas berbahan recycled PET atau rPET. Material tersebut berasal dari hasil daur ulang plastik sehingga dapat membantu mengurangi limbah dan mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Dukungan terhadap Ekonomi Sirkular
Melalui penggunaan material yang lebih berkelanjutan, FORE berupaya menciptakan rantai bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin relevan di industri F&B.
Selain itu, penggunaan bahan daur ulang juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
Program Sosial dan Pengembangan SDM Jadi Prioritas
Di bidang sosial, FORE aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satunya melalui program ForeCare: Nutrisi untuk Negeri yang digelar pada Ramadan 2026.
Dalam program tersebut, perusahaan bekerja sama dengan puskesmas setempat di Kecamatan Teluknaga, Tangerang. Bantuan yang diberikan berupa Paket Makanan Tambahan (PMT) kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan nutrisi.
Program tersebut berhasil menjangkau:
- 300 balita dengan kondisi gizi kurang.
- Lebih dari 60 ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK).
- Ibu hamil dengan kondisi anemia yang membutuhkan asupan gizi tambahan.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berharap dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Selain program sosial, kontribusi FORE juga terlihat dari penciptaan lapangan kerja yang terus meningkat. Hingga akhir Mei 2026, jumlah karyawan perusahaan telah melampaui 5.000 orang. Angka ini meningkat dibandingkan sekitar 4.300 karyawan pada akhir 2025.
Mayoritas tenaga kerja tersebut berasal dari generasi muda. Sebanyak 97 persen karyawan berusia di bawah 30 tahun. Sementara itu, 84 persen merupakan lulusan SMA dan SMK yang memperoleh kesempatan untuk berkembang di industri F&B modern.
Perusahaan juga mencatat keterlibatan perempuan mencapai 45 persen dari total tenaga kerja. Kondisi ini menunjukkan komitmen FORE dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara.
Tata Kelola dan Transparansi Perkuat Kepercayaan Konsumen
Aspek tata kelola menjadi pilar penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan. FORE menempatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan konsumen sebagai prioritas utama dalam menjalankan bisnis.
Salah satu bentuk implementasi tata kelola tersebut adalah kepemilikan Sertifikasi Halal yang telah diperoleh sejak 2023. Sertifikasi ini tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap standar halal, tetapi juga mencakup aspek keamanan produk dan pengawasan rantai pasok.
Selain itu, sertifikasi tersebut membuka akses pasar yang lebih luas dan inklusif bagi berbagai segmen konsumen. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat daya saing bisnis.
Untuk mendukung pengembangan SDM, FORE juga secara rutin menyelenggarakan program Fore Grind Master. Kompetisi internal bagi para barista ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi serta kualitas layanan.
Pada musim ketiga yang digelar pada akhir 2025, program tersebut berhasil menyaring 10 finalis terbaik dari lebih dari 3.000 barista yang mengikuti proses seleksi di berbagai wilayah Indonesia.
Manajemen meyakini bahwa integrasi prinsip ESG ke seluruh aspek operasional mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, karyawan, pelanggan, serta lingkungan. Dengan strategi tersebut, FORE berupaya menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.





