RuangInvest.com, Jakarta โ Dividen Tunai SDPC resmi dibagikan kepada para pemegang saham setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp3 per saham untuk tahun buku 2025.
Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam RUPST yang berlangsung pada 25 Mei 2026. Meski nilai dividen yang dibagikan tergolong minimalis, perseroan tetap menunjukkan komitmennya untuk memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham.
Selain itu, pembagian dividen ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang masih mencatat laba bersih positif sepanjang tahun buku 2025. Investor kini dapat mencermati jadwal cum date, ex date, recording date, hingga tanggal pembayaran dividen yang telah ditetapkan perseroan.
Dividen Tunai SDPC Capai Rp3,82 Miliar
PT Millennium Pharmacon International Tbk memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp3 per saham kepada pemegang saham. Total dana yang disiapkan untuk pembagian dividen tersebut mencapai Rp3,82 miliar.
Besaran dividen itu berasal dari sebagian laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada entitas induk. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp38,46 miliar sepanjang tahun lalu.
Dengan demikian, rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio mencapai sekitar 9,93 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan perusahaan.
Sementara itu, sebagian besar laba tetap disimpan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan operasional di masa mendatang.
Kinerja Keuangan Masih Ditopang Saldo Laba Ditahan
Selain membagikan dividen kepada pemegang saham, SDPC masih memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp194,80 miliar.
Jumlah tersebut menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang masih cukup solid. Di sisi lain, total ekuitas perseroan tercatat mencapai Rp315,40 miliar.
Keberadaan laba ditahan yang besar memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menjalankan strategi bisnis, melakukan ekspansi, maupun menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika industri farmasi dan distribusi kesehatan.
Meskipun begitu, manajemen tetap memilih membagikan sebagian laba sebagai bentuk apresiasi kepada investor yang telah mendukung pertumbuhan perusahaan selama ini.
Dividend Payout Ratio Masih Konservatif
Porsi pembagian laba yang berada di bawah 10 persen menunjukkan kebijakan dividen yang relatif konservatif. Strategi ini cukup umum dilakukan perusahaan yang masih membutuhkan dana internal untuk mendukung pengembangan usaha.
Karena itu, investor umumnya tidak hanya melihat besaran dividen, tetapi juga memperhatikan prospek pertumbuhan bisnis dan kemampuan perusahaan menghasilkan laba secara berkelanjutan.
Jadwal Lengkap Dividen Tunai SDPC 2025
Bagi investor yang ingin memperoleh Dividen Tunai SDPC, terdapat beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan.
Berikut jadwal resmi pembagian dividen tunai SDPC:
- Cum Dividen Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 5 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 8 Juni 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai: 9 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 10 Juni 2026
- Recording Date atau Daftar Pemegang Saham (DPS): 9 Juni 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen: 26 Juni 2026
Investor yang ingin mendapatkan hak dividen harus memiliki saham SDPC paling lambat hingga akhir sesi perdagangan pada tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi, yakni 5 Juni 2026.
Sementara itu, nama pemegang saham harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham atau recording date pada 9 Juni 2026 agar berhak menerima pembagian dividen.
Investor Perlu Mencermati Tanggal Cum dan Ex Dividen
Tanggal cum dividen dan ex dividen sering menjadi perhatian investor pasar modal. Kedua tanggal tersebut menentukan siapa yang berhak memperoleh pembagian dividen dari emiten.
Pada periode cum dividen, pembeli saham masih berhak menerima dividen yang akan dibagikan perusahaan. Namun, ketika memasuki ex dividen, hak atas dividen tidak lagi melekat pada saham yang diperdagangkan.
Karena itu, investor perlu memperhatikan jadwal tersebut sebelum mengambil keputusan transaksi. Selain mengejar dividen, investor juga sebaiknya mempertimbangkan fundamental perusahaan serta prospek bisnis jangka panjang.
Dengan pembagian Dividen Tunai SDPC sebesar Rp3 per saham, pemegang saham kini tinggal menunggu proses pembayaran yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026. Meski nominalnya relatif kecil, langkah ini tetap menjadi sinyal positif bahwa perusahaan mampu membukukan laba dan berbagi hasil kepada para investornya.





