RuangInvest.com, Jakarta – Bunga deposito terbaru Juni 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat setelah libur panjang. Instrumen ini masih diminati karena menawarkan keamanan dan kepastian imbal hasil yang stabil.
Memasuki awal Juni 2026, bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Mandiri terpantau tidak mengubah suku bunga deposito mereka. Kondisi ini terjadi di tengah tekanan global dan kebijakan moneter yang semakin ketat.
Selain itu, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI-Rate ke level 5,25% turut memengaruhi likuiditas perbankan. Namun, meskipun begitu, bunga deposito tetap bertahan dan relatif stabil bagi nasabah.
Bunga Deposito Terbaru Juni 2026 di Bank BUMN
Berdasarkan data terkini, bunga deposito terbaru Juni 2026 dari bank Himbara masih berada dalam kisaran yang kompetitif. Stabilitas ini menjadi sinyal bahwa perbankan tetap menjaga keseimbangan antara likuiditas dan daya tarik investasi.
Selain itu, deposito masih dianggap sebagai instrumen aman. Dana nasabah juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga tingkat bunga tertentu.
Berikut rincian bunga deposito dari masing-masing bank:
Suku Bunga Deposito BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan fleksibilitas pembukaan deposito. Nasabah dapat mulai dari Rp1 juta melalui layanan digital.
Adapun rincian bunga deposito BRI sebagai berikut:
- Tenor 1 bulan: 3,25%–3,35%
- Tenor 3 bulan: hingga 3,50%
- Tenor 6–36 bulan: sekitar 3,00%
Suku bunga tertinggi berada pada tenor 3 bulan. Karena itu, banyak nasabah memilih jangka pendek untuk optimalisasi imbal hasil.
Bunga Deposito BNI dan Mandiri Tetap Stabil
Sementara itu, bunga deposito terbaru Juni 2026 di BNI menunjukkan pola yang relatif seragam. Bank ini menetapkan bunga berdasarkan tenor, bukan nominal simpanan.
Rincian bunga deposito BNI antara lain:
- Tenor 1 bulan: 2,25%
- Tenor 3 bulan: 2,50%
- Tenor 6 bulan: 2,75%
- Tenor 12–24 bulan: 2,50%
Di sisi lain, Bank Mandiri juga mempertahankan bunga deposito pada level stabil. Kebijakan ini menunjukkan kehati-hatian bank dalam menjaga likuiditas.
Berikut rinciannya:
- Tenor 1–3 bulan: 2,25%
- Tenor 6–24 bulan: 2,50%
Selain itu, Mandiri memberikan kemudahan pembukaan deposito melalui aplikasi digital. Hal ini mempermudah akses masyarakat terhadap instrumen investasi.
Faktor yang Mempengaruhi Bunga Deposito
Bunga deposito terbaru Juni 2026 tidak lepas dari berbagai faktor ekonomi global dan domestik. Salah satunya adalah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi antara lain:
- Kenaikan BI-Rate menjadi 5,25%
- Pelemahan nilai tukar rupiah
- Kenaikan harga minyak global
- Ketegangan geopolitik internasional
Karena itu, perbankan cenderung menjaga suku bunga tetap stabil. Tujuannya adalah mempertahankan daya tarik tanpa mengganggu likuiditas.
Prospek Investasi Deposito ke Depan
Bunga deposito terbaru Juni 2026 diperkirakan masih akan bertahan dalam waktu dekat. Hal ini sejalan dengan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Selain itu, deposito tetap menjadi pilihan bagi investor konservatif. Instrumen ini cocok untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah.
Beberapa keunggulan deposito antara lain:
- Risiko rendah dibanding saham
- Imbal hasil pasti sejak awal
- Dijamin oleh LPS
- Mudah diakses melalui digital banking
Namun, di sisi lain, imbal hasil deposito cenderung lebih rendah dibanding instrumen berisiko tinggi. Karena itu, investor perlu menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Strategi Memilih Deposito yang Tepat
Untuk memaksimalkan keuntungan, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan:
- Pilih tenor sesuai kebutuhan likuiditas
- Bandingkan bunga antar bank
- Perhatikan batas penjaminan LPS
- Gunakan fitur deposito online untuk kemudahan
Dengan strategi yang tepat, deposito tetap bisa menjadi instrumen andalan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Stabilitas Perbankan Jadi Kunci
Stabilnya bunga deposito terbaru Juni 2026 menunjukkan ketahanan sektor perbankan nasional. Meskipun ada tekanan global, bank tetap mampu menjaga kepercayaan nasabah.
Sementara itu, analis memperkirakan bank akan terus menyesuaikan strategi suku bunga. Penyesuaian ini akan mengikuti perkembangan inflasi dan kondisi pasar.
Karena itu, deposito masih menjadi pilihan relevan bagi masyarakat. Instrumen ini menawarkan kombinasi antara keamanan dan kepastian hasil.
Ke depan, nasabah disarankan tetap memantau pergerakan suku bunga. Dengan begitu, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih optimal dan tepat sasaran.





